ENNICHISAI: Festival Jepang Tahunan di Blok M

Sudah tiga minggu berlalu sejak diadakan Ennichisai pada Sabtu-Minggu, 22-23 Juni 2019 namun euforianya masih saja terasa. Bagi penggemar budaya Jepang, pasti sudah tidak asing lagi dengan festival seni dan kuliner Jepang di Blok M ini. Festival ini berhasil menyulap sepanjang jalan Melawai di sekitar Blok M Square jadi serasa di Jepang! Baca liputan OU tentang Ennichisai 2019 yuk!

Tema Unity dan Mikoshi-Dashi

 

Tahun ini merupakan tahun ke-10 Ennichisai diadakan di Blok M. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, festival ini bebas biaya masuk. Para pengunjung cukup datang saja ke area sekitar Blok M Square. Tahun ini Ennichisai mengangkat tema Unity atau Persatuan. Ini bisa dilihat dari tradisi arak-arakan Mikoshi dan Dashi. Mikoshi merupakan kuil kecil berhiaskan warna emas, hitam, dan merah yang dipercaya sebagai kendaraan para dewa. Sementara Dashi adalah kereta besar yang membawa para peserta yang menabuh alat musik yang menyerupai drum khas Jepang yang disebut Taiko. 

 

Persatuan diwujudkan dalam kebersamaan para peserta dari berbagai usia dalam memanggul Mikoshi dan Dashi. Laki-laki, perempuan, tua, maupun muda terlihat berpartisipasi lho! Mereka mengenakan pakaian khas Jepang sambil teriak-teriak dan bernyanyi dengan semangat.

 

Menengok Serunya Budaya Jepang

 

Saat menginjakkan kaki di Ennichisai, para pengunjung akan disambut dengan lampion-lampion yang menggantung dan deretan stand makanan, minuman, aksesoris, dan sebagainya. Pemandangan di malam harinya dengan lampion-lampion yang menyala semakin menambah kemiripan suasana Ennichisai dengan festival musim panas yang ada di Jepang.

Selain itu, tidak ketinggalan orang-orang yang begitu antusius untuk cosplay (costume play) dengan memakai kostum karakter anime maupun karakter game Jepang. Mereka tampak sangat menjiwai. Para pengunjung pun sangat antusias berfoto dengan mereka. Di panggung-panggung yang tersedia juga terdapat performance musik dari berbagai grup band Indonesia maupun Jepang, seperti JKT48, Hiroaki Kato, dan DJ REDSHiFT.

Minuman dan Cemilan Khas Jepang

 

Di sini tentunya ada banyak sekali makanan dan minuman khas Jepang yang jadi incaran para pengunjung. Selain ramen, takoyaki, dan okonomiyaki yang sering ditemukan, ada juga cemilan yang mungkin kita belum pernah coba.

 

Tidak sedikit yang rela antre setengah jam di keramaian untuk menikmati sepotong Taiyaki atau kue berbentuk ikan dengan isi kacang merah maupun keju. Lalu, di mana-mana banyak yang menjual Candy Apple, buah apel yang diselimuti gula. Kalau selama ini kamu penasaran gimana rasanya Candy Apple yang pernah dilihat di anime maupun komik Jepang, kamu bisa cobain di sini!

 

Selain itu, karena ini merupakan festival musim panas, tentunya ada Kakigori, es serut dengan sirup warna-warni berbagai rasa yang siap menyegarkan tenggorokan setelah berdesak-desakan seharian. Ada juga berbagai minuman matcha (green tea) dan Japanese Rose Tea juga, teh dengan sirup rose yang dihiasi dengan taburan kelopak bunga mawar.

 

Ada juga yang unik menggabungkan makanan Indonesia dengan bumbu khas Jepang seperti Tamagoroll. Ini adalah telur gulung seperti yang sudah sering dijual di Jakarta namun disajikan dengan mayonaise dan bumbu ala takoyaki.

Pada hari Minggu sekitar jam 8 malam, kembang api yang meriah menjadi penutup festival kuliner dan seni Jepang skala dunia ini. Salut sekali sama panitia Ennichisai yang bisa mengadakan event sebesar ini setiap tahunnya! Kabarnya tahun depan ingin dipindah ke venue yang lebih besar karena Ennichisai selalu penuh sesak. Semoga di mana pun venue-nya nanti, acaranya bisa selalu massive seperti ini ya!

 

 

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU pini

OU pini

COVID-19: What The Big Companies Do To Help

Sudah beberapa minggu sejak krisis kesehatan COVID-19 dinyatakan sebagai pandemi oleh World Health Organization (WHO). Sejak itu, hampir semua kantor dan perusahaan di seluruh dunia menerapkan sistem work from home. Gimana dengan kamu? Udah hari keberapa kerja di rumah dan dihujani pekerjaan yang nggak kenal waktu dan conference call yang nggak abis-abis? Percaya deh, OU…
OU pini

Kodein Si Dia Lebih Seru Pakai Resso!

Berbagi konten yang artistik sekarang ini gampang banget. Sudah banyak aplikasi-aplikasi pendukung yang bikin konten kamu makin oke punya. Mau editing foto hingga video sekarang bisa dikerjakan oleh siapapun, termasuk kamu sendiri.   
OU pini

NKCTHI: Pesan Awan lewat Film Terbaru Angga Dwimas Sasongko

Ada kado tahun baru dari film keluarga Indonesia berupa sebuah pesawat kertas yang berisi pesan bagi masa depan. Ya, film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini atau disingkat NKCTHI merupakan sebuah film tentang surat yang Awan tulis khusus untuk anaknya di masa depan. Nggak hanya tentang pemikiran-pemikirannya, namun juga uneg-uneg tentang dunia kehidupan yang nano-nano…
OU pini

Konser di Jakarta Sampai Tiga Hari, Honne Ukir Sejarah

Musisi elektronik asal London, Inggris bernama Honne mengusung genre synthpop, R&B kontemporer dan dance-pop. Andy Clutterbuck dan James Hatcher membentuk Honne di tahun 2014 yang meroket berkat album berjudul Warm On A Cold Night di tahun 2016.    Menjelang akhir tahun 2019, bertempat di Livespace SCBD, Jakarta Selatan dilangsungkan konser duo Honne. Sebuah konser tur dunia…