Wave of Tomorrow

Here comes a wave,

A wave that washes away limits,

A wave that sets your mind free.

 

Pameran seni interaktif yang memadukan antara musik, teknologi, dan seni pada bulan Oktober lalu ini, memberikan pengalaman baru bagi para pengunjung yang datang.

 

A new wave of future art Instalation tersebut mengajak para seniman lokal maupun mancanegara seperti NONOTAK dari Paris, Sembilan Matahari dari Bandung, serta seniman dari Jakarta; Maika Collective, Ageless Galaxy, Rebellionink, Kinara Darma, Modulight, dan Stereoflow, untuk berani menantang disiplin seni, dan merealisasikan ide bebas mereka untuk membuat sesuatu yang baru.

Pada setiap pengunjung yang datang, disambut langsung dengan sebuah instalasi visual yang cukup memukau. Pameran ini memang sengaja mengajak para pengunjungnya untuk berinteraksi dengan karya-karya yang disajikan. Walaupun untuk menikmati setiap karya-karya tersebut, pengunjung harus sabar menunggu karena ada pembatasan orang tertentu, namun itu semua dilakukan agar para pengunjung dapat menikmati karya-karya yang disediakan dengan nyaman.

 

Pameran seni dengan model seperti ini sebenarnya bukanlah hal yang baru. Namun, dengan berkembangnya teknologi yang semakin agresif, ditambah dengan konsep seni yang makin tidak terbatas, mendorong banyak kreator untuk terus bereksplorasi membuat instalasi seni dengan unsur teknologi, atau yang lebih dikenal dengan new media art.

Para kreator tersebut dapat berinteraksi dengan pengunjung melalui hasil karyanya. Seperti pada beberapa instalasi seru yang mengajak pengunjung untuk melewati lorong kehidupan dengan tiga zona berbeda. Karya tersebut adalah milik seniman asa Jakarta, Maika Collective. Selain itu, ada pula instalasi yang mengajak pengunjungnya untuk menuliskan semua mimpi yang diinginkan. Instalasi milik Kinara Darma x Modulight tersebut seakan sebagai cambuk orang-orang yang hadir untuk tidak hanya bermimpi namun juga merealisasikan mimpi-mimpi tersebut.

 

Ada instalasi seru yang tidak harus mengantri lama untuk menikmati karyanya sepeti karya lainnya. Mereka diajak merasakan suasana di luar angkasa, lengkap dengan batu-batu besar yang dapat mengeuarkan suara juga berubah warna ketika dipegang. Seru pokoknya!

 

Pada Pada pameran ini, karya seniman asal Perancis, Nontak, menjadi salah satu favorit pengunjung. Pameran ini tidak hanya melibatkan para seniman saja, namun juga 30 musisi yang ikut meramaikan acara yang berlangsung di Tribrata Grand Ballroom Dharmawangsa, Jakarta Selatan tersebut.

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU pini

OU pini

Konser di Jakarta Sampai Tiga Hari, Honne Ukir Sejarah

Musisi elektronik asal London, Inggris bernama Honne mengusung genre synthpop, R&B kontemporer dan dance-pop. Andy Clutterbuck dan James Hatcher membentuk Honne di tahun 2014 yang meroket berkat album berjudul Warm On A Cold Night di tahun 2016.    Menjelang akhir tahun 2019, bertempat di Livespace SCBD, Jakarta Selatan dilangsungkan konser duo Honne. Sebuah konser tur dunia…
OU pini

We Are Little Zombies, Film Wajib Tonton di JFF!

Ada beberapa film Jepang yang bergenre drama di JFF. Salah satunya adalah We Are Little Zombies yang kembali ditayangkan di 14th Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) di Yogyakarta. Film ini menerima special mention di Berlin International Film Festival 2019 dan menjadi pemenang Special Jury Award for Originality di Sundance Film Festival 2019. Wow, makin penasaran ya? Simak sinopsisnya di sini yuk!…
OU pini

Bento Harassment, Film Keluarga di Japanese Film Festival 2019

Japanese Film Festival – Indonesia 2019 (JFF) akan segera dimulai nih! Pasti udah pada tahu kan kalau tanggal 7-10 November 2019 nanti JFF dimulai di Jakarta?   OU dapat kesempatan untuk ikut Press Screening di CGV Grand Indonesia hari Selasa, 5 November 2019. Film yang ditayangkan adalah Bento Harassment. Film keluarga ini sukses bikin para…
OU pini

Sinopsis 3 Film di Hari Pertama Japanese Film Festival 2019

Pasti kamu udah siap kan untuk nonton film-film seru di Japanese Film Festival – Indonesia 2019 (JFF)? Kalo masih bingung mau nonton film apa aja, yuk simak sinopsis yang udah OU siapin buat kalian sekaligus jadwal tayangnya di JFF!