KAY: Tampil Ciamik dengan Upcycled Denim yang Eksentrik!

Conversation Starter bisa jadi kata yang sangat tepat untuk mendeskripsian desain-desain label yang satu ini!

 

Berawal diskusi random antara tiga sahabat Arsya, Vidy dan Rianda yang pingin banget membuat sesuatu yang seru, tapi pingin banget nggak kena repot, akhirnya lahirlah KAY.

 

“Tadinya mau ikut tren monokrom atau fashion trend lainnya, kalau misalnya clothing biasa, ya nggak ada jiwanya, tapi di sisi lain kita juga nggak mau repot.” Ujar Vidy
“Bener, jadi kita bertiga tuh, semacam procrastinator, maunya yang simple, nggak ribet. Tapi, mau bikin clothing yang produksinya massal, belum ada modal, belum lagi waktu yang akan tersita banyak.” Arsya menjelaskan.

 

 

Denim adalah Koentji!

 

Setelah browsing akhirnya mereka pun menemukan sebuah ide, kenapa nggak denim aja? Karena denim itu selalu “in” kapan pun. Banyak orang yang pakai denim, dan tapi, banyak juga denim yang end up nggak terpakai. Dari situ lah akhirnya tercetus ide, gimana kalau mereka meng-upcycle denim?

 

 

Username @up.kay di Instagram pun diambil dari kata upcycled dan nama brandnya sendiri, yaitu KAY. Karena Arsya, Vidy, dan Rianda lebih memilih untuk memanfaatkan barang yang sudah ada. Mengolahnya menjadi sesuatu yang baru, dan unik.

 

 

Manfaatin Outfit yang Tak Terpakai
Awalnya, mereka bertiga berkreasi dengan membuat model-model jaket serta celana denim yang didapat dari thrift store kemudian ditambahkan dan bahkan dirombak dengan aksesoris, mulai dari renda-renda, manik-manik, sampai bulu-bulu. Detail-detail yang nggak sederhana, ilustrasi yang cute, dipadu dengan warna-warna cerah dan berani jadi ciri khas KAY.

 

 

Meski pun jaket denim atau celananya tidak terbilang baru, tapi jangan takut, KAY nggak sembarangan pilih bahan. Pasti dipilih yang nyaman dan tebal, agar lebih tahan lama.
Selain menyediakan outfit yang ready stock, KAY juga meng-customize outfit sesuai permintaan customer. Biasanya Arsya, Vidy, dan Rianda ngobrol-ngobrol dulu dengan calon pembeli, mau outfit yang seperti apa, dan apa kegemaran mereka, dari situ mereka membuat konsepnya. Kalau customer suka, baru deh dieksekusi.

 

 

Representasi Sebuah Ekspresi
Vidy juga cerita kalau banyak customer atau teman-temanmya yang sebenarnya punya gaya sehari-hari cenderung aman, tapi saat mereka kepingin tampil aneh sedikit, tinggal pakai KAY! Dijamin langsung jadi head turner deh. Singkatnya, KAY bisa jadi representasi jiwa nyeleneh dari setiap orang.

 

 

KAY bisa dibilang project “pelampiasan” Arsya, Vidy, dan Rianda. Ketiganya nggak takut untuk mengekspresikan diri lewat gaya yang nggak biasa dengan konsep out of the box tentunya. Lewat KAY, pemakainya bisa tampil beda, tanpa melenceng dari personality-nya secara jauh. Karena pada dasarnya, tiap orang itu unik, dan KAY memberi kesempatan pada customernya untuk menampilkan keunikan tersebut, lewat fashion.

 

 

Rencananya sih Nggak Mau Repot, Tapi…

 

Meski pun awalnya tiga sahabat ini berencana membuat sesuatu yang simple dan nggak bikin repot, ternyata setelah dijalankan, project ini nggak main-main loh. FYI, upcylcing ini nggak tinggal jahit-jahit atau tempel menempel aksesoris sesuka hati. Dibutuhkan tenaga serta waktu yang nggak sebentar.
Tapi yang namanya passion project, susah senang pun mereka lalui. Mulai dari berburu denim sampai aksesoris-aksesoris yang biasanya didapatkan di pasar.

 

 

Nah, buat kamu yang mau pesan custom outfit, mohon bersabar yah. Tapi, sabarnya kalian pasti akan berbuah manis, karena karya KAY nggak ngecewain. Plus, desain yang dibuat ketiganya nggak akan keulang, alias eksklusif, dan nggak bakal ada yang bisa nyamain.

 

 

Arsya, Vidy, dan Rianda juga masih merencanakan proyek kolaborasi dengan artist-artist lain untuk rancangan KAY batch selanjutnya loh. Dari pada penasaran, buruan deh lihat-lihat karya mereka di Instagram @up.kay, jangan lupa follow yah!

 

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU Look

OU Look

NUS SALOMO SOLO EXHIBITION : WING THINGS

Pada tanggal 20 Mei-14 Juni 2019 kemarin di Gedung A Galeri Nasional Indonesia, solo exhibition karya Nus Salomo berjudul ‘WING THINGS’ dipamerkan. Wing Things merupakan pilihan Nus Salomo untuk menemukan dan menyatakan bahasa yang mampu menyimbolkan keadaan manusia saat ini. Nus memilih menunjukkan kemungkinan seseorang untuk ‘terbang’ dan memandang dari atas persoalan. Pilihan ni tak hanya akan…
OU Look

MUSEUM MACAN: DUNIA DALAM BERITA

Bagi pecinta seni tanah air, para millenial yang seneng menjajal tempat-tempat instagramable, MUSEUM MACAN kembali mempersembahkan pameran seni lagi lho! Pameran terbaru yang diselenggarakan di Museum Macan tahun ini sudah dibuka sejak tanggal 1 Mei kemarin.
OU Look

Laut Kita: An Exhibition by Sejauh Mata Memandang

Setelah sebelumnya OU membahas pameran Sejauh Mata Memandang (SMM) tentang Timun Mas, kali ini OU berkunjung ke pameran SMM lainnya. Kali ini SMM mengadakan pameran dan instalasi seni inspiratif bertajuk Laut Kita. Pameran ini ingin menunjukkan bahayanya pencemaran lingkungan di Bumi, terutama di laut.  
OU Look

INA WATCH: Style Your Pretty Wrist with A Touch of Indonesia

What’s INA WATCH? Berawal dari kegiatan untuk mengisi waktu luangnya saat mengerjakan skripsi, INA WATCH, jam tangan handmade ini akhirnya lahir. Berkat kakaknya, Lisa akhirnya terinspirasi oleh sang kakak yang juga menggeluti di bidang yang sama. Setelah mantap sharing ilmu dengan sang kakak, Lisa akhirnya memutuskan untuk membuat jam kayu untuk perempuan. Ia mengkombinasikan dengan strap yang…