Kal Akkara : The Root Of Indonesian Culture

Kuatnya batu dan akar yang bersatu melawan waktu.

 

Nah, begitulah kurang lebih filisofi dari Kal Akkara. Kekayaan kultur dan budaya Indonesia inilah yang mendorong Sendra Ramadhan Reksalegora akhirnya menyelami kultur Indonesia dan ia kreasikan di dalam setiap desain aksesoris silver uniknya. Saking mendalami kultur negerinya ini, membuat setiap aksesoris yang dibuatnya punya cerita sejarah tersendiri. Ia ingin mengenalkan budaya Indonesia lewat setiap karya – karyanya. Nah, makanya Sendra menyebut Kal Akkara sebagai The Root Of Indonesian Culture.

 

Sejak kapan sih suka sama aksesoris silver?

 

Rasa penasaran akan aksesoris silver tumbuh sejak tahun 2016. Saking terobsesinya, ia memutuskan untuk membeli salah satu aksesoris dari Goro, sebuah brand aksesoris silver ternama dikelasnya. Bisa dibilang sih, Goro itu trendsetternya aksesoris silver di dunia perdeniman.

 

 

Terus, Kenapa tertarik sama budaya Indonesia?

 

Jadi, singkat cerita, setelah Sendra memiliki produk dari Goro, ia merasa ada sesuatu yang kurang. Lalu ia terus mencari dan belajar sampai ke beberapa tempat hingga akhirnya lahirlah Kal Akkara, sebagai bentuk rasa penasarannya terhadap kebudayaan Indonesia. Usut punya usut, sebelum menyadari kekayaan budayanya ini, ternyata Sendra sangat membanggakan budaya dari negara lain. Untuk itu, ia menebusnya dengan lahirnya Kal Akkara, agar setiap orang yang menggunakan aksesorisnya ini tahu akan sejarah di dalamnya. Sejarah budaya Indonesia.

 

 

Wah menarik yaaa! Daripada semakin penasaran kayak apa sih sebnernya aksesoris serta sejarah dari Kal Akkara ini?

 

Yuk kenalan yuk sama beberapa produk dari Kal Akkara, check this out!

 

1.Arrowhead
Kuat, tak terkalahkan, tak termakan waktu, hmm ……. mungkin kurang lebih seperti itu arti dari arrowhead ini. Menurut ceritanya, arrowhead dibuat sebagai senjata berburu sejak jaman nenek moyang kita dulu . Lalu ditemukan pertama kali di suku Toala,  suku pertama dan tertua di Pulau Sulawesi. Konon katanya, panah dari batu ini lebih tahan lama dibandingkan dengan tulang, maka dari itu banyak sekali artefak panah yang ditemukan terbuat dari batu.

 

 

2.Javan Eagle Feathers

 

Lain lagi dengan Javan Eagle Feathers, yang terinspirasi dari mitos akan burung jawa sebagai Garuda dalam sejarah Indonesia. Burung jawa yang terkenal dengan semangat berani dan heroic membuat siapa saja yang menggunakan Javan Eagle Feathers memiliki semangat yang sama dengan burung jawa.

 

 

3.Kal Mamuli

 

Kal Mamuli perhiasan suci. Yap! Menurut ceritanya, di Kepualauan Sumba ada sebuah perhiasan emas yang sangat suci karena dipercaya berasal dari dewa langit dan matahari. Tidak heran jika emas sangatlah memiliki peran besar di Sumba, sebagai perhiasan pusaka dan digunakan dibanyak acara.

 

 

4.Gelang Karo – Atoni

 

Sejak jaman dahulu, gelang sudah banyak di gunakan dalam berbagai upacara tertentu dengan motif dan kerumitan yang berbeda di setiap acaranya. Gelang Karo – Atoni ini terinspirasi dari orang – orang Atoni di Timor Barat, yang terkenal akan budaya menenunnya sehingga tidak heran jika motif dari gelang ini sangat unik.

 

 

5.Emas Bulan Leather Bracelet

 

Status orang Maluku yang konon ceritanya dilihat dari tingkat kemampuan yang di simbolkan dengan emas dan perak sebagai lambang kesuksesannya. Alat tersebut berbentuk cakram yang terbuat dari emas dan perak dengan motif ”bulan emas’, lalu di padu padankan dengan kulit dan manik – manik yang eye catching sesuai dengan warna dan tekstur yang ada.

 

 

Dan masih banyak lagi. Wah, jadi makin bangga nih sama negara kita ini. Nggak Cuma bangga sama budayanya aja, tapi juga bangga sama orang – orang yang masih peduli sama budayanya ini. Salut!

 

Buat kalian yang masih penasaran dengan aksesoris lainnya, langsung aja kepoin akun sosial media @kal.akkara atau website resminya www.kalakkara.com. Oiya, Kalian juga bisa loh ikut workshop yang diadakan oleh Kal Akkara!

 

”Indonesia sudah kaya dan beragam akan kultur dan budayanya, bahkan akan lebih kaya jika kita dapat mengolah dan mengembangkannya.” Kal Akkara.

 

''Indonesia sudah kaya dan beragam akan kultur dan budayanya, bahkan akan lebih kaya jika kita dapat mengolah dan mengembangkannya.'' - Kal Akkara.

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU Look

OU Look

NUS SALOMO SOLO EXHIBITION : WING THINGS

Pada tanggal 20 Mei-14 Juni 2019 kemarin di Gedung A Galeri Nasional Indonesia, solo exhibition karya Nus Salomo berjudul ‘WING THINGS’ dipamerkan. Wing Things merupakan pilihan Nus Salomo untuk menemukan dan menyatakan bahasa yang mampu menyimbolkan keadaan manusia saat ini. Nus memilih menunjukkan kemungkinan seseorang untuk ‘terbang’ dan memandang dari atas persoalan. Pilihan ni tak hanya akan…
OU Look

MUSEUM MACAN: DUNIA DALAM BERITA

Bagi pecinta seni tanah air, para millenial yang seneng menjajal tempat-tempat instagramable, MUSEUM MACAN kembali mempersembahkan pameran seni lagi lho! Pameran terbaru yang diselenggarakan di Museum Macan tahun ini sudah dibuka sejak tanggal 1 Mei kemarin.
OU Look

Laut Kita: An Exhibition by Sejauh Mata Memandang

Setelah sebelumnya OU membahas pameran Sejauh Mata Memandang (SMM) tentang Timun Mas, kali ini OU berkunjung ke pameran SMM lainnya. Kali ini SMM mengadakan pameran dan instalasi seni inspiratif bertajuk Laut Kita. Pameran ini ingin menunjukkan bahayanya pencemaran lingkungan di Bumi, terutama di laut.  
OU Look

INA WATCH: Style Your Pretty Wrist with A Touch of Indonesia

What’s INA WATCH? Berawal dari kegiatan untuk mengisi waktu luangnya saat mengerjakan skripsi, INA WATCH, jam tangan handmade ini akhirnya lahir. Berkat kakaknya, Lisa akhirnya terinspirasi oleh sang kakak yang juga menggeluti di bidang yang sama. Setelah mantap sharing ilmu dengan sang kakak, Lisa akhirnya memutuskan untuk membuat jam kayu untuk perempuan. Ia mengkombinasikan dengan strap yang…