4 Band Indonesia Dengan Lirik Luar Biasa

Bentuk sastra seperti puisi bisa berdiri sendiri tanpa mengurangi sedikit pun keindahannya. Musik tanpa kehadiran vokal juga mampu berdiri sendiri tanpa mengurangi sedikit pun keindahannya. Namun bagaimana jika kedua karya seni dipadukan? Tentu akan menjadi sebuah keindahan paripurna yang patut untuk dinikmati. Mungkin musikalisasi puisi adalah satu bentuk paling terkenal dari perpaduan dua karya seni tersebut. Di Indonesia sendiri ada nama musisi seperti AriReda yang terkenal menyanyikan sajak-sajak penyair Indonesia.

 

Dan kini banyak musisi Indonesia yang menulis lirik untuk sebuah lagu menggunakan cara yang persis seperti penulisan puisi seperti dengan penggunaan metafora indah dalam setiap bait yang dinyanyikan. Mereka pun seakan berhasil menunjukkan bagaimana Bahasa Indonesia adalah bahasa yang kaya akan kata-kata indah dibalut dengan musik yang juga tak kalah menarik untuk didengar.

 

Lalu, siapa saja musisi Indonesia kini yang kiranya sukses menghasilkan karya cemerlang tak hanya dari segi musikalitas namun juga dari penggunaan lirik? Berikut adalah nama-nama musisi atau band tersebut.

 

 

Barasuara

 

Band besutan Iga Massardi ini hadir dengan musik rock yang unik serta penggunaan lirik yang kaya akan kata-kata, lugas tapi juga puitis. Coba lihat saja kutipan lirik dari lagu Barasuara yang berjudul Mengunci Ingatan berikut ini:

 

Sembuhkan lukamu yang membiru/

Serpihan hatimu yang berdebu

Pagimu yang terluka

Malammu yang menyiksa

Hal yang ingin kau lupa

Justru semakin nyata

 

Penggunaan rima yang kuat dalam lirik-lirik di album perdana mereka Taifun juga memberikan warna tersendiri bagi Barasuara. Lirik Barasuara sendiri sebagian besar ditulis oleh Iga Massardi yang merupakan vokalis juga gitaris Barasuara.

 

Banda Neira

 

Nama grup musik satu ini terbilang cukup unik karena mengambil dari sebuah pulau yang berada di Maluku. Beranggotakan Rara Sekar sebagai vokalis dan Ananda Badudu, grup musik beraliran folk ini telah menelurkan dua album sebelum akhirnya memutuskan untuk bubar pada akhir tahun 2016.

 

Penggunaan lirik Banda Neira pun sangat patut diacungi jempol, penggunaan metafora yang kuat namun dengan penggunaan diksi yang mudah untuk dimengerti membuat para pendengarnya akan langsung meresapi setiap lagu yang dilantunkan oleh Banda Neira. Berikut simak lirik dari salah satu lagu Banda Neira yang ternama berjudul Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti:

 

“Yang patah tumbuh, yang hilang berganti

Yang hancur lebur akan terobati

Yang sia-sia akan jadi makna

Yang terus berulang suatu saat henti

Yang pernah jatuh ‘kan berdiri lagi”

 

Polka Wars

 

Pada awal muncul di kancah musik Indonesia, Polka Wars menggunakan lirik Bahasa Inggris di semua lagunya, terutama yang berada di album perdana mereka Axis Mundi. Dua tahun berselang dari album perdana mereka, Polka Wars mengeluarkan single terbaru yang menggunakan Bahasa Indonesia sebagai lirik. Lagu berjudul Rangkum tersebut lantas mendapatkan sambutan hangat dari para penggemar Polka Wars dan penikmat musik tanah air. Berdurasi empat setengah menit yang ditulis oleh sang drummer Giovanni Rahmadeva serta Ade Paloh dari Sore, Rangkum menceritakan tentang kematian dengan balutan metafora dalam setiap bait lirik lagunya. Coba simak kutipan dari lagu Rangkum berikut:

 

Tersingkap bilah

Menatap cah’ya

Di dalam bahaya terjamah

Bersila diam

Menuju terang

Deras bulir meresapi lara

 

Malam musim semi

Raja alam rasa

Berakhir di sana

Kata rangkumkan udara

 

Hingga kini, Polka Wars terhitung telah merilis tiga lagu dengan lirik berbahasa Indonesia. Dua lagu terbaru mereka Rekam Jejak dan Mapan juga menampilkan lirik bahasa Indonesia yang tak kalah indah.

