Tb Putera: Indonesia’s very own Zack King

Feed Instagram kalian pasti sesekali pernah diramaikan dengan video-video karya Zack King yang jaw-dropping alias keren abis. Tapi kali ini kita tidak akan membahas tentang video-video Zack King. If you wonder who he is just google it…Karena kali ini kita akan membahas video creator asli Indonesia yang memiliki video yang tak kalah mencengangkan dari Zack King.

 

Introducing Tb Putera! jebolan viner satu ini memproduksi video-video seru yang berhasil membuat kalian terhibur sekaligus bertanya-tanya…how did he do it?

 

Tb merupakan one of popular viner dari Indonesia yang berhasil memenangkan posisi pertama pada International Armstong Vine awards kategori magic...kerenkan dia dikenal di dunia per-vine-an?

 

Awalnya ia hanya iseng-iseng membuat video menggunakan handycam saat SMA, namun seiring perkembangan jaman dan hadirnya smartphone ia mulai membuat video-video untuk teman-temannya atau sekedar mengreasi ulang video stopmotion yang sudah ada. Kehadiran vine berperan besar dalam membuat video nya lebih dikenal orang.

 

Now, lets get on to his videos. Perbedaan yang lumayan signifikan antara Tb dan Zack King adalah pada latar sihir yang ditampilkan. Tb Putera lebih sering menggunakan property kertas berwarna-warni yang semakin membuat videonya menonjol dan eye-catching. Penggunaan kertas pun semakin membuat perubahan bidang datar ke dimensi ruang lebih terlihat.

 

Liat deh videonya dbawah ini, pretty magical right?

 

Eid Mubarak everyone!! 🎉🎉 @indovidgram #ivgselasart #indovidgram

A post shared by Tubagustubitru (@tbputera) on

Bahasa inggrisnya Pasir Nenek Sihir apa?

A post shared by Tubagustubitru (@tbputera) on

 

Kerennya lagi Tb masih memiliki pekerjaan tetap sehari-harinya loh! Otomatis video-videonya ini hanya pekerjaan atau bisa dibilang kegemaran sampingan. Meski berstatus “sampingan”karyanya tetap membuahkan hasil, sebab Ia kerap membuat video untuk produk-produk besar bahkan restoran ternama, seperti pada dibawah ini.

 

 

Wah…Tb Putera sekaligus memperlihatkan kita bahwa terkadang kita tidak perlu menghentikan segala rutinitas ataupun pekerjaan utama kita untuk semata-mata untuk mengejar kegemaran kita, bukan berarti Ia tidak menikmati pekerjaannya loh ya. Tapi alangkah baiknya dan lebih menguntungkan saat pekerjaan dan kegemaran kita dapat dijalankan secara bersamaan dan sama-sama menghasilkan?

 

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU Cool

OU Cool

Tentang Perempuan Berhati Intan

Aku perempuan Dia pun perempuan Mereka juga perempuan Tapi tidak, tapi tidak Kita beda, tidak sama Fisik, fisik yang selalu mengelitik Lalu, apakah semua perempuan harus sama? Apa bedanya dengan manekin di luar sana? Memang benar kata orang, sudah banyak paras ayu nan rupawan. Namun sayang, hati dan pikiran yang baik, masih jarang ditemukan.  
OU Cool

Jelly Playground: Arena Bermain Pecinta Analog

Kali ini, OU berkesempatan untuk ngobrol-ngobrol dengan Renaldy Fernando Kusuma, cowok kece di balik Jelly Playground. Buat teman-teman penggemar kamera analog pasti udah nggak asing dengan Renaldy atau yang lebih sering disapa Enad.   Enad cerita kalau ketertarikannya dengan kamera analog mulai di tahun 2008 akhir, waktu itu lomography camera lagi hype banget, dan sudah…
OU Cool

Menyimak Travelogue Motulz dalam Sketsa

Kalau pernah mengintip akun Instagram @motulz pasti sudah tidak asing lagi dengan sketch yang memenuhi feed-nya. Mulai dari supir taksi yang tengah mengemudi, bapak-bapak yang sedang bercengkrama, tempat hangout, bangunan-bangunan cantik, suasana di depan pertokoan, sampai pemukiman padat.   Pekerjaannya sebagai Digital Creative Consultant membuatnya sering jalan-jalan. Ini pun dijadikan kesempatan untuk membuat travelogue atau…
OU Cool

Karena Eksplorasi adalah Kunci

Resatio Adi Putra emang lebih dikenal sebagai seniman dan desainer grafis. Tapi kalau belakangan ini sempat cek feed Instagramnya,  kayanya ada yang berubah ya. Dari yang tadinya upload karya-karya berupa kolase, sekarang lebih banyak dihiasi dengan fotografi minimalis. Atau jangan-jangan, Resatio sekarang mau shifting ke fotografi?