“’YUMMY’’ Clay Creatiom From Bali

Berawal dari rasa penasaran, akhirnya bisa menghasilkan.

 

Yulia Dwi Winarti atau lebih sering dipanggil Yulia ini adalah tangan dibalik semua kreasi Po’s Clay Creation. Sejarah Po’s Clay Creation ini berasal dari nama keluarga ayahnya. Karena bagi Yulia, ayahnya adalah panutannya sedari kecil, bisa di bilang kecintaannya pada kerajinan diturunkan dari sang ayah.

 

Berkreasi dengan clay sudah menjadi makanannya sehari – hari. Menggeluti usaha clay menuntutnya selalu detail, kreatif dan inovatif. Untuk mengasah keterampilannya dalam membuat clay yang unik, Yulia sempat mengikuti kursus menjadi creative clay creator, namun seterusnya ia belajar sendiri secara otodidak.

 

 

Clay creator ini bercerita bahwa usahanya berawal saat ia menawarkan karyanya di akun sosial media pribadinya. Tak disangka bahwa banyak sekali yang merespon positif sehingga usahanya tersebut dapat berkembang hingga saat ini. Pembelinya pun kini sudah beragam baik dari lokal maupun internasional.

 

Setelah Yulia merasa usahanya stabil, akhirnya ia memutuskan untuk mencari supplier – supplier mulai dari bahan, alat hingga buku. Tidak heran jika sekarang ini Yulia tidak hanya menjual kreasi clay uniknya saja, namun juga peralatan serta perlengkapan untuk mempermudah para penggiat clay berkarya seperti Yulia.

Dalam mengerjakan setiap karyanya, ia menggunakan resin clay dan polymer clay. Alasan Yulia menggunakan kedua bahan tersebut karena resin clay dan polymer clay tidak perlu dijemur, mudah di bentuk, dan bisa dipotong saat kering Lamanya proses pembuatan miniatur dari clay ini kurang lebih selama satu minggu, tergantung tingkat kerumitan dan banyaknya pesanan.

 

Hampir semua miniatur yang dibuat oleh Yulia adalah miniatur makanan, baik makanan pinggiran maupun makanan berkelas. ”Makanan di Indonesia sangat beragam, unik – unik dan lucu. Model makanan juga salah satu kreasi clay yang paling laris di pesan oleh konsumen’’ ungkap Yulia.  Namun ia juga membuat kreasi lain di luar makanan seperti mini figurine, kartun, bunga, set doll house, dan lainnya.

 

Sebagai seorang creativepreneur, Yulia juga memiliki berbagai kendala sendiri seperti deadline pembuatan yang diberikan pemesan, juga kasus php yang menjadi salah satu resiko membuka usaha online dari beberapa calon konsumen. Yulia mengaku tidak pernah mengikuti kejuaraan khusus dalam clay creation, namun ia pernah mengikuti beberapa lomba yang diadakan teman sehobinya, yaitu perlombaan antar clay creator.

 

Mempunyai bisnis yang menggiurkan tidak membuat Yulia melupakan kewajibannya sebagai seorang ibu dan seorang istri di dalam keluarga. Creativepreneur yang menetap di Bali ini juga sering mengadakan berbagai workshop membuat clay creation. Akan tetapi untuk saat ini ia sedang vakum dikarenakan sedang fokus dalam mengurus anaknya, Namun jangan khawatir, karena Yulia mengatakan bahwa workshop by Pos Clay Creation akan di mulai kembali sekitar bulan Juni 2018.

 

Penasaran dengan karya – karya Yulia? bisa di lihat di @posclaycreation.

 

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU Cool

OU Cool

Ada Cerita Di Balik Kolase Ika

  Ketika sepuluh jari tangan bermain – main dengan gunting, kumpulan gambar, lem, serta sentuhan seni maka jadilah sebuah kolase. Adalah Ika Vantiani, perempuan dibalik semua karya kolase apiknya yang lahir dari ide – ide dan ceritanya sendiri, lalu ia wujudkan menjadi sebuah susunan gambar yang mempunyai cerita.   Usut punya usut, Ika yang dulunya…
OU Cool

Berkenalan dengan Toko Lempung : Clay Craft Sisters

  “Wah……. kalungnya lucu banget. Uh…….. cocok banget sama baju aku!!!”   “Pot sama kaktusnya gemes banget, Beb, ya ampun…. galau pengen semua.”   “Gimana sih, ini cara buatnya?”   “Eeeh, Beb, lihat antingnya lucu banget yang disana. Aaaaa semuanya lucu. Sebal!”  
OU Cool

Kehadiran 2 Galeri Indonesia Di Art Basel Hong Kong 2018

Art Basel Hong Kong merupaka pameran seni bergengsi yang ditunggu-tunggu para pecinta seni dan pekerja seni setiap tahunnya. Art Basel Hong Kong berlangsung pada tanggal 27 hingga 31 Maret 2018. Tahun ini Art Basel Hong Kong tidak kalah menarik dengan tahun-tahun sebelumnya, malahan beberapa orang bilang tahun ini kurasi galeri yang terpilih untuk memamerkan karya…
OU Cool

Alberto Piliang: Illustrating the weird things in life on his own way

  Terkadang ilustrasi yang terlihat ‘dark’ atau ‘suram’ tidak selalu harus memiliki latar belakang yang sama dengan wujudnya. Seperti karya-karya ilustrasi Alberto Piliang yang memiliki nuansa ‘suram’ dan terlihat misterius tetapi sebenarnya terinspirasi hal-hal random yang menarik perhatian Alberto.