Fenomena Boba: Antara Euforia dan Persaingan yang Tersirat

Siapa sih anak muda zaman sekarang yang nggak tau boba? Boba adalah nama populer untuk menyebut minuman milk tea atau bubble tea yang dilengkapi dengan topping bola-bola kecil berwarna hitam bertekstur kenyal dan manis. Minuman ini jadi kegemaran banyak orang di dunia, begitu juga di Indonesia. Ada beberapa orang yang jatuh cinta sama minuman ini tapi ada juga yang mengaku nggak suka. Hmm… Kalau kamu tim yang mana nih?

Dari mana sih asalnya?

 

Mungkin udah banyak yang tahu kalau boba ini adalah minuman khas Taiwan yang terdiri dari susu, karamel gula aren, dan mutiara tapioka. Zhenzhu Naicha, begitulah masyarakat Taiwan menamainya. Minuman ini digagas di Taichung, Taiwan pada tahun 1980-an. Awalnya Liu Han-chien, pemilik kedai teh oolong tradisional bernama Chen Shui Tang, membuat

 

 

Festival Kuliner Khusus Boba

 

Boba menjadi sangat populer dan disebut-sebut sebagai fenomena dunia yang menggemparkan. Yap, Indonesia termasuk di dalamnya. Seluruh lapisan masyarakat tengah dirundung euforia akan minuman kekinian tersebut. Euforia ini semakin dirasakan saat munculnya Boba Fest 2019 pada 25-29 September lalu di Mal Gandaria City. Acara ini tersebut digelar oleh pihak Mal Gandaria City dan BCA.

 

Boba Fest 2019 adalah acara yang sukses merangkul khalayak untuk berkunjung dan berburu bubble tea terbaik dari berbagai negara. Acara ini menghadirkan lebih dari 25 merek Boba ternama dari dalam dan luar negeri. Selain Kokumi, Xing Fu Tang, dan Tiger Sugar yang mungkin udah sering kamu beli, ada juga Daboba yang merupakan merek boba nomor 1 di Malaysia yang ikut serta di Boba Fest 2019. Selain itu, tentunya masih banyak merek lainnya yang ikut serta sampai membuat Mal Gandaria City begitu penuh sesak.

 

Melihat kesuksesan Boba Fest 2019, mulai bermunculan festival khusus boba lainnya seperti Pekan Boba yang diadakan oleh PergiKuliner pada 8-13 Oktober 2019 di Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan. Bukan cuma minuman, di Pekan Boba PergiKuliner, para pengunjung bisa nyobain aneka kreasi unik dari boba seperti roti panggang boba, es krim boba hingga ramen boba. Wah makin kreatif aja ya!

 

Gimana kalo mau mulai bisnis boba?

 

Saking nge-hits-nya minuman ini, mulai bermunculan brand baru yang menjual minuman serupa. Sebuah peluang usaha yang sangat menggiurkan namun memiliki tingkat keberhasilan dan risiko kegagalan yang tinggi. Risiko kegagalannya tentu saja disebabkan oleh tingkat persaingan yang besar akibat banyaknya merek yang menjual minuman serupa. Selain itu, sudah banyak pelanggan yang enggan berpindah hati saat sudah menemukan boba favoritnya.

 

Keseragaman yang kian menjamur semakin membuat arus persaingan produk semakin menguat. Kunci untuk memenangkan persaingan terletak pada kualitas produk dan cara memasarkannya. Siapa yang berhasil mencuri hati pelanggan maka ialah pemenangnya.

 

Tapi OU nggak bermaksud untuk mematahkan mimpi kamu lho! Kalau kamu bercita-cita untuk sukses berbisnis boba, silakan saja. Jangan lupa kabarin OU ya! Dengan senang hati kami akan mencoba 😉

 

7 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU pini

OU pini

COVID-19: What The Big Companies Do To Help

Sudah beberapa minggu sejak krisis kesehatan COVID-19 dinyatakan sebagai pandemi oleh World Health Organization (WHO). Sejak itu, hampir semua kantor dan perusahaan di seluruh dunia menerapkan sistem work from home. Gimana dengan kamu? Udah hari keberapa kerja di rumah dan dihujani pekerjaan yang nggak kenal waktu dan conference call yang nggak abis-abis? Percaya deh, OU…
OU pini

Kodein Si Dia Lebih Seru Pakai Resso!

Berbagi konten yang artistik sekarang ini gampang banget. Sudah banyak aplikasi-aplikasi pendukung yang bikin konten kamu makin oke punya. Mau editing foto hingga video sekarang bisa dikerjakan oleh siapapun, termasuk kamu sendiri.   
OU pini

NKCTHI: Pesan Awan lewat Film Terbaru Angga Dwimas Sasongko

Ada kado tahun baru dari film keluarga Indonesia berupa sebuah pesawat kertas yang berisi pesan bagi masa depan. Ya, film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini atau disingkat NKCTHI merupakan sebuah film tentang surat yang Awan tulis khusus untuk anaknya di masa depan. Nggak hanya tentang pemikiran-pemikirannya, namun juga uneg-uneg tentang dunia kehidupan yang nano-nano…
OU pini

Konser di Jakarta Sampai Tiga Hari, Honne Ukir Sejarah

Musisi elektronik asal London, Inggris bernama Honne mengusung genre synthpop, R&B kontemporer dan dance-pop. Andy Clutterbuck dan James Hatcher membentuk Honne di tahun 2014 yang meroket berkat album berjudul Warm On A Cold Night di tahun 2016.    Menjelang akhir tahun 2019, bertempat di Livespace SCBD, Jakarta Selatan dilangsungkan konser duo Honne. Sebuah konser tur dunia…