Bumi Manusia, Sesuai Ekspektasi Pak Pram?

Banyak orang sudah tidak asing lagi mendengar kata “Bumi Manusia”. Salah satu novel legendaris karya Pramoedya Ananta Toer bergenre fiksi-roman dan sejarah satu ini kini sedang hangat diperbincangkan netizen sosial media. Gimana nggak, katanya novel sastra dengan alur berat dan karakter kuat ini berusaha diangkat ke layar lebar oleh Falcon Pictures, salah satu perusahaan rumah produksi film ternama di Indonesia.

 

Gak tanggung-tanggung sih untuk buat film ini digarap langsung oleh tangan handalnya Mas Hanung Bramantyo, yang melibatkan banyak aktor dan aktris baik dari kalangan muda maupun senior seperti Iqbaal Ramadhan, Mawar Eva de Jongh, Sha Ine Febriyanti, Donny Damara, dan Bryan Domani. Pro dan kontra mengenai pelakon tokoh–tokoh Bumi Manusia pun kini mulai menjadi topik hangat, salah satunya ialah persoalan Iqbaal yang dianggap tidak cocok memerankan Minke.

 

 

Apa aja nih pro dan kontranya?

Jadi, film yang bakal dirilis tanggal 15 Agustus 2019 nanti menyisakan kekecewaan masyarakat karena pilihan sutradara untuk karakter Minke jatuh kepada Iqbaal. Dengan karakter Minke yang bijak, berani, pemikir, serta selalu waspada, netizen beranggapan bahwa Iqbaal kurang bisa menunjukkan sifat-sifat tersebut. Suara Iqbaal yang cenderung cempreng pun dinilai menjadi salah satu faktor yang menggagalkan karakter Minke karena sifat bijak, pemikir, dan berani pada umumnya digambarkan dengan suara yang bulat dan tegas. Dari segi umur pun, Iqbaal masih tergolong muda. Look wajah yang imut sangat kental terlihat dan menggambarkan keremajaan. Netizen pun mulai membandingkan antara Minke novel dan Minke film yang terlihat kontras.

 

Hal kedua yang menggagalkan karakter Minke di film ini adalah fisik dari Iqbaal sendiri yang dianggap terlalu Sunda dan tidak terlalu kelihatan Jawanya. Postur tubuh yang kurus tinggi dengan kulit putih bersih terlihat berbeda ga seperti kulit orang Jawa pada umumnya. Dengan dandanan kumis tipis buatan tim makeup, netizen pun kembali mengomentari bahwa kumis buatan tersebut terlihat tidak natural. Lagi–lagi ekspektasi netizen tentang Minke dalam novel Pak Pram jatuh anjlok. Semasa hidupnya, Pak Pram tidak mengizinkan untuk novelnya diangkat menjadi film lantaran beliau belum mendapatkan bayangan akan siapa yang cocok memerankan tokoh-tokoh imajinasinya itu. Setelah kepergian beliau, kini Falcon Pictures pun memberanikan diri untuk merealisasikan novel tersebut ke dalam seni layar. Apakah menurutmu sutradara memilih aktor dan aktris yang tepat? Kabarnya sih Hanung Bramantyo melakukan casting sampai ke Belanda loh gara-gara gak mau nanti peran orang Belandanya dilakonin sama orang Indonesia yang berwajah bule. Apa pun hasilnya, Hanung Bramantyo sudah memaksimalkan kerjanya yah dalam memilih pemain, jadi kita nilai hasilnya tanggal 15 Agustus 2019 nanti aja.

Lebih menariknya lagi, film dengan durasi 2 jam 52 menit ini akan dirilis bersamaan dengan film lain yang juga diangkat dari salah satu novel Pramoedya Ananta Toer berjudul Perburuan. Kali ini Falcon Pictures menggarap dua film sekaligus dari dua buah novel legendaris. Mengesampingkan hal tentang pilihan tokoh oleh sutradara, bagi kamu yang sudah membaca novel karya Pak Pram, apakah kamu merasa bahwa tokoh yang dipilih bisa memerankan sesuai dengan yang kamu baca di novel? Atauuu, kamu punya rekomendasi nama lain untuk mengisi tokoh di film ini?

 

Eitss… tapi tunggu dulu, don’t judge a book from its cover. Jangan nilai seorang aktor cocok atau tidak dalam memerankan perannya sebelum kamu nonton filmnya. Yuk buktikan sendiri kualitas film ini dan tonton filmnya saat sudah rilis nanti!

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU pini

OU pini

Recera: Less Stress with Ceramic Making

Hello, Anxiety You’ve come to keep me company. Tonight, a lonely soul I’ve tried to learn the art of letting go. I’m craving something real, A kind of rush that I can feel. The night is rough you know, I’ve cried but I won’t dare to let it show. What if the world won’t bend…
OU pini

Bencong Si Eksistensialis

Bencong, atau dalam bahasa yang lebih ‘keren’ kita menyebut mereka sebagai transgender, merupakan sosok yang sering kita anggap sebelah mata. Mereka sering banget terlihat di pinggir jalan sembari menenteng bass betot yang sangat D.I.Y (Do It Yourself) itu, atau speaker yang kadang bisa buat dua telinga bindeng, dengan harapan dan usaha demi mengumpulkan recehan-recehan dari…
OU pini

Waktu Istirahat Yang Tepat

“You can rest now, “ kata Potts ke Stark.   Pertama kali nonton, jelas emosi kacau balau dan tetes air mata membasahi sekujur wajah. Sekarang, setelah beberapa waktu film turun bioskop, ada pemikiran yang hadir. Kalau dipikir-pikir, dalam hidup emang betulan gak ada waktu istirahat. Masyarakat pun menyetujui kalau hidup punya alur sebagai berikut: SD…
OU pini

Bumi Manusia, Sesuai Ekspektasi Pak Pram?

Banyak orang sudah tidak asing lagi mendengar kata “Bumi Manusia”. Salah satu novel legendaris karya Pramoedya Ananta Toer bergenre fiksi-roman dan sejarah satu ini kini sedang hangat diperbincangkan netizen sosial media. Gimana nggak, katanya novel sastra dengan alur berat dan karakter kuat ini berusaha diangkat ke layar lebar oleh Falcon Pictures, salah satu perusahaan rumah produksi…