Kucumbu Tubuh Indahku: Tubuh Juno adalah Alam yang Terluka

Kucumbu Tubuh Indahku: A beautiful story wrapped by Javanese culture

 

Film garapan Garin Nugroho ini bercerita tentang Juno, seorang anak yang selalu berpindah-pindah. Juno akhirnya menemukan dirinya sendiri, yaitu tubuhnya. Melihat banyak kekerasan, duka, juga trauma, terlebih dari sang Ayah yang akhirnya harus menjauh dari keluarganya membuat Juno tidak kehilangan semangat hidup. Ia selalu beradaptasi dengan lingkungannya, walaupun ia harus besar dengan kesendirian.

 

 

Tubuh Juno adalah Alam yang Terluka? Bagaimana Bisa? 

Kisah Juno kecil yang sudah tertarik dengan hal-hal feminim, menari berlenggak-lenggok, namun terbelenggu oleh aturan sosial di sekitarnya yang membuat Juno malah semakin mencari-cari jati dirinya sendri. Tubuh Juno selalu ia umpamakan sebagai alam yang harus ia jaga dari perusak-perusak di luar sana.

 

Juno yang kebetulan tinggal dengan lingkungan penari Lengger, sebuah tari khas Jawa di mana penari laki-laki akan mengenakan riasan dan melenggok bak perempuan, semakin mantap untuk mendalami tarian tersebut. Juno kecil rela mengintip setiap kali kelompok penari tersebut sedang latihan.

 

Perjalanan juno sebagai penari Lengger sangat dibungkus rapi dengan beberapa fase pada setiap bagian cerita. Bagaimana Juno harus selau berpisah dengan orang-orang terdekatnya, juga bagaimana Juno dapat menerima dirinya sebagai apa yang ia rasakan.

 

Tidak sedikit nilai kehidupan serta budaya yang bisa diambil pada film emas ini. Kultur Jawa yang sangat kental dibungkus dengan poetic dan dramatis, yang membuat film ini bernyawa dan membangun rasa penasaran.

 

 

Film festival pasti membosankan.

Lewat film ini, Garin Nugroho berhasil mematahkan pikiran negatif banyak penonton tentang karya film festival. Film ini sangat rapi dan tidak bikin ngantuk walaupun banyak percakapan menggunakan bahasa jawa. Terlebih, isu-isu tentang gender yang sangat sensitif di telinga masyarakat pada film ini justru menjadi jawaban atas permasalahan dari kisah tokoh Juno itu sendiri.

Rasanya, setelah nonton film berdurasi hampir 2 jam ini, kita jadi bisa belajar bahwa tidak ada yang bisa membatasi apa yang tubuh kita inginkan, kecuali diri kita sendiri.

 

Di antara banyaknya jadwal film bagus dan bagus banget yang tayang pada bulan April ini, film Kucumbu Tubuh Indahku salah satu film yang tidak boleh kamu lewatkan.

 

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU pini

OU pini

Recera: Less Stress with Ceramic Making

Hello, Anxiety You’ve come to keep me company. Tonight, a lonely soul I’ve tried to learn the art of letting go. I’m craving something real, A kind of rush that I can feel. The night is rough you know, I’ve cried but I won’t dare to let it show. What if the world won’t bend…
OU pini

Bencong Si Eksistensialis

Bencong, atau dalam bahasa yang lebih ‘keren’ kita menyebut mereka sebagai transgender, merupakan sosok yang sering kita anggap sebelah mata. Mereka sering banget terlihat di pinggir jalan sembari menenteng bass betot yang sangat D.I.Y (Do It Yourself) itu, atau speaker yang kadang bisa buat dua telinga bindeng, dengan harapan dan usaha demi mengumpulkan recehan-recehan dari…
OU pini

Waktu Istirahat Yang Tepat

“You can rest now, “ kata Potts ke Stark.   Pertama kali nonton, jelas emosi kacau balau dan tetes air mata membasahi sekujur wajah. Sekarang, setelah beberapa waktu film turun bioskop, ada pemikiran yang hadir. Kalau dipikir-pikir, dalam hidup emang betulan gak ada waktu istirahat. Masyarakat pun menyetujui kalau hidup punya alur sebagai berikut: SD…
OU pini

Bumi Manusia, Sesuai Ekspektasi Pak Pram?

Banyak orang sudah tidak asing lagi mendengar kata “Bumi Manusia”. Salah satu novel legendaris karya Pramoedya Ananta Toer bergenre fiksi-roman dan sejarah satu ini kini sedang hangat diperbincangkan netizen sosial media. Gimana nggak, katanya novel sastra dengan alur berat dan karakter kuat ini berusaha diangkat ke layar lebar oleh Falcon Pictures, salah satu perusahaan rumah produksi…