@rainbow_capsule: Seni Underground Telah Muncul di Permukaan

Pernah nggak sih kamu melakukan hal yang berbeda di saat kebanyakan teman-temanmu melakukan hal-hal yang sedang tren? OU COOL punya kisah menarik yang menceritakan hal tersebut dan khusus disampaikan buatmu lho. Jadi pastikan kamu membacanya dengan saksama, agar dapat memahami dan belajar dari kisah tersebut.

 

Di awal cerita, OU COOL akan memperkenalkan kamu dengan sosok manusia asal Indonesia bernama Adhi. Adhi adalah pekerja full-time ilustrator bernama pena @rainbow_capsule yang tengah meraih kesuksesan dengan penggunaan style visual lowbrow art. Karya yang dihasilkan sangat imajinatif dan menimbulkan efek yang sangat berkesan bagi siapa pun yang menyaksikan.   

 

 

Sebagai seorang ilustrator biasanya memang memiliki style visual tersendiri yang menjadi ciri khas dan membedakannya dengan seniman lainnya. Style visual lowbrow art menjadi pembahasan yang penuh dengan kisah perlawanan atas style visual yang merajai dan mendominasi aliran seni visual yang membuatnya terasingkan dan tersingkirkan.

 

Kisah perjuangan tersebut bermula di Los Angeles, California di akhir 1970-an ketika dunia dikuasai oleh aliran seni abstrak dan seni konseptual yang tidak menggubris sama sekali aliran seni lainnya. Lowbrow art adalah salah satu aliran seni yang tidak dianggap. Perasaan kecewa diubah menjadi semangat untuk memperjuangkannya agar diakui dan disamaratakan dengan kedua aliran tersebut. Ketika semua orang menggandrungi aliran seni abstrak dan seni konseptual, Robert Williams malah memilih memperjuangkan style lowbrow art.

 

 

 

Siapa sih Robert Williams ini? Ia adalah pelopor kisah perjuangan lowbrow art dan mengangkat seni ini sebagai seni rendahan dan gerakan seni bawah tanah atau underground. Tidak seperti namanya, lowbrow art sesungguhnya mengadaptasi ilustrasi cerita, seni komik, science fiction, seni poster film, produksi film, animasi, seni punk rock, seni hotrod dan biker, grafis di skateboard, graffiti, tato dan seni kelas tinggi. Perlu diingat, nama bukanlah sebuah alat ukur untuk menilai kualitas.

 

Kepopuleran dan pengakuan lowbrow art diperoleh ketika Robert Williams meraih kesuksesan di majalah Juxtapoz lewat karyanya yang bertajuk “The Lowbrow Art of Robert Williams”. Dengan keberhasilan yang diperolehnya telah membuat lowbrow art ini menjadi diakui dan tidak lagi terdiskriminasi. Kenyataan akan keberhasilan yang diperoleh Robert Williams dapat dilihat dengan hadirnya Adhi seorang ilustrator asal Indonesia yang menggunakan style lowbrow art tersebut.

 

Penggunaan lowbrow art ini dapat dianalisis melalui karya yang telah Adhi ciptakan. Karya yang dihasilkannya sangat imajinatif dengan bentuk yang terkesan aneh berpadu dengan warna-warna meriah dan berkesan humoris, gembira, nakal dan liar. Hal-hal tersebutlah yang menjadi dasar lowbrow art tersebut.

 

Mulai kini, kamu tidak perlu takut menjadi berbeda, selama kamu yakin dengan apa yang telah kamu pilih!

26 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU Cool

OU Cool

Detufa Kitchen: Combining Family Hobbies to Stay Sane

Hai, OU readers! Apa kabar? Mungkin beberapa dari kalian udah kembali masuk kantor dan beberapa masih harus stay di rumah. Gimana pun, kita harus tetap semangat ya! OU hadir kembali nih, dengan kisah yang fun sekaligus menginspirasi. Kisah ini datang dari Agatha Christie Dumatubun yang bikin project bareng keluarganya bernama Detufa Kitchen selama ia stay…
OU Cool

“Spotlight/Dance to Art”: Lydia Janssen’s Book Launch/Exhibition

The COMO Uma Ubud, Bali is pleased to present Lydia Janssen’s book launch/exhibition entitled Spotlight / Dance to Art open to public March 8-10, 2020. This event is a must-attend for all of art enthusiasts!   ‘Dance to Art’ is Lydia Janssen’s first monograph. Published by SKIRA Milan and written by Ian Findlay-Brown, it is a…
OU Cool

Now Airing: “A Step” for Nath’s Next Step

Baru-baru ini, solois indie, Nath, akhirnya mewujudkan cita-cita terpendamnya lewat mini album yang bertajuk “A Step”. Single pertamanya “Tell Me” yang lebih dulu rilis di tahun 2018 sudah didengarkan lebih dari 300.000 kali di Spotify lho. Yuk mengenal lebih jauh sosok Nath dan mini albumnya!
OU Cool

Yuk Ikut Berbagai Acara Menarik di Japan Cultural Weeks 2020!

Kabar gembira untuk kalian pencinta budaya Jepang! Japan Cultural Weeks (JCW) diadakan di Jakarta mulai tanggal 10-29 Februari 2020. Seri pengenalan budaya Jepang ini akan menghadirkan beragam kegiatan seperti pertunjukan musik, lomba pidato Bahasa Jepang, pengenalan Bahasa Jepang, pameran seni rupa, workshop, pemutaran film, demonstrasi, hingga diskusi. Asyiknya lagi, semua acaranya tidak dipungut biaya!  …