JIWA-JIWA MUSIK BERKUMPUL KEMBALI DI ARCHIPELAGO FESTIVAL 2018

Ada banyak event musik di bulan Oktober ini. Setelah kemarin merasakan keseruan bersama Synchronize Fest selama tiga hari tiga malam, beberapa hari kemudian akan ada event Archipelago Festival yang pastinya nggak kalah seru!

 

Archipelago Festival adalah acara musik tahunan yang fokus membahas berbagai macam isu seputar musik. Selain punya serangkaian diskusi yang jadi menu utama, tahun ini juga akan dua hari showcase festival yang akan diselenggarakan di kawasan berbeda. Total, festival ini akan diselenggarakan di sejumlah venue pada 11-13 Oktober 2018. Pesertanya, tidak hanya berasal dari dalam negeri. Sejumlah praktisi musik dari luar negeri pun dijadwalkan untuk hadir di Jakarta.

Secara khusus, festival ini juga dikenal sebagai ajang konferensi musik serta wadah akselerasi networking musik lokal sekaligus memperkenalkan musik baru. Acara ini digagas oleh dua kolektif asal Indonesia, Sounds From the Corner dan Studiorama.

 

Untuk music showcase, sejumlah tempat di Taman Kemang akan menjadi tuan rumah pada 11-12 Oktober 2018. Akan ada empat buah venue yang jadi tempat diselenggarakannya festival ini, Hotel Monopoli, I-Six, Frank dan Kenobi. Masing-masing tempat akan dikuratori oleh sejumlah nama penting di industri musik saat ini, mulai dari Tulus, Lawless Records, Kolibri Rekords, British Council dan sejumlah nama lainnya.

Sementara untuk conferencenya, akan diselenggarakan pada 13 Oktober 2018. Sepanjang hari, akan ada banyak topik yang dibahas. Mulai dari isu pengelolaan tiket, pensi sampai penampilan khusus dari Rhoma Irama dan Simon Raymonde dari Bella Union.

 

Mumpung acaranya sudah dekat, segeralah cari tiketnya. Untuk music showcase, tidak dipungut biaya tapi harus melakukan registrasi terlebih dulu. Untuk conference, ada tiket masuk yang harus ditebus. Seluruh informasi bisa dicek di www.archipelagofestival.id. Buruan, daripada kehabisan.

 

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU pini

OU pini

JAKARTA SNEAKER DAY: THE RISE OF SNEAKER CULTURE

Bagi sebagian orang, kegilaan terhadap suatu barang merupakan hal yang umum terjadi. Umumnya, mengkoleksi suatu barang bisa jadi suatu kepuasan tersendiri, juga reward atas kerja keras yang sudah kamu lakukan. Namun, ada juga yang memang menjadikannya sebagai hobi sehingga rela mengeluarkan budget berapapun untuk mendapatkan barang koleksinya.   Belum lama ini, Ou Event hadir pada…
OU pini

OU PINI: OLAHAN BAKMIE SEBAGAI SIMBOL PANJANG UMUR

Masih dalam suasana perayaan Chinese New Year, tahun ini menjadi tahun Babi tanah pada kalender cina. Perayaan tahunan ini selalu penuh dengan doa-doa, kebahagiaan serta harapan untuk keberuntungan.   Hampir setiap tahunnya, ornamen-ornamen simbolik berwarna merah selalu menghiasi pusat perbelanjaan juga beberapa lokasi pecinan yang ada di setiap daerah. Walaupun tidak setiap tempat punya tradisi…
OU pini

CARA UNIK SHANGHAI CHINA ATASI KEMACETAN, BAGAIMANA INDONESIA?

Macet lagi macet lagi, seakan-akan sobat sambat (re: mengeluh dalam bahasa jawa) di seluruh belahan dunia ini setuju jika MACET menjadi alasan tertinggi untuk sambat sehari-hari. Bagaimana tidak, di negara kita saja misalnya, butuh waktu lebih lama untuk menempuh suatu lokasi yang sebenarnya tidak terlalu jauh, namun kendala macet di jalan tidak lagi dapat dihindari.  …
OU pini

OU PINI: FILM BIKINAN KOREEDA, FAMILI SENTRIS YANG CUKUP MENGURAS EMOSI

Apa arti sebuah keluarga bagi kalian? Sebuah tali saudara yang dibangun atas dasar cinta juga emosi bersama, mungkin? Pada film Shoplifter ini, arti sebuah keluarga dikemas berbeda dari film drama serupa.   Berlatar belakang di daerah pinggiran Tokyo, film bikinan sutradara kenamaan Jepang, Hirokazu Koreeda ini bercerita tentang kehidupan sebuah keluarga miskin yang terbangun karena…