RISHA The Earthquake Proof “Lego House”

Bencana alam berupa gempa bumi yang tak lama ini menimpa Lombok dan sekitarnya memakan korban jiwa dan membawa kerugiaan materiil. Korban jiwa yang terjadi saat gempa bumi sebagian besar disebabkan oleh bangunan runtuh yang menimpa para korbannya.

Banyaknya bangunan yang hancur pasca bencana tersebut membuat ratusan penduduk kehilangan tempat tinggal, untuk itu dibutuhkan tempat tinggal yang layak dan “cepat” untuk menampung para korban. Tak hanya cepat, rumah tersebut juga harus mampu bertahan menghadapi bencana serupa kedepannya.

RISHA singkatan untuk Rumah Instan dan Sehat ini menjadi solusi bagi permasalahan diatas. RISHA, sebelumnya telah diterapkan di Aceh pasca bencana gempa bumi dan tsunami pada tahun 2004 silam.

Lantas apa yang membuat RISHA berbeda dengan rumah-rumah pada umumnya?

 

Sesuai dengan namanya rumah ini dapat dibangun dengan waktu yang lebih cepat dibanding rumah-rumah pada umumnya. Penyelesaiannya hanya memerlukan waktu 24 jam dan hanya membutuhkan 3 orang tenaga pekerja. Hal ini dikarenakan RISHA merupakan rumah berkonsep knock down yang tidak membutuhkan semen dan batu bata.RISHA dibangun dengan menggabungkan panel-panel beton dengan baut. Layaknya bermain lego cukup digabung-gabungkan, hence the name lego house.

 

Karena terdiri dari panel-panel rumah RISHA memiliki resistensi lebih dalam menahan gerakan menyamping yang muncul saat gempa, dengan demikian kerusakan pada struktur bangunan dapat diminimalisir sehingga memberikan waktu lebih banyak bagi orang-orang untuk keluar dengan selamat.

 

Harganya pun relatif lebih terjangkau, meski demikian kualitasnya tetap terjaga dan telah lulus SNI. Uniknya RISHA turut mendorong perkembangan UKM terutama usaha produksi panel beton.

 

Nah, structure wise two thumbs up! Even though its not a priority especially on this kind occasion. But what do you have to say about the esthetic?

 

Just some OU-some thoughts…what if

RISHA ini dijadikan kanvas kosong bagi para seniman sekaligus dengan warga lokal untuk berkarya, untuk mempercantik lingkungan tempat tinggal sekaligus menjadi penghiburan bagi warga lokal.

What do you think? Should we make a proposal?

Source:

http://eproduklitbang.pu.go.id/risha/

https://www.imaginationstationtoledo.org/educator/activities/can-you-build-an-earthquake-proof-building

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU Cool

OU Cool

OU COOL: CREACVITY WITH LENS BY FAISAL Y. DJAJA

Apa yang kamu bayangkan ketika melihat feed Instagram dari @faisaldjaja ini? Simple, klasik, dan sangat VSCO sekali, begitu kurang lebih yang OU COOL rasakan. Sebelum membahas lebih jauh mengenai fotografi ala Faisal kali ini, kamu semua pasti sudah tidak asing bukan dengan VSCO? OU COOL yakin, generasi millenials saat ini pasti sudah diluar kepala mengenai…
OU Cool

EKSISTENSI TOKO MUSIK ‘KEEP-KEEP’

Toko musik masih menjadi rumah bagi para penikmatnya. Di antara banyaknya platform musik digital yang tumbuh subur sekarang ini, ternyata masih banyak toko musik yang dapat kita jumpai di beberapa kota, seperti ‘’Keep-keep’’ di Bandung dan ‘’Podomoro’’ di Yogyakarta . Toko-toko tersebut tidak banyak berubah, masih sebagai gudang inspirasi bagi para pelanggannya. Tidak lupa juga sebagai ajang temu kangen…
OU Cool

OU COOL: THE MAN BEHIND #MADEWITHSTORIES

Siapa yang tidak tahu Instagram? Platform yang hampir digunakan semua umat ini banyak sekali membawa perubahan. Tidak jarang juga yang akhirnya menemukan ‘’dirinya’’ pada platform tersebut. Sebut saja para influencer juga para pebisnis-pebisnis maya yang sering kita temui.     Bagi kamu yang sering main Instagram, rasanya ada nilai plus tersendiri jika konten yang kita…
OU Cool

OU COOL: CHOO-CHOO, SOBAT BAIK DARI KERETA COMMUTER LINE

Choo-Choo, buku ilustrasi bergambar yang berisi cerita seekor anjing dan rubah ini ikut meramaikan dunia buku ilustrasi Indonesia. Sama seperti Naela Ali, Lala Bohang, dan Marchella FP, kini Citra Marina ikut mendobrak semangat membaca masyarakat Indonesia lewat karya-karya mereka yang serupa tersebut. Choo-Choo, bikinan Citra ini bisa dibilang sebuah refleksi diri seorang Citra selama ia…