BYBNIZU : Story Of Dream Come True Project

Kegigihannya dari kecil untuk menjadi seorang fashion designer, terhalang oleh keinginan orang tua yang lebih mendukungnya terjun di dunia bisnis. Selesai menempuh pendidikannya di jurusan international business tidak membuat Bintang, owner dari Bybinzu ini melupakan impian semasa kecilnya, yaitu menjadi fashion designer.

 

Akhirnya ia pun mendapatkan izin dari sang ibu untuk berkarier di dunia fashion meski hanya di bidang tekstil. Mulai dari situlah Bintang belajar kain Shibori dan mulai mengembangkan brand Binzu.

 

Berawal mengikuti berbagai macam workshop yang berhubungan dengan pewarna alami dan teknik shibori, ia pun giat mengeksplorasi ilmu yang didapatkannya, mengembangkan beberapa pattern – pattern baru bersama sang ibu sembari mulai memasarkan karyanya ke publik.

 

Pemilik project yang lahir sejak Oktober 2015 ini percaya bahwa sesuatu yang di mulai dari dalam hati dan sesuai dengan passion akan berbuah manis seperti bagaimana mimpinya dapat terwujud seperti sekarang ini. Binzu lahir karena sang pemilik ingin memiliki sebuah brand  yang sangat personal baginya, agar dapat menginspirasi teman – teman di sekitar dan masyarakat lainnya.

 

 

Teknik kain shibori yang digunakan oleh Bintang merupakan teknik menghambat warna/ menutup bagian yang diwarnai. Meski memiliki beberapa perbedaan, bisa dibilang teknik ini hampir sama dengan membatik.

 

Proses kain batik di hambat menggunakan malam (semacam lilin) yang menghasilkan kain berpola 2D, berbeda dengan kain shibori yang juga melalui proses yang sama namun harus melalui proses tambahan seperti dilipat, diikat, dijahit dan lain-lain untuk menghasilkan pola 3D.

 

Kain shibori memiliki banyak teknik dan hasilnya pun berbeda – beda. Terkadang hasil tangan setiap orang pun berbeda walaupun menggunakan teknik yang sama.

 

 

Terdapat beberapa teknik pembuatan kain shibori yaitu teknik Itajime, teknik melipat yang akan menghasilkan pattern yang berulang – ulang. Teknik Kumo, teknik mengikat yang menghasilkan motif seperti sarang laba – laba. Lalu teknik Hachinosu, teknik dengan cara digulung kemudian ditarik dan diikat yang menghasilkan motif seperti sarang lebah, serta yang terakhir adalah teknik Nui Shibori yaitu teknik menjahit delujur digaris.

 

 

Binzu tidak hanya menjual berbagai produk kain shibori saja. Namun, ia juga kerap mengadakan workshop proses pembuatan teknik kain Shibori yang banyak diminati oleh perempuan berusia 30 tahun keatas. Meski demikian lambat laun sudah banyak anak muda yang mulai mengikuti workshopnya tersebut. Ia mengakui bahwa untuk mengikuti workshopnya tidak dibutuhkan keahlian khusus, yang paling penting adalah keinginan untuk belajar.

 

 

Selama tiga tahun berdiri, sudah banyak penghargaan yang di raih oleh Binzu seperti mengadakan beberapa kali workshop di Kuala Lumpur, Singapore, dan terpilih sebagai one of the trend setter representatives at Future Fair (ASIA) event di Singapore.

 

Dengan tujuan utama untuk memberi warna baru pada dunia fashion, Binzu tak henti-henti memberikan workshop serta pengajaran seputar teknik kain shibori kepada khalayak luas.

 

Way to go Bintang and Binzu!

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU Look

OU Look

Ketika CGI Mulai Masuk Ke Industri Fashion

Makin ke sini sudah pasti teknologi makin maju. Mau pesan makanan, kendaraan, beberes rumah, sampai bikin PR aja sekarang kita nggak perlu repot-repot. Berbagai perusahaan teknologi sudah berlomba-lomba menyediakan berbagai aplikasi yang dapat membantu kehidupan kita sehari-hari.   Segalanya yang digital ini tak pelak membuat teknologi-teknologi analog mulai tersingkirkan. Apalagi dengan adanya teknologi seperti AI,…
OU Look

@FATCOMPANY.JKT, SAJIAN INSPIRASI FASHION LOKAL YANG OKE PUNYA

Pernah bingung menentukan baju ketika ingin keluar rumah? Pilihan ada banyak, tapi yang cocok di hati yang mana, itu yang sulit. Kejadian macam ini emang sering kali terjadi di sekitar kita, bahkan hampir setiap hari. Nah kalo udah kaya gitu, mungkin kalian butuh refrensi fashun baru.   Nah, kebetulan nih Ou Cool baru aja tengok…
OU Look

KAY: Tampil Ciamik dengan Upcycled Denim yang Eksentrik!

Conversation Starter bisa jadi kata yang sangat tepat untuk mendeskripsian desain-desain label yang satu ini!   Berawal diskusi random antara tiga sahabat Arsya, Vidy dan Rianda yang pingin banget membuat sesuatu yang seru, tapi pingin banget nggak kena repot, akhirnya lahirlah KAY.   “Tadinya mau ikut tren monokrom atau fashion trend lainnya, kalau misalnya clothing…
OU Look

Petang Hari : Fesyen Kain Tenun Emang Nggak Ada Matinya

OU Look nggak pernah bosen ngebahas seputar fesyen yang unik dan menarik.   Bicara tentang fesyen, kain tenun memang nggak ada matinya. Kain yang terkenal dengan motif unik dengan proses pembuatan yang panjang membuat kain tenun selalu punya ceritanya sendiri. Nggak hanya digunakan sebagai acara formal saja, sekarang kain tenun sudah bertransformasi sebagai tren fesyen…