Film Bikinan Hirokazu Koreeda: Famili Sentris dan Menguras Emosi

Apa arti sebuah keluarga bagi kalian?

 

Sebuah tali saudara yang dibangun atas dasar cinta dan emosi bersama, mungkin? Pada film Shoplifter ini, arti sebuah keluarga dikemas berbeda dari film drama biasanya. Berlatar belakang di daerah pinggiran Tokyo, film bikinan sutradara kenamaan Jepang, Hirokazu Koreeda cukup menguras emosi. Bercerita tentang kehidupan sebuah keluarga miskin, mereka bertemu karena persamaan nasib yang sama akibat dikucilkan oleh warga sekitar. Namun, kehidupan mereka dipenuhi oleh kegiatan kriminal seperti mencuri dan menipu demi bisa bertahan hidup. Ada salah satu scene di mana pada sebuah malam, bapak dan anak laki-lakinya menemukan seorang anak perempuan kecil sebatang kara, dan akhirnya memutuskan untuk mengadopsi anak perempuan tersebut.

 

Film ini berhasil menggambil hati penontonnya, di mana Koreeda ini memang terkenal selalu menyorot sisi humanisme pada sebuah keluarga. Kebanyakan filmnya bernuansa hangat, tenang, dan tidak mengandung drama yang berlebihan.

 

Berbeda dengan film-film garapanya sebelum ini, film ini memberi sebuah pesan kepada penonton bahwa ‘’setiap perbuatan pasti ada ganjarannya’’, dibuktikan pada scene saat salah satu anak laki-lakinya tertangkap oleh polisi dan membuat kedok keluarga tersebut terbongkar satu persatu. Keluarga mereka langsung menjadi sorotan publik Karena dituding mencuri gadis kecil tersebut. Hal tersebut menguji kepercayaan mereka bahwa keluarga bukanlah tentang hubungan darah saja, melainkan rasa cinta.

 

Film ini tidak hanya sukses pada festival Film Cannes saja, namun juga sukses secara komersil. Shoplifters berhasil mengantongi lebih dari 29 miliar dari pemutaran diseluruh dunia. Film ini berhasil sebagai salah satu film berbahasa non-inggris terlaris sepanjang tahun 2018.

Selain film Shoplifter, karya-karya lain dari Koreeda yang sukses menguras emosi penontonnya adalah Nobody Knows, Still Walking, After the Storm, dan Like Father Like Son. Walaupun pada film-film sebelumnya, relasi keluarga terikat oleh kebaikan juga rasa cinta, pada film Shoplifter ini justru mengangkat tetang kejahatan juga uang yang melibatkan mereka.

 

Bagaimana menurut kalian? Film bikinan Koreeda mana yang menjadi favorit kalian?

 

5 comments

  1. Pingback: DarkMarket
  2. Pingback: Dictator Dirk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU pini

OU pini

COVID-19: What The Big Companies Do To Help

Sudah beberapa minggu sejak krisis kesehatan COVID-19 dinyatakan sebagai pandemi oleh World Health Organization (WHO). Sejak itu, hampir semua kantor dan perusahaan di seluruh dunia menerapkan sistem work from home. Gimana dengan kamu? Udah hari keberapa kerja di rumah dan dihujani pekerjaan yang nggak kenal waktu dan conference call yang nggak abis-abis? Percaya deh, OU…
OU pini

Kodein Si Dia Lebih Seru Pakai Resso!

Berbagi konten yang artistik sekarang ini gampang banget. Sudah banyak aplikasi-aplikasi pendukung yang bikin konten kamu makin oke punya. Mau editing foto hingga video sekarang bisa dikerjakan oleh siapapun, termasuk kamu sendiri.   
OU pini

NKCTHI: Pesan Awan lewat Film Terbaru Angga Dwimas Sasongko

Ada kado tahun baru dari film keluarga Indonesia berupa sebuah pesawat kertas yang berisi pesan bagi masa depan. Ya, film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini atau disingkat NKCTHI merupakan sebuah film tentang surat yang Awan tulis khusus untuk anaknya di masa depan. Nggak hanya tentang pemikiran-pemikirannya, namun juga uneg-uneg tentang dunia kehidupan yang nano-nano…
OU pini

Konser di Jakarta Sampai Tiga Hari, Honne Ukir Sejarah

Musisi elektronik asal London, Inggris bernama Honne mengusung genre synthpop, R&B kontemporer dan dance-pop. Andy Clutterbuck dan James Hatcher membentuk Honne di tahun 2014 yang meroket berkat album berjudul Warm On A Cold Night di tahun 2016.    Menjelang akhir tahun 2019, bertempat di Livespace SCBD, Jakarta Selatan dilangsungkan konser duo Honne. Sebuah konser tur dunia…