Reuni Para Musisi di Synchronize Festival 2019

Festival musik yang diadakan di Gambir Expo Kemayoran ini terbukti telah menghebohkan sosial media dua minggu lalu. Tanggal 4, 5, 6 Oktober 2019 kemarin, pencinta musik dari berbagai kalangan berkumpul untuk menikmati salah satu perhelatan musik terbesar setiap tahunnya. Dari berbagai macam generasi, genre musik, ditambah lima panggung yang menampilkan banyak musisi selama 3 hari 3 malam. Apakah kamu salah satu orang yang hadir di Synchronize Festival 2019?

 

Festival musik ini kembali menampilkan berbagai musisi Indonesia papan atas yang lagi-lagi memberikan banyak kejutan. Dimulai dari penampilan Raisa yang menjadi salah satu musisi pembuka di hari pertama yang banyak ditunggu-tunggu oleh penonton. Serta deretan musisi yang sedang naik daun seperti Kunto Aji, Pamungkas, dan Ardhito Pramono turut menghibur panggung di hari pertama.

 

Beberapa band seperti Elephant Kind, Scaller, Barasuara, Angsa dan Serigala, Skastra, dan grup musik lainnya juga mencuri perhatian para penonton yang hadir dari jam 5 sore. Makin malam acara semakin syahdu dengan lantunan lagu dari Glenn Fredly dan ditutup oleh “the father of broken heart” yaitu musisi legenda, Didi Kempot, di hari pertama.

 

 

 

Hari kedua tidak kalah mengejutkannya. Salah satu  yang mencuri hati penonton adalah penampilan Erwin Gutawa Orchestra Tribute to Chrisye. Konsep  ini dibawakan dengan menghadirkan suara almarhum Chrisye yang diiringi band. Belum lagi konsep yang berkesan dari Oom Leo berkaraoke bersama Wali, Setia Band, Babang Andika, dan Radja mengajak semua ikut bernostalgia dengan lagu-lagunya. Malam itu juga datang secara dadakan yaitu sang legenda, Iwan Fals. Belum selesai kejutannya, Synchronize Festival hari kedua menghadirkan penampilan boyband, SMASH.

 

 

Masuk ke hari terakhir, Pee Wee Gaskins menjadi pembuka yang sangat epik. Teriknya matahari siang tidak menghalangi penonton untuk tetap menyaksikan penampilan band beraliran pop punk ini.

 

Sore harinya ada sekumpulan ibu-ibu nyentrik dengan lagu-lagu yang membawa pesan baik, siapa lagi kalau bukan  Nasida Ria. Rangkaian musisi yang tampil makin membuat venue semakin ramai, tidak tanggung-tanggung band seperti Kahitna, Sheila On 7, kolaborasi Rocket Rockers dan Fiersa Besari, dan .Feast juga menjadi pelengkap yang tidak bisa dilupakan. Penampilan penyanyi perempuan diva indie, Danilla, serta The Trees and The Wild yang membawakan lagu-lagu dari album lamanya, serta Killing Me Inside dengan formasi reuniannya ternyata berhasil menjadikan momen hari terakhir sangat berkesan. Nah, ada juga band yang banyak dinanti penampilannya di Synchronize Festival karena hadir dengan formasi lengkapnya sehingga menjadi bahan perbincangan. Band apakah itu? Ya, Clubeighties! Band ini berhasil tampil dengan membawa dua personilnya yaitu Vincent dan Desta.

 

 

Bagaikan mesin waktu, acara ini sukses membawa penonton yang hadir bisa bernostalgia dengan lagu-lagu dari banyak musisi yang tampil. Synchronize Festival juga berhasil menjadi wadah bagi banyak musisi muda bertalenta untuk menunjukkan bakatnya. Bahkan bisa juga jadi ajang musisi muda dan musisi yang sudah senior untuk saling berkenalan dan memperluas networking.

 

Yang berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini Synchronize Festival juga mengajak penonton yang hadir agar lebih ramah lingkungan. Dimulai dari ajakan membawa botol minum sendiri serta disediakannya tempat pengisian air minum gratis, menyediakan wadah sampah terpisah di venue, serta mengajak pengunjung untuk berangkat menggunakan sepeda dan transportasi umum. Sebuah terobosan baru untuk mengajak penonton tidak hanya menikmati karya-karya musik dari musisi andal, namun juga dapat menjaga kesehatan lingkungan.

 

 

Article by Muhammad Iqbal Hanifah

 

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU pini

OU pini

We Are Little Zombies, Film Wajib Tonton di JFF!

Ada beberapa film Jepang yang bergenre drama di JFF. Salah satunya adalah We Are Little Zombies yang kembali ditayangkan di 14th Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) di Yogyakarta. Film ini menerima special mention di Berlin International Film Festival 2019 dan menjadi pemenang Special Jury Award for Originality di Sundance Film Festival 2019. Wow, makin penasaran ya? Simak sinopsisnya di sini yuk!…
OU pini

Bento Harassment, Film Keluarga di Japanese Film Festival 2019

Japanese Film Festival – Indonesia 2019 (JFF) akan segera dimulai nih! Pasti udah pada tahu kan kalau tanggal 7-10 November 2019 nanti JFF dimulai di Jakarta?   OU dapat kesempatan untuk ikut Press Screening di CGV Grand Indonesia hari Selasa, 5 November 2019. Film yang ditayangkan adalah Bento Harassment. Film keluarga ini sukses bikin para…
OU pini

Sinopsis 3 Film di Hari Pertama Japanese Film Festival 2019

Pasti kamu udah siap kan untuk nonton film-film seru di Japanese Film Festival – Indonesia 2019 (JFF)? Kalo masih bingung mau nonton film apa aja, yuk simak sinopsis yang udah OU siapin buat kalian sekaligus jadwal tayangnya di JFF!  
OU pini

Converse Renew Canvas: Mari Bersama Perangi Sampah Plastik!

Kehidupan dan kehancuran manusia bergantung pada kondisi alam dan lingkungan. Dengan keadaan yang terjaga dan terawat, harmonisasi akan tercipta. Hal itu pun bisa memperpanjang angka harapan hidup manusia. Sayangnya, kondisi alam dan lingkungan sedang tidak baik saat ini, rusak oleh sampah plastik yang mencemari perairan, daratan hingga udara. Keadaan ini perlu ditangani sesegera mungkin dan tidak boleh…