POPCON ASIA 2018, LEBIH UPGRADE DARI TAHUN SEBELUMNYA

Ada yang menyegarkan di Popcon Asia tahun ini. Belum lama ini, ajang festival kultur pop terbesar di Indonesia tersebut hadir kembali dengan konten-konten baru yang makin asik. Acara tahunan yang diadakan di ICE BSD, Tanggerang Selatan pada tanggal 22-23 September tersebut, mengusung tema ‘’Clash Of Pop’’ dengan menghadirkan turnamen eSports hingga Popconcert yang dimeriahkan banyak band tanah air.

 

Apa aja sih yang bikin rasanya beda dari Popcon Asia sebelumnya? Ini catatan OU:

 

Cosplay Competition

Buat kalian yang kemarin hadir, pasti pada lihat dong bagaimana banyaknya partisipan cosplayer dengan kostum yang kece-kece? Pada turnamen cosplay tersebut turut melibatkan beberapa juri-juri cosplayer seperti Kame Aam, Kaila Reina, dan Alexander Bella.

 

Celebration Cup

Popcon Asia tahun ini turut menghadirkan turnamen game dengan hadiah hingga ratusan juta rupiah. Seperti yang dikutip dari kompas.com, adanya turnamen game juga film tersebut karena melihat perkembangan industri game dan film yang makin baik di Indonesia. Pada event ini pula, Popcon Asia turut merayakan game buatan Indonesia, yaitu DreadOut yang diangkat ke layar lebar juga akan dipasarkan ke pasar Internasional.

 

Popcon Award

Tidak hanya game serta cosplay saja yang menarik pada acara Popcon 2018 ini. Namun, hadirnya film-film nasional seperti Dear Nathan hingga Pengabdi Setan yang sempat booming beberapa waktu lalu tersebut, turut meramaikan event pop kultur ini. Selain bisa menyaksikan penayangan film-film nasional, pengunjung juga bisa bertemu dengan para pemainnya. Mereka juga dapat ikut bermain game VR seperti pada booth film Foxtrot Six atau merasakan gregetnya scene film pengabdi setan. Sebagai penutup acara tersebut, terdapat banyak kategori yang diikutkan pada Popcon Award tersebut. Tidak hanya bertema film dan cosplay saja, namun ada juga Comic Category, Game Category, dan untuk pertama kalinya terdapat nominasi Best Boardgame Of The Year lho!

 

Popconcert

Event ini ditutup dengan serangkaian konser seru dari RAN, White Shoes & The Couples Company, The Goodnight Electric, dan The Adams.

 

Acara ini tidak hanya sebagai ajang pamer kreativitas diri anak muda saja, namun juga sebagai ajang mencari relasi juga mengasah bakat diri, khususunya anak muda. Hmm, dengan banyak menu menyegarkan model begini, bakal seperti apa ya Popcon Asia tahun depan? Kita tunggu saja!

 

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU Cool

OU Cool

CITA-CITA ISAAC AKHIRNYA LAHIR BERSAMA EP COCOON

EP COCOON yang terdiri dari 4 single lagu ini adalah salah satu cerita bagaimana masing-masing personil Isaac dalam meraih cita-cita mereka dalam hidup. Band yang terdiri dari Marhain Williams (vocal, gitar), Nyoman Agastyasana (gitar), Akbar Prihartama (bass), dan Reinardus Suryandaru (drum) ini baru saja merilis karya mereka beberapa bulan yang lalu. Berikut penjelasan singkat mengenai…
OU Cool

PAMERAN OLEH PENGUNGSI: ‘’BERDIAM ATAU BERTANDING’’

Waktu OU Cool main ke Galeri Nasional beberapa waktu yang lalu, tampak banyak sekali turis asing yang datang silih berganti di salah satu ruang pamer di kompleks itu. Karena penasaran, kami akhirnya membawa OU Cool ke sisi yang ramai itu.   Sebuah judul besar menyambut kami di pintu utama pameran tersebut, ‘’Berdiam atau Bertanding’’. Dari…
OU Cool

ANDRA MATIN: DI BALIK KONSEP KAFE-KAFE MODERN-MINIMALIS

Adem. Begitulah saat kali pertama OU CHILL tiba di Kopi Manyar, Bintaro. Warna dominan yang hangat, didukung dengan desain interior yang serba modern-minimalis, bikin siapa aja yang dateng langsung nyaman tanpa alasan. Kafe ini punya ruang luas di belakang yang sering digunakan untuk galeri pameran karya. Bentuk bangunan yang unik bikin setiap sudut kafe ini…
Uncategorized

MARCHELLA FP: BIAR KARYA YANG NGOMONG SENDIRI

“Nafas sebentar, apa sih yang dikejar?” “Nggak papa, besok kita coba lagi.”   “Tenang, nggak semuanya harus ada jawabannya sekarang”   “Duduk sebentar, biar paham”   “Selalu ada celah, untuk lihat salah”