Waktu Istirahat Yang Tepat

You can rest now, “ kata Potts ke Stark.

 

Pertama kali nonton, jelas emosi kacau balau dan tetes air mata membasahi sekujur wajah. Sekarang, setelah beberapa waktu film turun bioskop, ada pemikiran yang hadir. Kalau dipikir-pikir, dalam hidup emang betulan gak ada waktu istirahat. Masyarakat pun menyetujui kalau hidup punya alur sebagai berikut: SD ke SMP ke SMA ke kuliah ke kerja ke nikah ke punya anak ke kerja, kerja, kerja, kerja, kerja, sampai gak bisa kerja lagi. 

 

Gak ada ruang khusus selama setahun untuk leyeh-leyeh di mata masyarakat. Sekalipun ada libur antar jenjang, tetap gak istirahat, tetap nunggu, dan gak tenang karena masyarakat sendiri yang bakal banyak tanya, “Lanjut ke mana?” Lalu begitu selesai perakademisian juga timbul pertanyaan baru yang bakal ditanyain masyarakat, “Abis lulus, mau ngapain?”

 

Been there, done that, eh?

 

Bahkan di saat menjalankan suatu jenjang pendidikan pun waktu istirahat makan bisa jadi terpaksa sembari menyelesaikan tugas. Sebagai mahasiswa, ada wabah #TeamNoSleep setiap musim ujian. Dan tentunya para perkerja juga pasti punya momen-momen #TeamNoSleep-nya sendiri. Selain #TeamNoSleep , ada tingkat kesibukan yang lebih akut yaitu #TeamNoRest.

 

Fenomena #TeamNoRest ini juga cukup dekat secara personal. Ada teman yang baru selesai sidang skripsi tapi udah ngirim CV ke mana-mana. Alhasil, ia diterima di salah satu perusahaan. Padahal sebetulnya dia punya waktu yang sangat ideal untuk istirahat setidaknya dari setelah kelar revisi sampai hari wisuda.

 

Di sisi lain, dua sosok bapak-bapak juga pernah kebingungan setelah pensiunan. Ya di rumah, siram tanaman, ngurus kolam, atau pergi ketemu teman: ngobrol, bikin kepanitiaan reuni, dan sebagainya. Sampai pada titik sadar bahwa gak bisa begitu terus. Jadilah pertemuan selanjutnya dengan teman-teman mengarah pada yang berpotensi jadi teman bisnis juga.

 

Ada juga temen yang borong SKS di kampusnya. Mungkin biar cepet lulus. Biar cepet kerja. Pemikiran kayak begini bisa jadi hasil dari tuntunan masyarakat secara implisit. Di mana ada kesempatan masyarakat untuk bertanya, disitulah mereka akan bertanya. Di samping itu juga kita sebagai manusia menyadari semakin bertumbuh, semakin banyak juga tanggung jawab yang harus dipegang. Maka dari itu juga ada keinginan untuk menantang diri sendiri mungkin. Sampai kadang, yang gak sehat adalah kita lupa untuk istirahat.

 

Ironis aja karena semasa kecil, kita punya waktu banyak untuk istirahat tapi gak mau. Maunya naik sepeda keliling komplek, main engklek sama tetangga. Gak pernah mau tidur siang. Semakin berumur, semakin sadar butuh istirahat, tapi kok ya Sabtu dikejar deadline, dan Minggu ada makan siang ulang tahun Nenek.

 

Sebetulnya boleh lho untuk ambil waktu 30 menit dalam setiap harinya untuk istirahat betul-betul. Boleh bengong, scroll sosial media, baca buku, nonton satu atau setengah episode serial, meditasi, atau dengerin lagu Rehat-nya Kunto Aji berulang-ulang. Dalam istirahat juga harus bijak dan sepantasnya. Jangan jadi banyakan istirahatnya dibanding produktifnya. Soalnya dengan istirahat pasti bakal membantu produktivitas juga.

 

Jadi, Pepper Potts tuh betul. Dia paham bahwa selama hidup Tony Stark gak pernah istirahat beneran. Kita pun sebagai masyarakat setelag nonton Iron Man pertama, begitu keluar bioskop nanya “Abis ini ceritanya apa ya?” Begitu juga setelah nonton Iron Man 2, lalu Iron Man 3. Begitu terus pertanyaannya sampai kemarin Endgame. Ini aja, Endgame udah selesai, kita keluar bioskop tetap punya pertanyaan.

 

“Yang masih hidup gimana dong?”

 

Hadeeeeeh, never ending question! #TeamNoRest.

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU pini

OU pini

Weathering with You: Film Animasi Jepang yang Masuk Oscar

Film animasi asal Jepang, ‘Weathering with You’ alias ‘Tenki no Ko’, sudah dapat disaksikan di layar lebar Indonesia sejak bulan Agustus 2019 lalu. Kalo kamu udah nonton filmnya yang berjudul ‘Your Name’ atau ‘Kimi no Na Wa’ yang rilis tahun 2016, pasti kamu nggak sabar untuk menyaksikan film karya sutradara yang sama, Makoto Shinkai. Atau…
OU pini

‘IT: Chapter Two’ Semakin Mencekam Dibanding Dua Tahun Lalu

Pada film IT tahun 2017 yang lalu, tujuh orang anak mempertaruhkan hidupnya mencoba menguak sosok misterius yang meneror dan menyebabkan hilangnya teman-teman mereka di Kota Derry, Maine, Amerika Serikat. Membentuk sebuah kelompok, mereka menamai diri sebagai The Losers Club. Keberanian dan kerja sama membuahkan keberhasilan dalam menguak siapa sosok misterius itu dan berhasil mengatasinya. Keberhasilan…
OU pini

Ibu Kota Pindah! Kira-kira Kenapa Ya?

Dari presiden pertama hingga ketujuh, sudah 74 tahun lamanya wacana pemindahan ibu kota kian terbit tenggelam. Tahun ini wacana pemindahan ibu kota baru resmi dikumandangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo melalui konferensi pers di Istana Negara pada 26 Agustus 2019. Ibu kota baru tersebut akan berlokasi di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara, Kalimantan…