STRANGER THINGS 3: The Mind Flayer is back?

Trailer resmi dari series kesayangan para pengikutnya ini sudah resmi ditayangkan minggu lalu. Part demi part scene yang mengundang banyak teka-teki pun sontak memenuhi kolom komentar media sosial Netflix yang penuh antusias para penonton setia series tersebut karena sudah tidak sabar lagi untuk menunggu.

 

Sejak series ini dirilis, Stranger Things mampu membawa kita semua kembali ke suasana tahun 80-an. Dalam film tersebut terdapat banyak sekali referensi yang akhirnya menjadi suatu trend tersendiri beberapa tahun belakangan ini. Contohnya seperti trend pada color tone, game hingga fashion.

Series musim ke tiga ini nantinya akan menyuguhkan 8 episode yang menegangkan. Tentunya dengan treatment baru ‘’feels more like an action movie’’. FYI, pada season 3 ini pula The Mind Flayer kembali setelah monster terjebak pada Upside Down di season sebelumnya.

 

Walaupun pada season ini cerita akan lebih di percepat, namun, tidak merusak cerita seru yang akan disajikan. Cerita pada season ini akan dipercepat karena para tokoh diceritakan sudah mulai tumbuh dewasa, ini semua dilakukan untuk meminimalisir keanehan cerita yang terlalu tenggelam pada masa kanak-kanak. So, jangan sampe skip ya nontonnya!

Dengan rilisnya season 3 Stranger Things pekan depan, rasanya ga bisa menahan untuk memikirkan apa yang bakal Dustin pikirkan untuk menamai monster mengerikan yang muncul di Hawkins, Indiana.

Buat kalian yang juga bertanya-tanya tentang sosok Kali yang sempat hadir pada season 2 kemarin, kabarnya tokoh pada episode ‘’The Lost Sister” ini pun akan kembali muncul untuk menyelesaikan perannya dalam series tersebut. Sebagai penyegaran, karakter Kali (Linnea Berthelsen) adalah anak yang memiliki kemampuan untuk memanipulasi pikiran orang dengan ilusi yang Ia cipatakan.

 

Seperti apa cerita dalam Season 3 ini? Mengapa Mind Flayer kembali? Stay tune terus penjelasan OU minggu depan ya!

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU pini

OU pini

Recera: Less Stress with Ceramic Making

Hello, Anxiety You’ve come to keep me company. Tonight, a lonely soul I’ve tried to learn the art of letting go. I’m craving something real, A kind of rush that I can feel. The night is rough you know, I’ve cried but I won’t dare to let it show. What if the world won’t bend…
OU pini

Bencong Si Eksistensialis

Bencong, atau dalam bahasa yang lebih ‘keren’ kita menyebut mereka sebagai transgender, merupakan sosok yang sering kita anggap sebelah mata. Mereka sering banget terlihat di pinggir jalan sembari menenteng bass betot yang sangat D.I.Y (Do It Yourself) itu, atau speaker yang kadang bisa buat dua telinga bindeng, dengan harapan dan usaha demi mengumpulkan recehan-recehan dari…
OU pini

Waktu Istirahat Yang Tepat

“You can rest now, “ kata Potts ke Stark.   Pertama kali nonton, jelas emosi kacau balau dan tetes air mata membasahi sekujur wajah. Sekarang, setelah beberapa waktu film turun bioskop, ada pemikiran yang hadir. Kalau dipikir-pikir, dalam hidup emang betulan gak ada waktu istirahat. Masyarakat pun menyetujui kalau hidup punya alur sebagai berikut: SD…
OU pini

Bumi Manusia, Sesuai Ekspektasi Pak Pram?

Banyak orang sudah tidak asing lagi mendengar kata “Bumi Manusia”. Salah satu novel legendaris karya Pramoedya Ananta Toer bergenre fiksi-roman dan sejarah satu ini kini sedang hangat diperbincangkan netizen sosial media. Gimana nggak, katanya novel sastra dengan alur berat dan karakter kuat ini berusaha diangkat ke layar lebar oleh Falcon Pictures, salah satu perusahaan rumah produksi…