SENI DI BALIK KELEZATAN MAKANAN DARI IKLAN TV HINGGA FILM LAYAR LEBAR

‘’Jangan lupa makan dulu sebelum nonton film Aruna dan Lidahnya, ntar laper.’’

‘’Udah nonton film…….? Laper nggak?’’

‘’Sial! Iklan mie instan ini bikin laper aja!’’

 

Ungkapan-ungkapan di atas terasa sangat  familiar, kan? Buat kalian yang kemarin sempat menonton film Aruna dan Lidahnya, pasti tahu sendiri bagaimana bikin ngilernya efek yang ditimbulkan dari penyajian makanan yang dikemas dengan sangat menarik hingga dapat mengajak cacing-cacing di perut penontonnya langsung berontak langsung minta diperhatikan.

 

Film tersebut tidak beda jauh dengan iklan makanan juga minuman yang sering kita temukan sehari-hari. Makanya, sangat bisa dimengerti jika iklan makanan dan minuman tersebut tidak boleh tayang pada siang hari di bulan Ramadhan. Bisa menggoda iman jadinya.

 

Memangnya ada apa sih dibalik lezatnya makanan atau minuman yang terpampang nyata di layar kaca tersebut? Apakah ada guna-gunanya?

 

Tenang, tenang. Itu semua bukan sebeh (Bahasa Jawa dari penglaris atau guna-guna). Namun, itu semua ulah dari tangan-tangan para food stylist yang cekatan membuat makanan dan minuman terlihat menarik mata dan perut bagi siapa saja yang melihatnya.

Bahkan, di Indonesia sendiri, sudah banyak yang mendalami profesi food stylist ini. Sudah ada beberapa nama yang memang sejak awal karirnya lahir dari profesi menata makanan dan minuman ini di Indonesia. Sebut saja Puji Purnama, karya-karya sesepuh food stylist ini sudah melalang buana baik di layar kaca maupun media cetak Indonesia.

 

Food stylist wajib punya kemampuan dasar yang cakep, yaitu keterampilan dalam menata dan menggambil gambar dari detail penyajian hingga membuat suatu makanan yang sebenarnya biasa saja menjadi luar biasa. Segala keterampilan tersebut membutuhkan suatu skill teliti yang kuat demi menghasilkan karya yang ciamik.

Bekerja cenderung perfeksionis adalah kunci. Untuk menghasilkan detail wujud makanan atau minuman yang menggugah rasa lapar memang harus bekerja ekstra. Tidak tanggung-tanggung, para food stylist ini rela mencari bahan baku hingga ke pelosok bahkan rela membuat tampilan telur mata sapi yang sempurna untuk sebuah karyanya.

 

Tidak heran jika seorang food stylist selalu mempunyai alat perang yang lengkap layaknya para koki ahli. Tidak hanya skill menata saja yang harus cekatan, namun juga mengatur tampilan serta waktu dalam mengambil gambar makanan atau minuman tersebut.

 

Menata makanan dan minuman tidak bisa sembarang menata begitu saja. Ada teknik juga mood warna sendiri yang mempengaruhi, bahkan, bukan tidak mungkin para food stylist tersebut juga harus mendalami sejarah dari makanan atau minuman tersebut untuk menunjang perfeksionis karya yang dihasilkan.

 

Berminat untuk menjadi food stylist berikutnya?

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU pini

OU pini

JAKARTA SNEAKER DAY: THE RISE OF SNEAKER CULTURE

Bagi sebagian orang, kegilaan terhadap suatu barang merupakan hal yang umum terjadi. Umumnya, mengkoleksi suatu barang bisa jadi suatu kepuasan tersendiri, juga reward atas kerja keras yang sudah kamu lakukan. Namun, ada juga yang memang menjadikannya sebagai hobi sehingga rela mengeluarkan budget berapapun untuk mendapatkan barang koleksinya.   Belum lama ini, Ou Event hadir pada…
OU pini

OU PINI: OLAHAN BAKMIE SEBAGAI SIMBOL PANJANG UMUR

Masih dalam suasana perayaan Chinese New Year, tahun ini menjadi tahun Babi tanah pada kalender cina. Perayaan tahunan ini selalu penuh dengan doa-doa, kebahagiaan serta harapan untuk keberuntungan.   Hampir setiap tahunnya, ornamen-ornamen simbolik berwarna merah selalu menghiasi pusat perbelanjaan juga beberapa lokasi pecinan yang ada di setiap daerah. Walaupun tidak setiap tempat punya tradisi…
OU pini

CARA UNIK SHANGHAI CHINA ATASI KEMACETAN, BAGAIMANA INDONESIA?

Macet lagi macet lagi, seakan-akan sobat sambat (re: mengeluh dalam bahasa jawa) di seluruh belahan dunia ini setuju jika MACET menjadi alasan tertinggi untuk sambat sehari-hari. Bagaimana tidak, di negara kita saja misalnya, butuh waktu lebih lama untuk menempuh suatu lokasi yang sebenarnya tidak terlalu jauh, namun kendala macet di jalan tidak lagi dapat dihindari.  …
OU pini

OU PINI: FILM BIKINAN KOREEDA, FAMILI SENTRIS YANG CUKUP MENGURAS EMOSI

Apa arti sebuah keluarga bagi kalian? Sebuah tali saudara yang dibangun atas dasar cinta juga emosi bersama, mungkin? Pada film Shoplifter ini, arti sebuah keluarga dikemas berbeda dari film drama serupa.   Berlatar belakang di daerah pinggiran Tokyo, film bikinan sutradara kenamaan Jepang, Hirokazu Koreeda ini bercerita tentang kehidupan sebuah keluarga miskin yang terbangun karena…