COVID-19: What The Big Companies Do To Help

Sudah beberapa minggu sejak krisis kesehatan COVID-19 dinyatakan sebagai pandemi oleh World Health Organization (WHO). Sejak itu, hampir semua kantor dan perusahaan di seluruh dunia menerapkan sistem work from home. Gimana dengan kamu? Udah hari keberapa kerja di rumah dan dihujani pekerjaan yang nggak kenal waktu dan conference call yang nggak abis-abis? Percaya deh, OU ngerti. Memang pandemi ini memengaruhi kehidupan semua orang ya, dari big companies, royal family, selebriti, sampai kita-kita rakyat jelata ini. Sebagai salah satu media partner, OU juga ikut sedih karena The 10th Music Gallery yang harusnya berlangsung tanggal 14 Maret yang lalu harus ditunda. Begitu juga dengan event, konser, dan exhibition lainnya.

 

Kali ini OU mau bahas gimana beberapa perusahaan besar bereaksi terhadap pandemi ini. Biar nggak sedih-sedih mulu berita yang kalian baca hehehe.

1. New Balance

 

Brand sepatu asal Amerika Serikat, New Balance, secara sukarela membantu membuat masker yang juga terlihat keren banget.

 

New Balance telah menggunakan sebagian tenaga kerjanya di fasilitas manufaktur di Lawrence, Massachusetts untuk memproduksi masker ini. Mereka berharap dapat meningkatkan skala produksi di pabrik-pabrik yang lain segera.

 

2. Lamborghini

 

Pasti kita semua udah nggak asing sama perusahaan mobil asal Italia ini. Beberapa waktu yang lalu Lamborghini mengabarkan kalau mereka mulai memproduksi masker dan alat pelindung diri (APD) di pabrik pusatnya di Sant’Agata Bolognese, Italia untuk membantu pemerintah dalam menangani penyebaran virus korona. 

 

Memang berdasarkan data Worldometers, saat ini Italia berada pada posisi ketiga setelah Amerika Serikat dan Spanyol dalam jumlah kasus Coronavirus tertinggi (132.547 kasus per 6 April 2020). Sementara jumlah kematian di Italia merupakan yang tertinggi di dunia.

 

Tahu nggak sih? Pembuatan masker ini dikerjain sama personel yang biasa memproduksi interior dan komponen pesanan khusus di Lamborghini lho. Rencananya, mereka akan menghasilkan 1.000 masker medis per hari dan 200 unit APD menggunakan printer 3D.

 

3. Ralph Lauren

 

Ralph Lauren akan mulai membuat masker dan gaun medis untuk memberikan dukungannya dalam perjuangan melawan virus korona ini. Sang fashion designer yang mendirikan perusahaan mode ini mengatakan bahwa Ralph Lauren Corporate Foundation akan mulai membuat 250.000 masker medis dan 25.000 gaun medis khusus isolasi di Amerika Serikat.

 

Selain itu, yayasan ini juga menyumbangkan USD $10 juta (lebih dari 161 miliar rupiah) sebagai tanggapan global terhadap pandemi ini.

 

4. Ford, Tesla, General Motors

 

Nggak cuma Lamborghini aja, beberapa perusahaan otomotif asal Amerika Serikat seperti Ford, Tesla, dan General Motors juga ikut bergabung dalam upaya membantu memperkuat sistem perawatan medis. Ford membuat dan menguji face shield untuk membantu para profesional medis dalam mengurangi risiko terinfeksi virus korona yang dapat disebarkan oleh droplet dalam batuk atau bersin seseorang.

 

CEO Tesla, Elon Musk, mengabarkan selain donasi sekitar 50,000 masker medis N95 produksi 3M untuk pusat medis University of Washington, mereka juga mengirimkan 1,255 ventilator (alat bantu pernapasan) yang udah sesuai standar Food and Drug Administration (FDA) ke Los Angeles.
Sementara itu, General Motors telah mengumumkan bahwa mereka bekerja sama dengan produsen ventilator Ventec Life Systems untuk memproduksi ventilator yang saat ini emang jumlahnya kurang banget di mana-mana.

 

 

Masih banyak perusahaan besar lainnya yang turut membantu dalam memerangi virus korona ini. Di tengah berbagai macam berita buruk yang beredar akhir-akhir ini, seneng ya denger kabar baik. Semoga kalian yang baca juga jadi ikut seneng!

 

Yuk kita sama-sama berdoa dan berharap yang terbaik biar pandemi ini segera selesai. Dan tentunya melakukan yang terbaik untuk membantu mencegah penyebaran COVID-19 dengan bersabar #dirumahaja. Buat yang tau perusahaan apa lagi yang ikut berpartisipasi dalam perjuangan melawan pandemi, coba bagiin di kolom comment ya!

 

 

 

Artikel oleh Zita Maria.

 

13 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU pini

OU pini

COVID-19: What The Big Companies Do To Help

Sudah beberapa minggu sejak krisis kesehatan COVID-19 dinyatakan sebagai pandemi oleh World Health Organization (WHO). Sejak itu, hampir semua kantor dan perusahaan di seluruh dunia menerapkan sistem work from home. Gimana dengan kamu? Udah hari keberapa kerja di rumah dan dihujani pekerjaan yang nggak kenal waktu dan conference call yang nggak abis-abis? Percaya deh, OU…
OU pini

Kodein Si Dia Lebih Seru Pakai Resso!

Berbagi konten yang artistik sekarang ini gampang banget. Sudah banyak aplikasi-aplikasi pendukung yang bikin konten kamu makin oke punya. Mau editing foto hingga video sekarang bisa dikerjakan oleh siapapun, termasuk kamu sendiri.   
OU pini

NKCTHI: Pesan Awan lewat Film Terbaru Angga Dwimas Sasongko

Ada kado tahun baru dari film keluarga Indonesia berupa sebuah pesawat kertas yang berisi pesan bagi masa depan. Ya, film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini atau disingkat NKCTHI merupakan sebuah film tentang surat yang Awan tulis khusus untuk anaknya di masa depan. Nggak hanya tentang pemikiran-pemikirannya, namun juga uneg-uneg tentang dunia kehidupan yang nano-nano…
OU pini

Konser di Jakarta Sampai Tiga Hari, Honne Ukir Sejarah

Musisi elektronik asal London, Inggris bernama Honne mengusung genre synthpop, R&B kontemporer dan dance-pop. Andy Clutterbuck dan James Hatcher membentuk Honne di tahun 2014 yang meroket berkat album berjudul Warm On A Cold Night di tahun 2016.    Menjelang akhir tahun 2019, bertempat di Livespace SCBD, Jakarta Selatan dilangsungkan konser duo Honne. Sebuah konser tur dunia…