Laut Kita: An Exhibition by Sejauh Mata Memandang

Setelah sebelumnya OU membahas pameran Sejauh Mata Memandang (SMM) tentang Timun Mas, kali ini OU berkunjung ke pameran SMM lainnya. Kali ini SMM mengadakan pameran dan instalasi seni inspiratif bertajuk Laut Kita. Pameran ini ingin menunjukkan bahayanya pencemaran lingkungan di Bumi, terutama di laut.

 

Konsep Slow Fashion

Label tekstil lokal yang didirikan oleh Chitra Subyakto ini menggunakan konsep slow fashion. Slow fashion adalah konsep pembuatan pakaian dengan mempertimbangkan dampak lingkungan. Oleh karena itu, SMM menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan dan memperhatikan kesejahteraan sosial dan ekonomi pihak-pihak yang terlibat dalam prosesnya. Koleksi SMM memang selalu dibuat menggunakan teknik batik tulis dan cetak saring tangan karya perajin lokal. Selain itu, model pakaiannya juga terlihat timeless sehingga bisa dipakai sepanjang tahun karena tidak tergantung pada trend.

Polusi Plastik Mengancam Laut Kita

Pameran ini sebenarnya tidak terlalu besar namun bisa membuat kita tertegun dengan visual dan kata-kata yang seakan menampar kita. Saat pertama kali masuk, kita dapat melihat layar besar yang menampilkan video dan foto-foto mengenai betapa indahnya laut Indonesia. Di langit-langit menjuntai hiasan yang terbuat dari sampah plastik dan dipadukan dengan kain karya SMM. Sampah-sampah plastik ini didapatkan dari Car Free Day (CFD) Jakarta, pembersihan pantai, maupun sampah yang diterima dari negara lain.

Melalui instalasi-instalasi seni di pameran ini, kita semua hendak disadarkan bahwa kantong plastik, sedotan plastik, maupun styrofoam yang sering kita gunakan seringnya akan berakhir di laut. Sepertinya sudah tidak perlu lagi kita bertanya apa yang terjadi jika plastik-plastik itu berakhir di laut ya? Ikan dan hewan laut lainnya yang mungkin mengonsumsi plastik bisa berakhir di piring kita lho! Microplastic yang ada di dalamnya pun bisa masuk ke tubuh dan mengancam kesehatan kita. Selain itu, sudah banyak juga foto-foto di pantai yang jadi terlihat buruk karena banyaknya sampah plastik yang mengganggu.

Selain itu, ada juga hiasan yang terbuat dari botol-botol plastik yang digantung di bagian pameran berikutnya beserta boneka ikan dengan sampah plastik keluar dari dalam perutnya. Di bagian pameran lainnya ada video beberapa seniman dan public figure seperti Tulus, Nadine Chandrawinata, Nicholas Saputra dan Hamish Daud yang mengajak kita berjanji untuk mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan kita sehari-hari. Di sini kita juga bisa melihat info singkat tentang komunitas-komunitas pencinta alam yang sering melakukan tindaken nyata dalam mengurangi pencemaran lingkungan, seperti Greenpeace Indonesia dan Kertabumi Klinik Sampah.

Beralih ke Produk Ramah Lingkungan

Di akhir pameran, ada pop-up store SMM yang tidak hanya menjual clothing saja. Ada beberapa produk ramah lingkungan juga seperti peralatan makan dari kayu beserta pouch-nya, tumbler, tas kain, shampoo dan sabun batangan. Katanya hasil penjualan dari produk SMM ini akan disalurkan untuk program edukasi bebas plastik di sekolah kawasan pesisir Indonesia, lho!

Pameran “Laut Kita” bisa dikunjungi di Plaza Indonesia Level 2 North, Jakarta Pusat dari jam 10.00-22.00. Kalau penasaran, segera ke sana aja yuk! Pameran ini cuma ada sampai tanggal 16 Juni 2019 saja. Eits, tapi jangan cuma foto-foto dan upload di sosmed aja ya, kita harus komitmen untuk mengurangi plastik!

5 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU Look

OU Look

Laut Kita: An Exhibition by Sejauh Mata Memandang

Setelah sebelumnya OU membahas pameran Sejauh Mata Memandang (SMM) tentang Timun Mas, kali ini OU berkunjung ke pameran SMM lainnya. Kali ini SMM mengadakan pameran dan instalasi seni inspiratif bertajuk Laut Kita. Pameran ini ingin menunjukkan bahayanya pencemaran lingkungan di Bumi, terutama di laut.  
OU Look

INA WATCH: Style Your Pretty Wrist with A Touch of Indonesia

What’s INA WATCH? Berawal dari kegiatan untuk mengisi waktu luangnya saat mengerjakan skripsi, INA WATCH, jam tangan handmade ini akhirnya lahir. Berkat kakaknya, Lisa akhirnya terinspirasi oleh sang kakak yang juga menggeluti di bidang yang sama. Setelah mantap sharing ilmu dengan sang kakak, Lisa akhirnya memutuskan untuk membuat jam kayu untuk perempuan. Ia mengkombinasikan dengan strap yang…
OU Look

Chitra Subyakto: Sejauh Mata Memandang

Fashion Branding That’s Driven by Traditional Tales   Siang itu, ada yang menarik Ou Look untuk mampir di salah satu toko di Mall Senayan City, Jakarta Selatan. Dari luar, toko ini dipenuhi oleh rumbai-rumbai kain katun putih yang membuat banyak orang penasaran. Ternyata ini  pameran Sejauh Mata Memandang karya Chitra Subyakto itu? Kebetulan sekali rasanya…
OU Look

Ketika CGI Mulai Masuk Ke Industri Fashion

Makin ke sini sudah pasti teknologi makin maju. Mau pesan makanan, kendaraan, beberes rumah, sampai bikin PR aja sekarang kita nggak perlu repot-repot. Berbagai perusahaan teknologi sudah berlomba-lomba menyediakan berbagai aplikasi yang dapat membantu kehidupan kita sehari-hari.   Segalanya yang digital ini tak pelak membuat teknologi-teknologi analog mulai tersingkirkan. Apalagi dengan adanya teknologi seperti AI,…