Sastra Lintas Rupa: Buku Resep Masakan dengan Cita Rasa Sastra

Frasa ke II dalam Sastra Lintas Rupa tahun 2018 lalu mengajak kita untuk membaca sastra dengan mudah. Masih sama dengan sebelumnya, Frasa II ini membahas tentang frasa zine set. Frasa zine set yang mengombinasikan arsip, kuliner, sastra dan seni rupa menjadi kumpulan karya. Bukan hanya isinya saja yang menarik, namun desain zine kali ini tak kalah unik, buat kita makin penasaran dengan isi buku tersebut. Desain yang dirajut sendiri menjadi sedemikian rupa dengan pemilihan warna, desain, cerita, bentuk dan kertas yang sangat aestetik dan unik.

Karya Sastra Lintas Rupa ini pertama di inisiasikan oleh Garyanes Yulius pada tahun 2017 lalu untuk tugas akhir kuliahnya. Gary merupakan seorang mahasiswa Design Komunikasi Visual lulusan dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Berangkat dari pemikiran “Bagaimana jika sebuah karya sastra tetapi menyerupai buku resep masakan? Bagaimana jika sastra kita buat lucu?” ini malah beneran terealisasikan bukunya.

Arsip, Sastra, Rasa, dan SDD.

 

SDD atau Sapardi Djoko Dhamono adalah satu dari tokoh penting di dunia kesuasastraan Indonesia, Ia adalah seorang pujangga yang menaruh minat pada puisi dan prosa liris ini juga menjadi satu diantara pendiri Pusat Dokumentasi Sasatra H.B Jassin.

 

Pada frasa II ini, Sastra Lintas Rupa berangkat dari pertanyaan yang serampangan mengenai sosok SDD “gila Sapardi keren banget di kasih makan apa ya dia?” Yup, masih seputar makanan, yukkk kita bahas isi dari frasa II kali ini!

 

Dalam pembuatan buku ini, SLR mengunjungi rumah Sapardi untuk wawancara ringan, dalam percakapan mereka akhirnya menemukan delapan resep masakan yang disukai dan mempunyai andil dalam kehidupan beliau yang kemudian dikemas dengan tulisan dan visual karya baru melalui arsip PDS HB Jassin.

 

Ratengan, bubur manado, Indomie Sambal Matah, saimin dan karak gosong merupakan highlight masakan yang akan dibahas di dalam buku ini dengan cerita yang menarik.

Bubur Manado dan masakan lainnya

 

Sedikit bercerita mengenai bubur manado, cerita fiksi yang diangkat dalam latar sebuah keluarga sederhana. Bubur manado atau tinutuan membawa cerita sendiri antara kisah cinta Saswono dan Pinkan Istrinya. Saswono bahkan masih ingat pertama kalinya dia menyantap masakan kecil pinkan tersebut.

 

“ Saya boleh minta yang belum dicampur saja?” ungkapnya. Dan hal itu membuat Istri Saswono terkekeh karena pertanyaan Saswono seperti sedang makan bubur ayam bukan tinutuan yang memang dari awal pembuatan sudah dicampur. Kenikmatan rasa dari tinutuan membuatnya tidak dapat menolak bubur ini, apalagi yang membuatkannya ialah Pinkan.

 

Di dalam buku ke dua Sastra Lintas Rupa juga memberikan sejumlah cerita makan lainnya seperti bubur polos yang diceritakan melalui puisi, ratengan dengan kisah tiga anak remaja yang berkunjung ke Yogyakarta dan hunting makan gitu ceritanya, indomie sambal matah bercerita tentang pemikiran seseorang terhadap temannya yang sulit untuk dia mengerti namun tetap mengingini nya sebagai indomie sambal matah kesukaannya. Kemudian ada karak gosong, bubur kacang ijo, kopi aroma dan saimin yang dikemas dengan tulisan karya dan visual baru dari arsip PDS HB Jassin.

Beneran ada RESEP MAKANANNYA!

 

Yang paling menarik di sini ialah: buku ini memberikan resep asli dari “Resep Jeung Sonya” (semua masakan seperti bubur manado, bubur polos, ratengan, indomie sambal matah, karak gosong, bubur kacang ijo, kopi, dan saimin).

 

Gila ya, ide yang menarik banget. Bener-bener kita bisa baca sastra sambil tau resep masakan donggg, kalian juga jadi bisa coba buat masakan kesukaan Pak Sapardi ini dirumah.

Dalam malam peluncuran Frasa II, pada tahun 2018 kemarin Sastra Lintas Rupa juga membawa arsip ke pesta!

 

Tahun 2019 ini Sastra Lintas Rupa mengangkat tema “Partisipatif” (dendang arsip nusantara) yang mengajak para jiwa-jiwa muda dan tua untuk merefleksikan sejarah seni propaganda secara inderawi (musik dan visual), melalui respon arsip propaganda Jepang yang berkerja hebat di negeri ini.

 

Sastra Lintas Rupa memang membuat sastra tampak terlihat menyenangkan, ketika arsip-arsip sastra diindentikkan dengan suatu yang diam dan bertumpuk, SLR berusaha agar arsip-arsip tersebut disebar menjadi sinaran dan gelagar yang dirayakan.

 

Sukses terusss Sastra Lintas Rupa ke depannya, ciptakan terus karya sastra yang unik dan menarik ya!

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU pini

OU pini

ENNICHISAI: Festival Jepang Tahunan di Blok M

Sudah tiga minggu berlalu sejak diadakan Ennichisai pada Sabtu-Minggu, 22-23 Juni 2019 namun euforianya masih saja terasa. Bagi penggemar budaya Jepang, pasti sudah tidak asing lagi dengan festival seni dan kuliner Jepang di Blok M ini. Festival ini berhasil menyulap sepanjang jalan Melawai di sekitar Blok M Square jadi serasa di Jepang! Baca liputan OU…
OU pini

PARASITE : Makes You Feel Like Riding A Roller Coaster

Karya Bong Joon Ho paling mind blowing ini berhasil memenangkan penghargaan di Festival De Cannes dan Sydney Film Festival. Karyanya yang gila banget membuat Bong Joon Ho menjadi orang pertama asal Korea yang berhasil meraih Palme d’Or.   Film Parasite menceritakan sebuah keluarga miskin, sepasang suami istri (Ki Taek dan Chongsok) dan anaknya (Ki Woo dan Ki…
OU pini

STRANGER THINGS 3: The Mind Flayer is back?

Trailer resmi dari series kesayangan para pengikutnya ini sudah resmi ditayangkan minggu lalu. Part demi part scene yang mengundang banyak teka-teki pun sontak memenuhi kolom komentar media sosial Netflix yang penuh antusias para penonton setia series tersebut karena sudah tidak sabar lagi untuk menunggu.   Sejak series ini dirilis, Stranger Things mampu membawa kita semua…
OU pini

Taylor Swift’s Dramatic Transformation

Baby doll, when it comes to a lover I promise that you’ll never find another like Me-e-e, ooh-ooh-ooh-ooh I’m the only one of me Baby, that’s the fun of me   Siapa nih yang terngiang-ngiang lagu “ME!” yang dinyanyikan Taylor Swift bersama Brendon Urie, salah satu personil band Panic! At The Disco? Tenang, kamu nggak…