Seni dan Obsesinya Pada Kucing

Kalau ditanya, hewan apa yang paling sering dijadikan objek oleh para seniman dari jaman dahulu kala? Kucing jawabannya! Obsesi pada hewan yang satu ini  telah dimulai jauh sebelum era meme, video, serta foto-foto yang berserakan di Internet.

 

Sebelum menelusuri lebih jauh kenapa manusia sangat terobsesi dengan kucing, enaknya cari tau dulu kali ya mengenai proses munculnya budaya ini. Kucing bisa dibilang menjadi bagian dari berbagai tradisi dan sejarah dari berbagai kultur di berbagai belahan dunia. Alasannya pun berbagai macam, tapi yang mendasari adalah, takhayul (atau superstition Bahasa kerennya).

 

Kucing dan Kebudayaan

 

Kucing merupakan simbol tersendiri di dunia sihir menyihir, orang-orang Swiss jaman dahulu kala bahkan membuat selimut dari bulu kucing dan menjadikan kucing sebagai ramuan untuk mengobati rematik. Di Mesir sendiri, kucing dijadikan hewan yang sakral, sampai-sampai bangsa Romawi ikut-ikutan terpesona dengan kucing, pada akhirnya dibawa ke dataran Eropa dan dijadikan peliharaan.    

 

Nggak cuma orang Eropa dan Afrika aja, kucing juga punya fans-nya sendiri di Jepang. Maneki Neko (itu lho kucing-kucingan yang tangannya naik turun, biasa dijadikan pajangan toko) merupakan simbol keberuntungan. Beberapa agama kuno di Asia menganggap bahwa kucing dirasuki roh-roh berpengetahuan luas yang diutus khayangan untuk menemani manusia.

 

Di agama Islam, hewan ini juga memiliki kedudukan istimewa, hewan favorit Nabi Muhammad katanya. Dalam mitologi Nordic, dewi cinta dan keindahan, Freja digambarkan seperti sedang menaiki kereta kuda yang ditarik oleh kucing. Kucing pun juga dianggap membawa kesialan – kalau bertemu kucing hitam misalnya (meskipun dianggap kucing yang membawa keberuntungan di Inggris).

 

Dengan kehadiran yang cukup Panjang di dalam sejarah manusia, harusnya nggak heran lagi yah kalau menemukan karya seni yang menjadikan kucing sebagai objek utamanya. Penemuan mengenai hubungan manusia dan kucing ini ditemukan para arkeolog, 30 tahun lalu, saat mereka menggali kuburan yang telah ada semenjak tahun 7500 Sebelum Masehi, di kuburan tersebut mereka menemukan kerangka manusia yang satu liang dengan kerangka kucingnya di Siprus.  

 

Kucing dalam Karya Seni

 

Beberapa abad setelahnya, kucing tetap menjadi figur penting dalam kehidupan manusia. Yang paling berpengaruh di kebudayaan Mesir Kuno misalnya. Kucing yang disebut sebagai “mau”, dapat ditemukan dalam berbagai lukisan di Mesir Kuno. Semua lukisan tersebut biasanya menggambarkan sifat kucing yang anggun, tenang, dan kemampuan mereka untuk membunuh hewan seperti ular kobra, dari situ lah, kucing dianggap sebagai pelindung bagi manusia. Seperti manusia juga, kucing-kucing ini dimumikan ketika mereka meninggal. Kucing pun diabadikan melalui mitologi Dewi Mafdet yang berkepala singa.

 

Mulai dari abad pertengahan dan Renaisans, kucing dalam karya lukis mulai digambarkan sebagai makhluk manja nan lucu yang kerap menemani aktivitas manusia. Penggambaran ini berlanjut hingga periode Baroque hingga kini. Dengan penggambaran dalam berbagai teknik tentunya.

