Stories For Rainy Days : Sebuah Sketsa Inspirasi dari Hujan

Buku adalah jendela dunia dan toko buku adalah surga bagi Naela.

 

Cerita – cerita yang turun bersamaan dengan hujan, menjadi awal mula lahirnya buku – buku Naela Ali. Naela yang sekarang sedang sibuk mempersiapkan launching buku volume ke-3nya ini memang senang dengan buku dan menulis dari kecil. Novel , komik, hingga buku ensiklopedia pun habis ia lahap saking gemarnya dengan membaca buku. Tidak heran jika ia tidak bisa lepas dari buku hingga saat ini.

 

 

Stories for Rainy Days. Siapa yang tidak kenal buku ini? buku yang sering mejeng cantik di rak buku best seller di beberapa toko ini katanya sukses bikin banyak kaum milenials baper. Gimana nggak baper kalau isinya berupa ilustrasi – ilustrasi dan cerita yang ‘kita banget’ apalagi menyangkut tentang masa lalu. Perpaduan Ilustrasi dan cerita yang ringan ini membuat bukunya enak dibaca saat hujan turun.

 

 

Naela bercerita bahwa dirinya tidak pernah merencanakan menulis buku. Semua mengalir begitu saja, dan betapa bahagianya ia saat mendapat respon positif dari para pembaca. Ia pun tidak pernah menargetkan hingga berapa buku yang akan ia tulis kedepannya. Sebab dalam menulis pun inspirasi yang didapat bisa muncul dari mana saja ”Pokoknya spontan aja, dari ngumpulin beberapa cerita yang ada dan yang paling penting benang merahnya masih ada, maka terbitlah.” katanya.

 

 

Bicara tentang buku terbarunya, ternyata konsepnya masih sama seperti buku – buku sebelumnya. Yap! kurang lebih bercerita tentang perdamaian dengan masa lalu untuk memulai sesuatu yang baru. Lebih bersyukur dengan apa yang kita punya, keluarga, teman-teman, dan hal berharga lainnya.

 

 

Naela yang sedang sibuk dengan buku – bukunya ini ternyata juga mempunyai hobi lain loh.. kali ini  lebih pada wirausaha yang ia tuangkan dalam online shopnya yang bernama Asobi. Bahkan ia terlebih dahulu mengelola Asobi sebelum ia meluncurkan buku – bukunya tersebut. Usut punya usut, Asobi berasal dari bahasa jepang yang artinya bermain. ”Aku pengin bikin sesuatu yang fun dan bikin orang happy. And what’s more fun than playing?, ucapnya.

 

 

Dirinya mengaku banyak terinspirasi dari budaya Jepang, karena hampir semua bacaan dan inspirasinya memang banyak dari negeri sakura tersebut. Naela juga percaya bahwa inspirasi bisa datang dari mana saja, asal kitanya ‘’peka’’ .

 

''I believe, inspiration is all around you, and all we have to do is feel.''

Sudahkah kalian berdamai dengan masa lalu ? Sudahkah kalian mendapatkan inspirasi baru hari ini?

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU Cool

OU Cool

CITA-CITA ISAAC AKHIRNYA LAHIR BERSAMA EP COCOON

EP COCOON yang terdiri dari 4 single lagu ini adalah salah satu cerita bagaimana masing-masing personil Isaac dalam meraih cita-cita mereka dalam hidup. Band yang terdiri dari Marhain Williams (vocal, gitar), Nyoman Agastyasana (gitar), Akbar Prihartama (bass), dan Reinardus Suryandaru (drum) ini baru saja merilis karya mereka beberapa bulan yang lalu. Berikut penjelasan singkat mengenai…
OU Cool

PAMERAN OLEH PENGUNGSI: ‘’BERDIAM ATAU BERTANDING’’

Waktu OU Cool main ke Galeri Nasional beberapa waktu yang lalu, tampak banyak sekali turis asing yang datang silih berganti di salah satu ruang pamer di kompleks itu. Karena penasaran, kami akhirnya membawa OU Cool ke sisi yang ramai itu.   Sebuah judul besar menyambut kami di pintu utama pameran tersebut, ‘’Berdiam atau Bertanding’’. Dari…
OU Cool

ANDRA MATIN: DI BALIK KONSEP KAFE-KAFE MODERN-MINIMALIS

Adem. Begitulah saat kali pertama OU CHILL tiba di Kopi Manyar, Bintaro. Warna dominan yang hangat, didukung dengan desain interior yang serba modern-minimalis, bikin siapa aja yang dateng langsung nyaman tanpa alasan. Kafe ini punya ruang luas di belakang yang sering digunakan untuk galeri pameran karya. Bentuk bangunan yang unik bikin setiap sudut kafe ini…
Uncategorized

MARCHELLA FP: BIAR KARYA YANG NGOMONG SENDIRI

“Nafas sebentar, apa sih yang dikejar?” “Nggak papa, besok kita coba lagi.”   “Tenang, nggak semuanya harus ada jawabannya sekarang”   “Duduk sebentar, biar paham”   “Selalu ada celah, untuk lihat salah”