PARASITE : Makes You Feel Like Riding A Roller Coaster

Karya Bong Joon Ho paling mind blowing ini berhasil memenangkan penghargaan di Festival De Cannes dan Sydney Film Festival. Karyanya yang gila banget membuat Bong Joon Ho menjadi orang pertama asal Korea yang berhasil meraih Palme d’Or.

 

Film Parasite menceritakan sebuah keluarga miskin, sepasang suami istri (Ki Taek dan Chongsok) dan anaknya (Ki Woo dan Ki Jung). Semua berawal dari teman baik Ki Woo (Choi Woo Sik) yaitu Min Hyuk (Park Seo Joon) yang harusnya menjadi guru private Bahasa Inggris seorang anak SMA pergi ke luar negeri untuk belajar. Min Hyuk pun memintanya untuk menggantikannya menjadi guru private Bahasa Inggris di sebuah rumah orang kaya. Dari sanalah aksi Ki Woo dan keluarganya di dalam rumah tersebut di mulai.

Film dengan genre family tragicomedy berdurasi 131 menit ini setiap scene-nya membuat kita tidak bisa memejamkan mata. Setiap plotnya memberikan kejutan yang tak terduga-duga. Kadang kita bisa dibuat tertawa terbahak-bahak sampai ngerasa “Aduh, konyol banget sih!” bahkan sampai yang buat kita tegang sampai bikin mata terbelalak, mulut terbuka, tangan nutupin muka, saking film ini banyak banget ngasih kejutan yang gak pernah terpikirkan.

Yup, alurnya yang halus, namun sungguh sulit untuk ditebak. Kalian gak bisa nonton film ini setengah-setengah, guys. Kenapa? Soalnya agar tau seluruh ceritanya, kalau sampai tertinggal, kemungkinan kalian bakal langsung bertanya-tanya “Ini kok jadi gini?” atau “Lho kok bisa?”. Kamu bakal bingung deh karena setiap plotnya suka banget ngasih kejutan dan bikin kita sulit memprediksi ending-nya.

Film ini menyuguhkan maha karya yang memang artistik dan sinematografi yang bisa dibilang emang enak banget buat ditonton. Ceritanya yang sangat mulus, tata artistik, tone warna yang sesuai dengan ceritanya, komedi yang dimasukkan pada cerita sangat good timing banget, pemilihan backsound yang tepat untuk setiap scene ceritanya membuat kita terhanyut ikut merasakan mood di dalamnya, dan paling penting memberikan apresiasi tinggi kepada actor dan actress yang begitu piawai memerankan peran mereka di film ini.

Film ini juga memberikan sentuhan budaya Koreanya. Seperti yang kita tahu, di Korea Selatan masyarakatnya sangat mementingkan pendidikan. Beberapa plot cerita dalam film ini menunjukkan bahwa pendidikan sangat penting, terutama untuk anak-anak mereka yang masih duduk di bangku sekolah. Bukan hanya itu, sisi kota lain dari Korea Selatan juga diperlihatkan. Jika yang kita tau Korea Selatan merupakan negara maju, namun dalam film ini, Bong Joon Ho memperlihatkan sisi lain dari negara ginseng tersebut. Di sisi lain kota besar juga memiliki tempat-tempat yang berbanding terbalik dengan negara Korea Selatan yang kita bayangkan.

Dengan film ini, kalian juga dapat membawa bekal moral. Bagi orang-orang yang memiliki pemikiran sempit, semoga dengan adanya film ini juga bisa tersadarkan. Pokoknya nonton aja dehhh!

 

Film ini sangat rekomendasi banget, sangat disayangkan kalau kalian sampai gak nonton, karena emang sebagus itu. Selain itu, film-film yang ikutan festival sangat susah lho buat ditemuin di website online mana pun. Kalau dari OU sendiri, film ini berada pada rating 9/10 ! Kalau menurut kalian yang udah nonton, film ini kalian kasih rating berapa nih?

Semoga ke depannya akan selalu ada karya-karya dengan ide liar dari Bong Joon Ho lagi yang bisa kita nikmati ya! Karena semua karya-karya miliknya memang bagus-bagus semua. Selain Parasite, sebelumnya karya film dari Bong Joon Ho berjudul Okja. Ini juga bagus banget, guys! Kalo kamu penasaran, film Okja udah ada di Netflix lho. Gasss nonton Parasite dan Okja habis ini!

8 comments

  1. thank you for your lessons, it’s very useful for the learner and also easy for them to follow each instruction once again much appreciated with that.
    Thank you for your kind words. The Grammar lessons will be coming soon. Check them out.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU pini

OU pini

Recera: Less Stress with Ceramic Making

Hello, Anxiety You’ve come to keep me company. Tonight, a lonely soul I’ve tried to learn the art of letting go. I’m craving something real, A kind of rush that I can feel. The night is rough you know, I’ve cried but I won’t dare to let it show. What if the world won’t bend…
OU pini

Bencong Si Eksistensialis

Bencong, atau dalam bahasa yang lebih ‘keren’ kita menyebut mereka sebagai transgender, merupakan sosok yang sering kita anggap sebelah mata. Mereka sering banget terlihat di pinggir jalan sembari menenteng bass betot yang sangat D.I.Y (Do It Yourself) itu, atau speaker yang kadang bisa buat dua telinga bindeng, dengan harapan dan usaha demi mengumpulkan recehan-recehan dari…
OU pini

Waktu Istirahat Yang Tepat

“You can rest now, “ kata Potts ke Stark.   Pertama kali nonton, jelas emosi kacau balau dan tetes air mata membasahi sekujur wajah. Sekarang, setelah beberapa waktu film turun bioskop, ada pemikiran yang hadir. Kalau dipikir-pikir, dalam hidup emang betulan gak ada waktu istirahat. Masyarakat pun menyetujui kalau hidup punya alur sebagai berikut: SD…
OU pini

Bumi Manusia, Sesuai Ekspektasi Pak Pram?

Banyak orang sudah tidak asing lagi mendengar kata “Bumi Manusia”. Salah satu novel legendaris karya Pramoedya Ananta Toer bergenre fiksi-roman dan sejarah satu ini kini sedang hangat diperbincangkan netizen sosial media. Gimana nggak, katanya novel sastra dengan alur berat dan karakter kuat ini berusaha diangkat ke layar lebar oleh Falcon Pictures, salah satu perusahaan rumah produksi…