 

Selain Mesir, Jepang juga negara yang terobsesi abis-abisan dengan kucing. Hingga kini mereka mempunyai café kucing, kuil kucing, pulau kucing, sampai hari khusus kucing. Sebelumnya, para kucing ini didatangkan dari China ribuan tahun yang lalu, dimanfaatkan sebagai pembasmi tikus. Mereka biasanya tinggal di peternakan dan di dalam rumah, meskipun belum dijadikan hewan peliharaan pada saat itu.

 

Tahun 1602 setelah periode aristocrat berlangsung lama, para kucing dibebaskan untuk menangkap tikus-tikus yang merusak industri ulat sutra. Ini lah yang menjadi awal berkembangbiaknya kucing-kucing di sana. Sampai-sampai mempengaruhi kesenian di Jepang pada saat itu, cukilan ukiyo-e pun banyak bercerita mengenai kelakuan aneh nan cute para kucing, disusul dengan ukiran, sampai mainan.

 

Kucing dalam karya seni modern pun nggak terhitung jumlahnya, banyak banget, berbagai nama besar seperti Leonardo Da Vinci, Pablo Picasso, Andy Warhol, sampai fotografer Philippe Halsman membingkai kucing dengan sempurna dalam karya-karya mereka.

 

Di samping fakta-fakta yang telah disebutkan di atas, tahukah kamu kalau kucing ternyata adalah hewan dengan tingkat observasi yang baik dan cenderung manipulatif? Penelitian saintifik yang dilakukan oleh beberapa ilmuwan di University of Sussex Inggris ini menemukan kalau meongan yang dikeluarkan kucing ketika meminta makan ternyata menirukan suara bayi manusia. Dan meongan ini pun sukses membuat insting “mengasuh” manusia terpancing.

 

Jadi ngerti kan kenapa banyak orang bahkan pelaku seni yang terobsesi dengan kucing?   

 

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU pini

OU pini

ANTUSIASME ANAK MUDA PADA UI/UX DESIGN

Banyaknya layanan yang terus memanjakan pengguna, ternyata berpengaruh besar pada keinginan anak muda untuk berlomba menciptakan berbagai aplikasi yang menarik. Antusiasme tersebut, dalam skala kecil, tampak jelas terlihat pada mahasiswa Program Graphic Design and New Media dari Binus Northumbria School of Design dalam workshop yang diadakan oleh Ou Magazine pada hari Jumat lalu.   Workshop…
OU pini

Refleksi Diri Lewat Reality Show

Bisnis reality show di televisi memang tidak ada habisnya. Kenapa? Mungkin program jenis ini memiliki daya pikat tersendiri bagi para penontonnya. Yang namanya reality show kan berdasarkan realita. Jadi banyak yang merasa punya koneksi langsung dengan cerita yang disajikan. Di Indonesia, yang namanya program reality show itu bukan lagi jadi hal yang asing, ada di…
OU pini

Wildfang: Menjalankan Aktivisme Lewat Fashion

Kata feminisme masih jadi momok menakutkan bagi banyak orang yang sebenarnya tidak mengetahui esensinya. Masih banyak awam yang menyangka kalau gerakan ini adalah usaha untuk merepresi laki-laki. Padahal sejatinya, feminisme  menuntut agar perempuan dimanusiakan serta berdiri sama tinggi, sesederhana itu kok.   Dengan banyaknya kasus pelecehan seksual baik fisik maupun verbal yang kerap diterima oleh…
OU pini

Di Balik Ketenangan musik Lo-fi hip hop di YouTube

Coba bayangkan momen pas hari-hari di kantor sangat melelahkan karena kerjaan yang numpuk. Belum lagi ocehan bos yang menambah ketegangan. Ingin berkeluh kesah tapi para sahabat juga sibuk dengan kegiatan mereka. Dan akhirnya berujung dengan pulang ke rumah, membuka kulkas lalu mengambil satu kaleng bir atau membuat teh hangat tanpa gula, kemudian menjatuhkan badan di…