THE NIGHT COMES FOR US : TWO THUMBS FOR THE FIRST INDONESIAN’S ACTION MOVIE ON NETFLIX

Pernah belum mendengar celetukan, “Kapan ya Indonesia bisa bikin film aksi kaya gini?”, setelah nonton kegarangan film action dari luar yang selalu memukau penontonnya. Nah, OUPINI kali ini akan membahas satu film aksi Indonesia yang berhasil tembus layar Netflix. Film apa itu? The Night Comes For Us!

 

Buat kalian yang sudah nonton The Raid 1 dan 2, Headshot, Merantau dan film aksi lainnya, film ini bisa menjadi salah satu kebanggaan film aksi Indonesia tahun ini. Film aksi Indonesia yang berhasil menembus layar Netflix untuk pertama kalinya ini, bisa dibilang lebih ‘’sadis’’ juga ‘’ matang’’ dari film-film aksi sebelumnya.

Dalam film yang bedurasi kurang lebih selama 2 jam ini, digarap apik lengkap dengan pertumpahan darah juga cinematic yang mendukung. Walaupun baru di rilis pada minggu ini, namun film ini sudah berhasil memukau banyak penonton Indonesia, dilihat dari review di social media seperti twitter juga Instagram story netizen yang banyak memberikan dua jempol untuk film garapan Timo Tjahjanto ini.

 

Cast pada film ini tidak perlu diragukan lagi, ada Joe Taslim (Ito) dengan porsi akting andalannya, Iko Uwais (Arian) yang juga memuku, Abimana Aryasatya (Fatih), Asha Kenyeri Bermudez (Reina), sebagai anak kecil satu-satunya yang melihat banyak pertumpahan darah pada film ini.

Kamu juga akan melihat peran favorit dari duo-killer pasangan lesbian yang berbahaya, yaitu Dian Sastrowardoyo (Alma) dan Hannah Al Rashid (Elena). Sebagaimana di film layar lebar sebelumnya, Aruna dan Lidahnya, Dian Sastro juga Hannah membuktikan kepiawaiannya dalam berakting di segala genre karena di film aksi ini, akting mereka tidak mengecewakan sama sekali. Salut dengan mereka!

 

Tayangnya film ini membuktikan bahwa industri perfilman Indonesia patut untuk di perhitungkan karena banyak aktor juga aktris yang tidak kalah dengan bintang internasional. Buat kamu yang belum nonton film ini, luangkan waktu kalian pada akhir pekan untuk menikmati film aksi Indonesia tersadis tahun ini, ya!

 

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU pini

OU pini

OU PINI: SAMBUT PERAYAAN NYEPI DENGAN KREATIFITAS SENI LEWAT OGOH-OGOH

Ada perayaan tahun baru unik di Pulau Dewata setiap tahunnya, yaitu perayaan Nyepi. Berbeda dari perayaan tahun baru lainnya yang selalu disambut dengan keramaian, pada perayaan umat Hindu di Bali ini justru malah sebaliknya. Perayaan Nyepi selalu identik dengan kesunyian total, berdiam diri di rumah, tanpa ada listrik juga internet. Perayaan tersebut memang ditujukan bagi…
OU pini

JAKARTA SNEAKER DAY: THE RISE OF SNEAKER CULTURE

Bagi sebagian orang, kegilaan terhadap suatu barang merupakan hal yang umum terjadi. Umumnya, mengkoleksi suatu barang bisa jadi suatu kepuasan tersendiri, juga reward atas kerja keras yang sudah kamu lakukan. Namun, ada juga yang memang menjadikannya sebagai hobi sehingga rela mengeluarkan budget berapapun untuk mendapatkan barang koleksinya.   Belum lama ini, Ou Event hadir pada…
OU pini

OU PINI: OLAHAN BAKMIE SEBAGAI SIMBOL PANJANG UMUR

Masih dalam suasana perayaan Chinese New Year, tahun ini menjadi tahun Babi tanah pada kalender cina. Perayaan tahunan ini selalu penuh dengan doa-doa, kebahagiaan serta harapan untuk keberuntungan.   Hampir setiap tahunnya, ornamen-ornamen simbolik berwarna merah selalu menghiasi pusat perbelanjaan juga beberapa lokasi pecinan yang ada di setiap daerah. Walaupun tidak setiap tempat punya tradisi…
OU pini

CARA UNIK SHANGHAI CHINA ATASI KEMACETAN, BAGAIMANA INDONESIA?

Macet lagi macet lagi, seakan-akan sobat sambat (re: mengeluh dalam bahasa jawa) di seluruh belahan dunia ini setuju jika MACET menjadi alasan tertinggi untuk sambat sehari-hari. Bagaimana tidak, di negara kita saja misalnya, butuh waktu lebih lama untuk menempuh suatu lokasi yang sebenarnya tidak terlalu jauh, namun kendala macet di jalan tidak lagi dapat dihindari.  …