The Natural Coloring World of Imaji

 

The History

 

Sebelum adanya pewarna buatan, dahulu para pengrajin kain nusantara menggunakan pewarna alami yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan lokal untuk menghasilkan warna-warna yang indah. Hal inilah yang menginspirasi Shari Semesta dan Lyris Alvina untuk membentuk IMAJI Studio. Meski keduanya memilki latar belakang pendidikan yang berbeda, namun mereka sama-sama menyukai dunia seni rupa dan memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk membuat brand fashion yang stand out di dunia fashion Indonesia.

 

 

Creating The Fabric

Meski sudah terdapat beberapa brand Indonesia yang menggunakan pewarna alam, namun IMAJI Studio memberikan impresi yang berbeda lewat motif-motif baju yang diberikan.

Untuk menghasilkan motif-motif tersebut, dibutuhkan beberapa langkah dibawah ini.

 

1.Designing the pattern, mereka mendesain motifnya terlebih dahulu dengan menggunakan mix media seperti cat air, akrilik dan cat minyak di sebuah kertas atau kanvas. Saat proses mendesain ini, mereka menyesuaikan dengan palet warna yang bisa dihasilkan oleh para pengrajin yang bekerja sama dengan mereka.

 

2.Adjustment, setelah itu mereka berkonsultasi kepada pengrajin mengenai teknik terbaik untuk mewujudkan design tersebut ke atas kain dan juga kain tenun seperti apa yang cocok untuk motif yang telah didesain.

 

3.The technique, beberapa teknik yang dipakai oleh IMAJI Studio untuk bereksperimentasi diantaranya adalah: airbrush; spons; eco printing; mencap menggunakan silinder karton (untuk membuat motif lingakaran); kuas (untuk membuat garis); dan wax (bahan yang sama yang digunakan dalam batik). Biasanya proses pembuatan motif ini dilakukan di atas kain tenun berwarna putih.

 

Selanjutnya, pengerjaan desain baju dan desin kain akan dikerjakan secara paralel.

 

 

The Experimentals

 

Dengan terus bereksperimen, IMAJI Studio selalu menghasilkan motif-motif baru yang beragam dan juga fun. Hal ini dilakukan agar baju-bajunya selalu lain daripada yang lain, dan juga untuk memperlihatkan kepada kaum muda serunya bermain dengan pewarna alam. Seperti yang tertuang pada koleksi terbaru IMAJI Studio, Katakita S/S18, mereka mencoba untuk membuat motif yang terinpirasi dari teknik tenun rang rang dari Lombok. Dalam teknik ini, benangnya diberi warna terlebih dahulu sebelum dibentuk menjadi kain. Setelah diberi warna, barulah benang itu ditenun dengan teknik rang rang dan menghasilkan motif yang geometris. Selain motif dari tenun tersebut, mereka juga menggabungkan dengan cap yang mereka desain

 

 

The Limitation

 

Meski mereka dapat bereksperimen dengan bebas, namun ternyata kreativitas mereka harus terbatas pada pemberian warna. Karena mereka menggunakan pewarnaan alam, maka warna-warna yang dapat digunakan sangat terbatas. Selain itu bahan yang dipakai dalam pewarnaan alam juga harus dari serat alam karena serat sintetis tidak dapat menyerap pewarnaan alam, sehingga itu pula yang membuat harga baju-baju IMAJI Studio mahal. Hal itulah yang membuat mereka ingin mengedukasi orang-orang, khususnya generasi yang lebih muda tentang slow/ethical fashion, agar mereka mengerti bahwa dengan harga yang ditawarkan tersebut karena melewati proses yang sangat lama dan semuanya dilakukan dengan tangan bukan mesin.

 

 

Introducing Ethnic Street

 

IMAJI Studio mencetuskan term ‘ethnic street’ di Indonesia yang menggabungkan kedua unsur dari IMAJI Studio yaitu etnik (dari tekstil) dan street (dari desain yang fun dan easy). Mereka berharap kedepannya agar menjadi brand yang dilirik oleh dunia fashion bukan hanya dari segi tekstil tapi juga dari desainnya yang tidak mengikuti arus. Mereka juga memiliki visi agar pengrajin Indonesia lebih dihargai di dunia tekstil dan dunia fashion dengan menyeimbangkan keindahan dan juga menjunjung tinggi etika kerja yang baik.

 

 

Saat ini IMAJI Studio memiliki anggota lain yaitu Leo Pradana sebagai designer untuk men’s fashion. IMAJI Studio juga bekerja sama dengan para pengrajin dari Bali, Lombok, dan Jogja. Sesuai dengan misinya untuk melestarikan kain nusantara, IMAJI Studio berharap kedepannya agar bisa bekerja sama dengan pengrajin dari berbagai kota di Indonesia.

 

Instagram : @imaji.studio

Website : imajistudio.co

 

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU Look

OU Look

PHANTASIEN : Show Your Own Style With Scarf

‘’ Fashion adalah wadah untuk mengekspresikan diri. ‘’ – Anindya Anugrah   Berkreasi dengan scarf dalam style sehari – hari? Mengapa tidak? Ada banyak cara yang dapat dilakukan dan yang terpenting, semua orang bisa menggunakannya tanpa terkecuali. Phantasein, terinspirasi dari scarf buatan Hermes yang menurutnya sangat timeless membuka pemikiran Anindya Nugraha untuk mencoba membuatnya.  …
OU Look

Kal Akkara : The Root Of Indonesian Culture

Kuatnya batu dan akar yang bersatu melawan waktu.   Nah, begitulah kurang lebih filisofi dari Kal Akkara. Kekayaan kultur dan budaya Indonesia inilah yang mendorong Sendra Ramadhan Reksalegora akhirnya menyelami kultur Indonesia dan ia kreasikan di dalam setiap desain aksesoris silver uniknya. Saking mendalami kultur negerinya ini, membuat setiap aksesoris yang dibuatnya punya cerita sejarah…
OU Look

The Natural Coloring World of Imaji

  The History   Sebelum adanya pewarna buatan, dahulu para pengrajin kain nusantara menggunakan pewarna alami yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan lokal untuk menghasilkan warna-warna yang indah. Hal inilah yang menginspirasi Shari Semesta dan Lyris Alvina untuk membentuk IMAJI Studio. Meski keduanya memilki latar belakang pendidikan yang berbeda, namun mereka sama-sama menyukai dunia seni rupa dan…
OU Look

Copa de Flores: Be Inspired through Style and Culture

Tenun ikat merupakan warisan asli budaya Indonesia yang sudah ada selama beberapa dekade. Setiap kain membutuhkan proses yang panjang serta waktu yang lama untuk menyelesaikannya, menjadikannya sebuah hasil karya yang spesial dan personal dari para penenunnya.   Diawali dari rasa cinta dan bangganya terhadap kebudayaan Indonesia, delapan cewek-cewek yang berteman sejak SMA ini, akhirnya memutuskan…