Chitra Subyakto: Sejauh Mata Memandang

Fashion Branding That’s Driven by Traditional Tales

 

Siang itu, ada yang menarik Ou Look untuk mampir di salah satu toko di Mall Senayan City, Jakarta Selatan. Dari luar, toko ini dipenuhi oleh rumbai-rumbai kain katun putih yang membuat banyak orang penasaran. Ternyata ini  pameran Sejauh Mata Memandang karya Chitra Subyakto itu? Kebetulan sekali rasanya bisa mampir di pameran ini. Apalagi sedang ramai-ramainya dibicarakan di sosial media. Jadi bikin Ou Look tambah penasaran jadinya.

 

Pameran karya Chitra ini terinspirasi oleh cerita dongeng jaman kecil dahulu, Timun Mas. Kisah Mbok Srintil yang mendapatkan anak perempuan cantik dari sebuah timun yang berwarna emas, hasil pemberian dari Buto Ijo. Hayo, masih pada inget nggak ceritanya?

 

Para pengunjung yang datang disambut langsung dengan terowongan yang terbuat dari rumbai-rumbai kain katun tersebut. Seperti masuk ke lorong waktu, membawa para pengunjung tenggelam ke dalam cerita Timun Mas ini, karena tidak hanya instalasi saja yang apik, namun juga iringan musik pada pameran tersebut sangat mendukung. Para pengunjung diajak untuk menonton dongeng animasi Timun Mas tersebut di tengah ruangan, dilengkapi dengan banyak bean bag yang bisa digunakan siapa saja yang datang untuk melihat dongeng, istirahat, atau pun untuk berfoto-foto ria mengumpulkan stock konten sosial media.

 

Nggak cukup sampai situ aja, selesai melihat dongeng Timun Mas yang ternyata pengisi suaranya adalah Dian Sastro ini, para pengunjung diajak ke lorong selanjutnya yang berisi banyak cermin, juga beberapa fotografi hasil dari pemotretan kain-kain koleksi Sejauh Mata Memandang tersebut. Pada lorong terakhir membawa para pengunjung untuk melihat koleksi kain-kain juga aksesoris dari karya Chitra ini.

Koleksi Chitra tersebut menawarkan tekstil khas Indonesia, berupa kain, aksesoris, juga selop dengan motif nusantara. Dalam karyanya ini, Chitra ingin ikut mengangkat kain tradisional ke mata anak muda. Kain-kain tersebut dihadirkan dengan bahan pewarna yang tidak membahayakan lingkungan serta dibuat oleh para pengrajin di beberapa kota seperti Sragen, Pekalongan, Solo, dan Jakarta. Pada koleksinya tersebut, Chitra menggunakan beberapa bahan kain seperti katun sari, katun foal, hingga cupro yang merupakan kain dari bahan organik.

Pemilihan warna pada koleksi ini pun menggunakan warna-warna ceria agar dapat dipadukan dengan busana masa kini yang kebanyakan berwarna abu-abu, hitam, dan putih. Jika melihat secara rinci, motif yang digunakan untuk koleksi tersebut terinspirasi dari bekal yang dibawa oleh Timun Mas ketika dikejar oleh sang Buto Ijo, yaitu benih timun, duri, garam, serta terasi dengan warna-warna cerah seperti kuning kunyit, hijau dan biru.

 

Dalam proses pengerjaan kain-kain tersebut, Chitra di bantu oleh perkumpulan Ibu Rumah Tangga yang berasal dari Rusun Pesakih dan Rusun Marunda Jakarta. Kain-kain tersebut handmade. Motif-motif pada kain ini beragam, ada yang dibuat dengan tulis, cat, sablon, hingga bordir tangan. Dalam pameran ini, Chitra menggandeng beberapa seniman seperti Davy Linggar untuk seni instalasi, Tulus dan Petra Sihombing untuk musik dan lagu Timun Mas, serta Dian Sastrowardoyo yang mengisi narasi animasi yang sama.

 

Pameran Sejauh Mata Memandang ini masih bisa di lihat hingga tanggal 8 Januari 2019.

 

117 comments

  1. Pingback: online viagra
  2. Pingback: order viagra
  3. Pingback: cheapest viagra
  4. Pingback: levitra
  5. My coder is trying to persuade me to move to .net from PHP. I have always disliked the idea because of the expenses. But he’s tryiong none the less. I’ve been using Movable-type on various websites for about a year and am worried about switching to another platform. I have heard very good things about blogengine.net. Is there a way I can import all my wordpress posts into it? Any kind of help would be really appreciated!

  6. Pingback: buy viagra 100mg
  7. Pingback: droga5.net
  8. Pingback: pay pal buy viagra
  9. I really love your blog.. Excellent colors & theme. Did you develop this amazing site yourself? Please reply back as I’m attempting to create my very own blog and would like to learn where you got this from or exactly what the theme is named. Appreciate it!

  10. Hola! I’ve been following your weblog for a long time now and finally got the courage to go ahead and give you a shout out from Kingwood Texas! Just wanted to say keep up the great job!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU Look

OU Look

StayCool Socks: Karya Anak Bangsa yang Mencuri Perhatian

OU ngerti banget pasti nggak sedikit di antara kalian yang suka banget ngoleksi kaos kaki yang desainnya keren. Soalnya OU juga gitu! Apalagi OU termasuk pencinta sneakers, jadi nggak cuma ngoleksi sepatunya aja, tapi kaos kaki juga. Nah, kalo kalian bingung di mana nyari kaos kaki keren di Indonesia, kalian wajib baca artikel ini sampe…
OU Look

TAGS Indonesia: Dari Farmasi lalu Bertransformasi

“Ini bukan tentang ide. Ini tentang membuat ide menjadi kenyataan.”   Sebuah kutipan sederhana namun penuh makna yang mudah diingat tapi kadang sulit untuk menerapkannya. Kutipan ini jika diterapkan niscaya akan membawamu menggapai keberhasilan. TAGS (Tempo Scan Apparel & Goods Store) Indonesia adalah contoh yang akan memberikanmu gambaran betapa besarnya kekuatan sebuah ide. Siapa sih yang…
OU Look

Swallow Footwear: Semakin Nyaman dan Stylish!

OU Look kali ini akan membahas tentang sandal yang udah familiar banget buat kita semua. Siapa sih yang nggak tahu sandal jepit Swallow? Bukan cuma karena kita sering menemukannya di pintu masuk masjid atau mushola, sandal jepit ini udah go international lho! Artis-artis Korea aja pake sandal karya anak bangsa ini. Sandal jepit klasiknya memang sempet viral dua tahun lalu…
OU Look

Laut Kita: An Exhibition by Sejauh Mata Memandang

Setelah sebelumnya OU membahas pameran Sejauh Mata Memandang (SMM) tentang Timun Mas, kali ini OU berkunjung ke pameran SMM lainnya. Kali ini SMM mengadakan pameran dan instalasi seni inspiratif bertajuk Laut Kita. Pameran ini ingin menunjukkan bahayanya pencemaran lingkungan di Bumi, terutama di laut.