Melancholic Bitch

 

Jika dibandingkan dengan band-band yang telah disebutkan di atas, Melancholic Bitch terhitung yang paling senior. Album pertama mereka berjudul Anamnesis rilis pada tahun 2005 kemudian diikuti dengan Balada Joni dan Susi pada tahun 2009. Delapan tahun kemudian tepatnya di tahun 2017, Melancholic Bitch menjawab kerinduan para pendengarnya dengan kehadiran album baru bertajuk NKBBS Bagian Pertama yang wajib untuk disimak.

 

Di album ketiga ini Melbi–sebutan dari para fans mereka—hadir dengan lirik yang begitu menggunakan diksi-diksi penghantar makna mendalam. Dalam laporan yang dimuat di Tirto.id, Ugoran Prasad mengakui bagaimana kurasi nada dan lirik saat membuat lagu merupakan hal terpenting selama proses pembuatan album. Bahkan ada beberapa lagu yang harus direkam ulang karena lirik yang kurang tajam.

 

Tak heran akhirnya di setiap lagu dalam album NKBBS Bagian Pertamina, komposisi antara musik dan lirik terdengar sangat pas. Seperti ini bunyi dari salah satu lagi dari album terbaru Melbi yang berjudul “666,6”:

 

apa yang berdarah dan luka

apa yang terengah tak pernah bisa

kau kurung dengan sejuta kerudung

apa yang surga apa yang neraka

kumpul kumpul tukang pukul

benda-benda tajam tumpul

kumpul kumpul tukang pukul

 

Nah, dari keempat musisi Indonesia di atas yang menggunakan lirik bahasa Indonesia dengan indah dalam setiap lagunya, siapa yang menjadi favorit kamu?

 

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU pini

OU pini

Kucumbu Tubuh Indahku: Tubuh Juno adalah Alam yang Terluka

Kucumbu Tubuh Indahku: A beautiful story wrapped by Javanese culture   Film garapan Garin Nugroho ini bercerita tentang Juno, seorang anak yang selalu berpindah-pindah. Juno akhirnya menemukan dirinya sendiri, yaitu tubuhnya. Melihat banyak kekerasan, duka, juga trauma, terlebih dari sang Ayah yang akhirnya harus menjauh dari keluarganya membuat Juno tidak kehilangan semangat hidup. Ia selalu…
OU pini

Sambut Perayaan Nyepi dengan Kreativitas Seni Ogoh-Ogoh

Ada perayaan tahun baru unik di Pulau Dewata setiap tahunnya, yaitu perayaan Nyepi. Berbeda dari perayaan tahun baru lainnya yang selalu disambut dengan keramaian, pada perayaan umat Hindu di Bali ini justru malah sebaliknya. Perayaan Nyepi selalu identik dengan kesunyian total, berdiam diri di rumah, tanpa ada listrik juga internet. Perayaan tersebut memang ditujukan bagi…
OU pini

Jakarta Sneaker Day: The Rise of Sneaker Culture

Sneakers: Benarkah Hanya Sekadar Hobi?   Bagi sebagian orang, kegilaan terhadap suatu barang merupakan hal yang umum terjadi. Umumnya, mengoleksi suatu barang bisa jadi suatu kepuasan tersendiri, juga reward atas kerja keras yang sudah kamu lakukan. Namun, ada juga yang memang menjadikannya sebagai hobi sehingga rela mengeluarkan budget berapapun untuk mendapatkan barang koleksinya.   Belum…
OU pini

Olahan Bakmi sebagai Simbol Panjang Umur

Makna Mie dalam Tradisi Tionghoa   Masih dalam suasana perayaan Chinese New Year, tahun ini menjadi tahun Babi Tanah pada kalender Tiongkok. Perayaan tahunan ini selalu penuh dengan doa-doa, kebahagiaan serta harapan untuk keberuntungan.   Hampir setiap tahunnya, ornamen-ornamen simbolik berwarna merah selalu menghiasi pusat perbelanjaan juga beberapa lokasi pecinan di setiap daerah. Walaupun tidak…