Petang Hari: Fesyen Kain Tenun Emang Nggak Ada Matinya

OU Look nggak pernah bosen ngebahas seputar fesyen yang unik dan menarik.

 

Bicara tentang fesyen, kain tenun memang nggak ada matinya. Kain yang terkenal dengan motif unik dengan proses pembuatan yang panjang membuat kain tenun selalu punya ceritanya sendiri. Nggak hanya digunakan sebagai acara formal saja, sekarang kain tenun sudah bertransformasi sebagai tren fesyen sehari-hari dari ujung kaki hingga kepala.

 

Di antara banyaknya model alat tenun yang ada, Sarita lewat karyanya @petanghari membuat tenun dengan alat yang cepat memproduksi kain tenunnya. Yup! Sarita yang berdomisili di Jogja ini menggunakan alat tenun weaving loom atau alat tenun yang diletakkan di lantai yang katanya masih sedikit digunakan di Indonesia. Menurutnya, dengan menggunakan alat tersebut, dirinya dapat memproduksi kain lebih cepat daripada menggunakan alat frame loom yang terbatas oleh frame yang ada.

 

 

Semua produk karya Sarita ini memiliki warna khas tersendiri yaitu warna earth tone yang terinspirasi dari kebiasaannya kala ia masih menggambar dan melukis dulu, guys. Warna-warna yang terkenal tidak pernah mati, cocok untuk semua kulit dan dapat dipadukan dengan banyak tampilan.

 

 

Sudah 3 tahun ini, Sarita sudah banyak berkolaborasi, di antaranya dengan KA/KI, untuk membuat sepatu espadrilles juga dengan salah satu temannya Melodya Lukita yang mendesain beberapa item untuk 1 koleksi. Tidak hanya menyediakan produk-produk yang easy to wear dan stylish saja, @petanghari juga mempunyai misi yaitu melibatkan orang-orang terdekat untuk berkolaborasi.

 

 

Seperti pada campaign #ReachOut yang berkolaborasi dengan salah satu mahasiswa kedokteran untuk ngebangun awareness masyarakat Indonesia terkait deteksi dini kanker pada anak dan berbagi fakta-fakta penting tentang penyakit kanker.

 

Buat kamu yang penasaran dengan perawatan produk dari @petanghari ini, tenang! Semua produk dari Petang Hari sebelum di produksi sudah dicuci terlebih dahulu untuk meminimalisir terjadinya luntur. Tenun Petang Hari ini memang terlihat delicate, namun sebenarnya semua tenun ini terbuat dari benang katun. Untuk itu, sangat mudah dalam merawatnya, guys. Cukup dicuci dengan tangan menggunakan sabun mandi atau shampoo, lalu dijemur seperti biasa. Mudah bukan?

 

 

For your information nih guys, bulan lalu, Petang Hari mengadakan studio visit selama satu bulan, dimana siapapun bisa melihat proses pembuatan produk Petang Hari. Tidak hanya melihat saja, kamu juga bisa mencoba membuat kain tenun tersebut lho!

 

Wah, menarik ya! Hmm, semoga kak Sarita menggadakan open studio visit soon yaaa…….,tim Oucool nggak sabar buat ikut latihan!

 

3 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU Look

OU Look

NUS SALOMO SOLO EXHIBITION : WING THINGS

Pada tanggal 20 Mei-14 Juni 2019 kemarin di Gedung A Galeri Nasional Indonesia, solo exhibition karya Nus Salomo berjudul ‘WING THINGS’ dipamerkan. Wing Things merupakan pilihan Nus Salomo untuk menemukan dan menyatakan bahasa yang mampu menyimbolkan keadaan manusia saat ini. Nus memilih menunjukkan kemungkinan seseorang untuk ‘terbang’ dan memandang dari atas persoalan. Pilihan ni tak hanya akan…
OU Look

MUSEUM MACAN: DUNIA DALAM BERITA

Bagi pecinta seni tanah air, para millenial yang seneng menjajal tempat-tempat instagramable, MUSEUM MACAN kembali mempersembahkan pameran seni lagi lho! Pameran terbaru yang diselenggarakan di Museum Macan tahun ini sudah dibuka sejak tanggal 1 Mei kemarin.
OU Look

Laut Kita: An Exhibition by Sejauh Mata Memandang

Setelah sebelumnya OU membahas pameran Sejauh Mata Memandang (SMM) tentang Timun Mas, kali ini OU berkunjung ke pameran SMM lainnya. Kali ini SMM mengadakan pameran dan instalasi seni inspiratif bertajuk Laut Kita. Pameran ini ingin menunjukkan bahayanya pencemaran lingkungan di Bumi, terutama di laut.  
OU Look

INA WATCH: Style Your Pretty Wrist with A Touch of Indonesia

What’s INA WATCH? Berawal dari kegiatan untuk mengisi waktu luangnya saat mengerjakan skripsi, INA WATCH, jam tangan handmade ini akhirnya lahir. Berkat kakaknya, Lisa akhirnya terinspirasi oleh sang kakak yang juga menggeluti di bidang yang sama. Setelah mantap sharing ilmu dengan sang kakak, Lisa akhirnya memutuskan untuk membuat jam kayu untuk perempuan. Ia mengkombinasikan dengan strap yang…