Atasi Macet dengan Cara Unik ala Shanghai

Macet lagi, macet lagi… Sobat sambat (re: mengeluh dalam Bahasa Jawa) di seluruh belahan dunia ini pasti setuju jika MACET adalah alasan tertinggi untuk sambat sehari-hari. Bagaimana tidak? Di negara kita, terutama ibu kotanya, kita butuh waktu lebih lama untuk menempuh suatu lokasi yang sebenarnya tidak terlalu jauh. Kita jadi bertanya-tanya apa cara terbaik untuk atasi macet.

 

Kemacetan memang menjadi momok utama hampir di setiap negara. Seperti di Indonesia, penggunaan kendaraan pribadi kian meningkat seiring dengan mudahnya mendapatkan kendaraan, seperti cicilan kecil, membuat banyak orang enggan untuk berpikir dua kali juga nafsu gengsi yang tinggi pastinya.  Pengelolaan lalu lintas juga hukum yang belum tegas masih juga menjadi masalah. Apalagi ditambah kesadaran masyarakat yang masih lebih rendah daripada ego diri masing-masing. Pokoknya bikin pusing saja. Walaupun usaha pemerintah belakangan ini dalam meningkatkan layanan umum semakin baik, namun masih saja kemacetan menjadi PR penting negara ini.

Namun, belum lama ini OU PINI melihat solusi kemacetan unik dari negara tirai bambu, China. Tepatnya di kota tua yang terletak di Shanghai. Pemerintah Shanghai bekerja sama dengan firma 100Architects untuk membuat beberapa marka jalan, sebagai solusi mengatasi kemacetan dan menambah ruang jalan publik di setiap trotoar, karena titik permasalahan dari kota tua Shanghai ini adalah semrawutnya parkir kendaraan yang memakan banyak trotoar juga bahu jalan, sehingga menyebabkan macet.

 

Terinspirasi dari rantai sepeda, para arsitek ini kemudian membagi trotoar menjadi dua. Bagian pertama, mereka jadikan tempat parkir sepeda dengan desain unik berupa rangkaian rantai yang menunjukkan posisi parkir sepeda yang benar. Lalu bagian lainnya adalah area pejalan kaki selebar 0,5 meter. Tidak hanya itu saja, para arsitek ini juga membuat desain unik lainnya untuk para pengguna motor.

Para arsitek ini terinspirasi dari sepeda pengantar barang yang terkenal di kota tersebut sebagai marka jalan. Marka berbentuk persegi itu terlihat berbeda, tidak membosankan seperti marka-marka biasanya yang monoton dan jarang diperhatikan.

 

Tidak hanya itu saja, mereka juga membuat marka penyebrangan, menggantikan zebra cross yang kerap diabaikan oleh banyak orang. Marka penyebrangan tersebut berupa beraneka ragam dot berwarna hingga akhirnya mendapatkan penghargaan Red Dot Design Award 2018 dalam kategori environmental graphics (grafis lingkungan).

Lalu apa kabar Indonesia?

 

Sudah banyak cara dilakukan pemerintah untuk mengurangi masalah kemacetan negara ini. namun, tetap saja kemacetan jalan masih belum menemukan solusi, walaupun setidaknya sudah lebih baik dari sebelumnya. Di beberapa tempat sudah menjalankan marka berbentuk kendaraan di beberapa jalan, namun, masih saja banyak yang melanggar karena lagi-lagi, butuh kesadaran bersama antara penegak hukum juga masyarakat. Tidak hanya itu, sudah banyak pula masyarakat yang sadar dengan berjalan kaki. Namun lagi-lagi trotoar jalan yang kerap di bongkar pasang tersebut tetaplah tidak menjamin para pejalan kaki bebas lepas berjalan sesuka hati. Benar tidak?

 

Sebuah solusi tidak akan berjalan jika tidak diterima dan dilakukan secara bersamaan. Namun, tidak menutup kemungkinan ide-ide unik kalian bisa membantu pemerintah kita di masa depan.

 

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU pini

OU pini

Kucumbu Tubuh Indahku: Tubuh Juno adalah Alam yang Terluka

Kucumbu Tubuh Indahku: A beautiful story wrapped by Javanese culture   Film garapan Garin Nugroho ini bercerita tentang Juno, seorang anak yang selalu berpindah-pindah. Juno akhirnya menemukan dirinya sendiri, yaitu tubuhnya. Melihat banyak kekerasan, duka, juga trauma, terlebih dari sang Ayah yang akhirnya harus menjauh dari keluarganya membuat Juno tidak kehilangan semangat hidup. Ia selalu…
OU pini

Sambut Perayaan Nyepi dengan Kreativitas Seni Ogoh-Ogoh

Ada perayaan tahun baru unik di Pulau Dewata setiap tahunnya, yaitu perayaan Nyepi. Berbeda dari perayaan tahun baru lainnya yang selalu disambut dengan keramaian, pada perayaan umat Hindu di Bali ini justru malah sebaliknya. Perayaan Nyepi selalu identik dengan kesunyian total, berdiam diri di rumah, tanpa ada listrik juga internet. Perayaan tersebut memang ditujukan bagi…
OU pini

Jakarta Sneaker Day: The Rise of Sneaker Culture

Sneakers: Benarkah Hanya Sekadar Hobi?   Bagi sebagian orang, kegilaan terhadap suatu barang merupakan hal yang umum terjadi. Umumnya, mengoleksi suatu barang bisa jadi suatu kepuasan tersendiri, juga reward atas kerja keras yang sudah kamu lakukan. Namun, ada juga yang memang menjadikannya sebagai hobi sehingga rela mengeluarkan budget berapapun untuk mendapatkan barang koleksinya.   Belum…
OU pini

Olahan Bakmi sebagai Simbol Panjang Umur

Makna Mie dalam Tradisi Tionghoa   Masih dalam suasana perayaan Chinese New Year, tahun ini menjadi tahun Babi Tanah pada kalender Tiongkok. Perayaan tahunan ini selalu penuh dengan doa-doa, kebahagiaan serta harapan untuk keberuntungan.   Hampir setiap tahunnya, ornamen-ornamen simbolik berwarna merah selalu menghiasi pusat perbelanjaan juga beberapa lokasi pecinan di setiap daerah. Walaupun tidak…