Copa de Flores: Be Inspired through Style and Culture

Tenun ikat merupakan warisan asli budaya Indonesia yang sudah ada selama beberapa dekade. Setiap kain membutuhkan proses yang panjang serta waktu yang lama untuk menyelesaikannya, menjadikannya sebuah hasil karya yang spesial dan personal dari para penenunnya.

 

Diawali dari rasa cinta dan bangganya terhadap kebudayaan Indonesia, delapan cewek-cewek yang berteman sejak SMA ini, akhirnya memutuskan untuk memulai sebuah usaha yang menggunakan tenun ikat dari Nusa Tenggara Timur yaitu Copa de Flores pada tahun 2015. Mereka adalah Bella, Nindy, Grego, Gabyta, Clara, Dyandra, Sasha, dan Vanessa ( ditambah Chaca yang baru bergabung sejak 2017 untuk membantu dalam divisi finance ). Mereka berharap dengan dibangunnya Copa de Flores ini masyarakat Indonesia akan semakin familiar dengan tenun ikat, khususnya untuk para anak muda.

 

 

Masing-masing daerah memiliki motif kain yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut juga menghasilkan cerita yang berbeda pada setiap kain. Terinspirasi dari hal tersebut, setiap model baju Copa de Flores juga memiliki cerita yang berbeda sesuai dengan tema koleksinya masing-masing dinamakan dengan unik. Sejauh ini Copa de Flores sudah memiliki 5 koleksi pakaian, yaitu Kappauta, Du’a Tahu Nuhu, Dara Nusa Nipa, Sawonga, dan Siruwisu dengan tema dan jalan cerita yang berbeda-beda.

 

 

Pada akhir 2017, Copa de Flores juga menambah koleksi produk mereka dengan aksesoris yaitu anting. Anting ini sebetulnya berawal dari banyaknya bahan-bahan kain tenun ikat sisa dari pembuatan baju yang tidak dapat digunakan lagi untuk membuat baju lain, dan juga sangat sayang untuk dibuang. Dari sini munculah sebuah ide untuk membuat “zero waste project”, dalam kasus ini yaitu membuat anting dari bahan-bahan kain tenun ikat sisa. Project ini juga sesuai dengan salah satu misi mereka yaitu untuk menciptakan bisnis yang sistematis dan berkesinambungan didasari dengan triple bottom line, yaitu people, profit, dan planet. Selain berkarya lewat koleksinya, Copa de Flores juga berkarya lewat aksi sosial di creative workshop.

 

Creative workshop yang telah mereka adakan sebelumnya mencakup cara-cara membuat kerajinan menggunakan tenun ikat.
Semoga Copa de Flores yang memiliki visi “To be a faithful light to embrace the inner beauty of women through qualified goods & social cultural movement”, ini semakin sukses untuk memproduksi karyanya dan mengenalkan tenun ikat lebih luas lagi ya!

 

Instagram: @copadeflores

Email: copadeflores@gmail.com

16 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU Look

OU Look

KAY: Tampil Ciamik dengan Upcycled Denim yang Eksentrik!

Conversation Starter bisa jadi kata yang sangat tepat untuk mendeskripsian desain-desain label yang satu ini!   Berawal diskusi random antara tiga sahabat Arsya, Vidy dan Rianda yang pingin banget membuat sesuatu yang seru, tapi pingin banget nggak kena repot, akhirnya lahirlah KAY.   “Tadinya mau ikut tren monokrom atau fashion trend lainnya, kalau misalnya clothing…
OU Look

Petang Hari : Fesyen Kain Tenun Emang Nggak Ada Matinya

OU Look nggak pernah bosen ngebahas seputar fesyen yang unik dan menarik.   Bicara tentang fesyen, kain tenun memang nggak ada matinya. Kain yang terkenal dengan motif unik dengan proses pembuatan yang panjang membuat kain tenun selalu punya ceritanya sendiri. Nggak hanya digunakan sebagai acara formal saja, sekarang kain tenun sudah bertransformasi sebagai tren fesyen…
OU Look

Ican Harem : Sebuah Percakapan (Uncensored)

Berikut percakapan dengan seorang seniman, tanpa disunting dan dibumbui. Mohon ditanggapi dengan bijak. 1.Nama, latar belakang pendidikan? Ican harem merupakan hasil pilihan drop out dari kampus seni dan agama,  besar di budaya pondok  pesantren  di Sumatera,  dan tak ayalnya menempuh pendidikan seni namun tak selesai..karena kebanyakan senggama. profesi.  full time artist part time lover
OU Look

Sederhana Tapi Tidak Biasa

Detail itu indah, berbeda itu unik. Kalung – kalung yang dibuat dengan sabar juga warna – warna yang kalem bisa kita dapatkan di @bhustudio. Kirana Citta, tangan dibalik semua mahakarya di sebuah studio pribadinya di Yogakarta. Menjadi berbeda adalah suatu kebanggaan Kiirana sejak masih kuliah. Berawal dari hobi hingga bisa melahirkan studio kreasinya sendiri berkat…