Budaya Populer Yang Lahir Berkat Media Sosial Itu Bernama ‘Puisi’

Tiada yang lebih indah untuk meluapkan isi hati melalui puisi. Diksi-diksi dengan makna tersirat, metafora hangat, hingga bait dengan irama kuat. Ya, puisi, bentuk karya sastra yang sudah hadir sangat lama di bumi dan hingga kini masih terus eksis dengan menghadirkan penyair-penyair baru.

Dan kini di era digital dan candu akan media sosial, puisi pun kembali hadir meramaikan dunia digital. Bahkan di “The Tonight Show Starring Jimmy Fallon,  sang presenter Jimmy Fallon sempat berujar, “Poetry is the new pop” saat sedang berujar dengan seorang penyair asal Kanada, Rupi Kaur yang karyanya juga populer di ranah media sosial.

 

Apa yang dikatakan Jimmy Fallon di atas bukan hanya ungkapan iseng semata, tapi puisi kini bisa dibilang telah menjadi bagian dari budaya populer. Hal itu terlihat dari bagaimana banyaknya penyair-penyair yang bermunculan di media sosial terutama Instagram ditambah dengan akun-akun anonimus yang seakan menjadi kurator untuk para penyair Instagram seperti akun @poets misalnya. Dalam akun itu banyak sekali unggahan puisi-puisi dari para penyair yang memamerkan puisinya di media sosial. Indonesia pun tak mau ketinggalan. Banyak beragam akun Indonesia yang mengunggah puisi seperti, @penasenja_, @puisilangit, @puisi.romanpicisan, dan @kongsipuisi.

 

Untuk para penyair yang terkenal di Instagram, ada nama-nama seperti Lang Leav hingga Rupi Kaur. Rupi Kaur bisa jadi sosok penyair wanita yang kini namanya banyak dikenal orang. Buku kumpulan puisi berjudul ‘Milk and Honey’ dan ‘The Sun and Her Flowers’ nampaknya sukses mengantarkan wanita asal Kanada ini berada di puncak karirnya sebagai seorang penyair. Hingga kini pun akun Instagramnya memiliki followers sebanyak 3 juta dan telah mengunggah 700 konten yang sebagian besar merupakan puisinya.

Tak hanya Rupi Kaur, Lang Leav melalui akun Instagram @langleav, ia memuat puisi-puisinya di Instagram. Sampai saat ini Lang Leav telah memiliki followers sebanyak 468 ribu dan telah mengunggah hampir 900 puisi. Sebelum di Instagram, Lang Leav terlebih dahulu memuat karyanya pada media sosial Tumblr dengan pengikut sekitar 50ribu.

 

Dari banyaknya followers dua penyair barat tersebut setidaknya bisa membuktikan bagaimana puisi telah berhasil masuk ke ranah budaya populer. Seorang penyair Indonesia yakni Aan Mansyur pun berpendapat serupa. Dalam sebuah wawancara dengan situs berita Tirto.id, penulis Tidak Ada New York Hari Ini itu menggambarkan bagaimana di era media sosial sastra menjadi jauh lebih ramai, berbeda saat ia masih SMA dulu di mana sastra adalah hal yang eksklusif karena hanya sedikit orang yang tahu.

 

Tak hanya menjadi bagian dari budaya populer saja, era puisi di media sosial pun telah menciptakan puisi-puisi modern dan merupakan jembatan untuk menuju era baru bagi puisi. Bahkan sejak semakin digandrunginya puisi terutama di Instagram, penjualan buku puisi pun meningkat hingga 13% pada tahun 2017 berdasarkan penelitian Nielson Book Research.

 

Jadi yang bilang puisi di era sekarang ini, coba lihat kembali, telusuri lagi dunia maya. Justru puisi saat ini tengah bangkit dengan gaya baru. Lalu, sudahkah kamu baca puisi hari ini?

 

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU pini

OU pini

JIWA-JIWA MUSIK BERKUMPUL KEMBALI DI ARCHIPELAGO FESTIVAL 2018

Ada banyak event musik di bulan Oktober ini. Setelah kemarin merasakan keseruan bersama Synchronize Fest selama tiga hari tiga malam, beberapa hari kemudian akan ada event Archipelago Festival yang pastinya nggak kalah seru!   Archipelago Festival adalah acara musik tahunan yang fokus membahas berbagai macam isu seputar musik. Selain punya serangkaian diskusi yang jadi menu…
OU pini

FESTIVAL MERAKYAT ALA SYNCHRONIZE FESTIVAL 2018

Baru-baru ini, festival musik multi-genre tahunan berkelas nasional, Synchronize Fest digelar. Selama tiga hari, tiga malam, festival ini sukses meramaikan Gambir Expo, Kemayoran Jakarta Utara. Artis-artis terfavorit dan terbaik tanah air yang datang dari dekade 70-an hingga 2000-an. Isinya kebanyakan band-band independen dan digagas oleh deMajors, salah satu label prominent di scene musik Indonesia saat ini.…
OU pini

Seni dan Obsesinya Pada Kucing

Kalau ditanya, hewan apa yang paling sering dijadikan objek oleh para seniman dari jaman dahulu kala? Kucing jawabannya! Obsesi pada hewan yang satu ini  telah dimulai jauh sebelum era meme, video, serta foto-foto yang berserakan di Internet.   Sebelum menelusuri lebih jauh kenapa manusia sangat terobsesi dengan kucing, enaknya cari tau dulu kali ya mengenai…
OU pini

4 Band Indonesia Dengan Lirik Luar Biasa

Bentuk sastra seperti puisi bisa berdiri sendiri tanpa mengurangi sedikit pun keindahannya. Musik tanpa kehadiran vokal juga mampu berdiri sendiri tanpa mengurangi sedikit pun keindahannya. Namun bagaimana jika kedua karya seni dipadukan? Tentu akan menjadi sebuah keindahan paripurna yang patut untuk dinikmati. Mungkin musikalisasi puisi adalah satu bentuk paling terkenal dari perpaduan dua karya seni tersebut.…