ADA ‘’SI CANTIK’’ DI BALIK SAMPUL TTS JADUL

OUPINI kali ini mengajak kalian untuk flashback dalam salah satu kegiatan membunuh waktu di era 90-an, yaitu mengisi TTS atau lengkapnya, Teka-Teki Silang. Sadar atau tidak, banyak sekali kegiatan yang dihabiskan bersama untuk mengisi TTS tersebut, seperti menghabiskan sore bersama kakek atau ayah di teras depan sambil membantu mengisi TTS ditemani secangkir teh hangat juga gorengan, atau berdebat dengan sahabat mengenai bahasa asing dari bekerja atau kata lain dari bahagia karena malas melihat kamus bahasa inggris yang sangat tebal dan gadget canggih belum banyak bertebaran seperti sekarang ini.

 

Sangat familiar bukan? OUPINI yakin nih generasi 90-an pasti nggak asing dengan TTS jadul tersebut. Dulu, buku ini sangat mudah ditemukan di setiap toko buku atau agen koran. Buku ini juga selalu ada di tangan para supir antar kota yang sedang istirahat atau juga para tukang becak yang sedang menunggu penumpang. Ada di mana-manalah.

 

Lalu, kenapa ya sampul-sampul jaman dulu selalu dilengkapi foto close up artis atau model perempuan seksi? Kalo kata meme yang bertebaran di dunia maya sih karena ‘’perempuan penuh dengan teka-teki’’, ada juga yang bilang kalo sampul-sampul tersebut bentuk realisasi nyata dari ‘’don’t judge the book by its cover’’ karena wujud sampul tidak selamanya sama dengan isinya.

Kalo dipikir-pikir, TTS ini ada benernya juga sih yaa, bagaimana tidak? Gambar sampul-sampul yang sangat menarik tersebut ternyata setelah dibuka penuh dengan kotak-kotak yang haus akan kata. Rasanya seperti terjebak sampul saja. Namun, siapa sangka, kegiatan mengisi TTS ini sangat digemari banyak orang jaman dulu. Buku TTS jadul ini secara tidak langsung mengasah otak kita untuk berpikir lebih bahkan memberikan banyak pengetahuan yang kita tidak tahu sebelumnya.

 

Sekedar informasi, tenyata bukan hanya TTS saja yang menggunakan sampul model begini. Di era 80 hingga 90-an, sampul film, kaset, iklan, buku, serta majalah juga menggunakan metode yang sama. Bahkan, kalender-kalender yang menghiasi banyak warung soto di berbagai daerah juga menggunakan metode sampul tersebut.

Seperti yang OUPINI kutip dari Vice.id, di balik sampul jadul dengan desain monoton tersebut, sepertinya ada maksud tersendiri yaitu untuk mendekatkan fans dengan si artis agar timbul keintiman yang lebih personal. Nggak heran kalo orang jaman dulu sering sekali mengoleksi sampul-sampul tersebut sebagai hiasan dinding. Metode desain sampul jadul seperti itu secara nggak langsung juga digunakan untuk mempromosikan si artis dalam konsep yang sederhana, melihat jaman dulu media hiburan serta promosi belum semaju sekarang ini.

 

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU pini

OU pini

OU PINI: SAMBUT PERAYAAN NYEPI DENGAN KREATIFITAS SENI LEWAT OGOH-OGOH

Ada perayaan tahun baru unik di Pulau Dewata setiap tahunnya, yaitu perayaan Nyepi. Berbeda dari perayaan tahun baru lainnya yang selalu disambut dengan keramaian, pada perayaan umat Hindu di Bali ini justru malah sebaliknya. Perayaan Nyepi selalu identik dengan kesunyian total, berdiam diri di rumah, tanpa ada listrik juga internet. Perayaan tersebut memang ditujukan bagi…
OU pini

JAKARTA SNEAKER DAY: THE RISE OF SNEAKER CULTURE

Bagi sebagian orang, kegilaan terhadap suatu barang merupakan hal yang umum terjadi. Umumnya, mengkoleksi suatu barang bisa jadi suatu kepuasan tersendiri, juga reward atas kerja keras yang sudah kamu lakukan. Namun, ada juga yang memang menjadikannya sebagai hobi sehingga rela mengeluarkan budget berapapun untuk mendapatkan barang koleksinya.   Belum lama ini, Ou Event hadir pada…
OU pini

OU PINI: OLAHAN BAKMIE SEBAGAI SIMBOL PANJANG UMUR

Masih dalam suasana perayaan Chinese New Year, tahun ini menjadi tahun Babi tanah pada kalender cina. Perayaan tahunan ini selalu penuh dengan doa-doa, kebahagiaan serta harapan untuk keberuntungan.   Hampir setiap tahunnya, ornamen-ornamen simbolik berwarna merah selalu menghiasi pusat perbelanjaan juga beberapa lokasi pecinan yang ada di setiap daerah. Walaupun tidak setiap tempat punya tradisi…
OU pini

CARA UNIK SHANGHAI CHINA ATASI KEMACETAN, BAGAIMANA INDONESIA?

Macet lagi macet lagi, seakan-akan sobat sambat (re: mengeluh dalam bahasa jawa) di seluruh belahan dunia ini setuju jika MACET menjadi alasan tertinggi untuk sambat sehari-hari. Bagaimana tidak, di negara kita saja misalnya, butuh waktu lebih lama untuk menempuh suatu lokasi yang sebenarnya tidak terlalu jauh, namun kendala macet di jalan tidak lagi dapat dihindari.  …