Localizing Hypebeast Brand

kamengski

Siapa yang tidak familiar dengan Supreme, Adidas ataupun Nike ? Brand-brand tersebut banyak diminati oleh kaum muda, apalagi para hypebeast yang tidak pernah ketinggalan produk-produk yang dikeluarkan brand diatas.

 

Brand-brand diatas pastinya sudah banyak diburu di Indonesia terutama oleh anak muda. Sayangnya, kebanyakan anak muda di Indonesia mudah terbawa arus tren masa kini sehingga sering memalingkan wajah dari produk-produk lokal karena kebanyakan produk hypebeast datang dari luar negeri.

 

Meski brand-brand diatas memiliki harga yang lumayan menguras isi dompet, hal tersebut seakan tidak berarti bagi para hypebeast di Indonesia. Lucunya bagi yang memiliki kondisi finansial kurang, mereka akan rela untuk bersusah payah demi mengikuti perkembangan jaman. Tak jarang meski sadar akan kondisi keuangan mereka tetap akan membeli produk tersebut walaupun dalam bentuk barang tiruan.

 

Yahh..kalo dipikir-pikir semboyan “banyak jalan menuju Roma” cocok untuk menggambarkan perilaku komsumtif para hypebeast ini.

 

Nah…kalo yang satu ini memilih jalan “lain” menuju Roma. Alih-alih mengikuti tren dunia, Kamengski memilih menciptakan tren yang lebih local-friendly dengan memodifikasi berbagai brand hypebeast dunia. Modifikasi tersebut dilakukan dengan menambahkan sentuhan lokal pada brand-brand tertentu seperti pada ASSC atau biasa kita dengar sebagai Anti Social Social Club yang dimodif menjadi Anti Sayang-Sayang Club, cukup menggambarkan realita anak muda Indonesia kan?

 

Meski “mendompleng” popularitas brand hypebeast, mereka tidak lupa untuk mengembalikan perhatian para anak muda pada produk dan ikon lokal. Hal tersebut dilakukan dengan mempromosikan dan memplesetkan ikon-ikon lokal unik yang biasa kita lihat sehari-hari. Seperti si ayam jago lamongan dan plesetan logo osis pada seragam sma negeri.

 

 

Tak hanya kaos, Kamengski juga hadir dalam bentuk yang beragam. Seperti Supreme yang dimodifikasikan menjadi Supermie dibawah ini yang hadir dalam bentuk baseball cap serta Stussy yang dimodifikasi menjadi Sussy Susanti dalam bentuk bucket hat.

 

 

Kocak kan koleksinya? Dijamin orang-orang akan melihat dua kali apa yang kalian kenakan, lumayan untuk menarik perhatian orang. Siapa tau kalian bisa jadi tren setter karena mengenakan produk unik ini. Hitung-hitung membantu mengembalikan perhatian sesama anak muda ke produk lokal kan?

Theres nothing wrong with hypebeast, but would it be better if what’s considered as being hype is our own local brand?

(Instagram : @kamengski_stuff)

More in OU Look

OU Look

StayCool Socks: Karya Anak Bangsa yang Mencuri Perhatian

OU ngerti banget pasti nggak sedikit di antara kalian yang suka banget ngoleksi kaos kaki yang desainnya keren. Soalnya OU juga gitu! Apalagi OU termasuk pencinta sneakers, jadi nggak cuma ngoleksi sepatunya aja, tapi kaos kaki juga. Nah, kalo kalian bingung di mana nyari kaos kaki keren di Indonesia, kalian wajib baca artikel ini sampe…
OU Look

TAGS Indonesia: Dari Farmasi lalu Bertransformasi

“Ini bukan tentang ide. Ini tentang membuat ide menjadi kenyataan.”   Sebuah kutipan sederhana namun penuh makna yang mudah diingat tapi kadang sulit untuk menerapkannya. Kutipan ini jika diterapkan niscaya akan membawamu menggapai keberhasilan. TAGS (Tempo Scan Apparel & Goods Store) Indonesia adalah contoh yang akan memberikanmu gambaran betapa besarnya kekuatan sebuah ide. Siapa sih yang…
OU Look

Swallow Footwear: Semakin Nyaman dan Stylish!

OU Look kali ini akan membahas tentang sandal yang udah familiar banget buat kita semua. Siapa sih yang nggak tahu sandal jepit Swallow? Bukan cuma karena kita sering menemukannya di pintu masuk masjid atau mushola, sandal jepit ini udah go international lho! Artis-artis Korea aja pake sandal karya anak bangsa ini. Sandal jepit klasiknya memang sempet viral dua tahun lalu…
OU Look

Laut Kita: An Exhibition by Sejauh Mata Memandang

Setelah sebelumnya OU membahas pameran Sejauh Mata Memandang (SMM) tentang Timun Mas, kali ini OU berkunjung ke pameran SMM lainnya. Kali ini SMM mengadakan pameran dan instalasi seni inspiratif bertajuk Laut Kita. Pameran ini ingin menunjukkan bahayanya pencemaran lingkungan di Bumi, terutama di laut.