Percaya Diri Dengan Style Sendiri

Shane Tiara. Seniman muda yang karyanya sudah melalang buana berkolaborasi dengan brand ternama seperti Bodypack ID, Instagram Singapore, Artotel Thamrin, Rimowa Indonesia, Toyota ID x The World of Ghibli JKT, Gojek dan lainnya ini ternyata juga sudah diliput oleh berbagai media seperti Nylon ID, Sarasvati, dan Art Republik.

Hmm…apakah Shane ini telah diberkati dengan kemampuan seni semenjak kecil? bagaimana ya cara dia membagi waktu antara pekerjaan dan kehidupan sosialnya? Yuk kenalan lebih lanjut dengan pemilik akun @shanetortilla ini!

1.Hobi Dari Kecil

 

Hobi mencorat – coret sejak di bangku taman kanak – kanak membawa Shane akhirnya terjun ke dunia seni seperti sekarang ini. Hobi yang terus ditekuninya hingga memutuskan untuk mulai secara serius di bangku SMP membuatnya memutuskan untuk mengambil jurusan DKV dan masih berlanjut hingga kini. Walaupun awalnya sempat dilarang oleh orang tuanya, namun akhirnya darah kelahiran Jakarta ini dapat meyakinkan orang tua dan mendapatkan ijin untuk terjun di dunianya ini.

 

Dirinya semakin tergugah untuk terus mendalami dunia seni ketika ia mendatangi event pertamanya yaitu event Popcon dan AFA di tahun 2013. Mulai dari situ pula akhirnya ia bertemu komikus yang juga menjadi panutannya hingga sekarang ini, bahkan Shane bekerja satu atap dengan mereka sekarang. Cool!

 


2.Mending
Komikus atau Nge-mural?

 

I choose both! she said. Karena ia ingin menjalani semuanya dari komikus hingga mural walaupun semua ada kekurangan dan kelebihannya. Seperti saat ia menyadari susahnya menggunakan spraycans, dan akhirnya memutuskan untuk mix media antara spraycans dan juga kuas untuk menggambar di tembok (mural). Semua itu adalah tantangan bagi Shane untuk menaklukan semuanya karena ia mencoba untuk menjadi ”the best of both worlds” – Hannah Montana

 

3.Inspired by Society and Lifestyle

 

 

Penggemar comic one – shot seperti karya Bryan Lee O’Malley, ”Seconds”, dan karya Aimee de Jongh ”The Return of The Honey Buzzard” ini selalu menjadikan apapun di sekitarnya menjadi sebuah inspirasi tersendiri dalam berkarya. Walaupun setiap karyanya terinspirasi dari sekitar, namun ia mengaku tidak bisa bekerja di tempat keramaian. Butuh tempat untuk menyendiri bagi perempuan yang mengaku introvert ini agar dapat fokus dalam mengerjakan karyanya.

 

 

4.The colored Procrastinator

 

 

Kendala terbesar bagi Shane adalah keseringannya untuk menunda – nunda pekerjaan a.k.a procrastinator! Walau begitu, ia selalu berusaha untuk professional dalam bekerja. Bicara soal karya, ia mengaku tidak harus melulu harus hitam dan putih saja. Ia selalu menggunakan warna pastel untuk tampil lebih colorful and bright seperti menggunakan warna pink, kuning dan turquoise. Dan FYI, pecinta segala yang berbau keju ini ternyata memiliki alergi dengan semua olahan dari susu! Wah…..

 

5.Harus ada ‘’Me Time!’’

 

Perempuan kelahiran Jakarta yang sedang sibuk menyelesaikan skripsi ini mengaku sudah terbiasa dengan kegiatannya seperti pergi ke kantor dari pagi hingga sore dan malam harinya ia gunakan untuk mengerjakan beberapa kerjaan freelance-nya. Namun, di tengah kesibukannya ia selalu menyempatkan diri untuk waktu ‘’me time’’ setiap weekend, serta bersosialisasi dengan yang lainnya.

 

6.Percaya Diri Is The Key!

 

Kuncinya, percaya diri dan terus mengembangkan diri. Perempuan yang sekarang sudah tergabung di klub besar seperti Secret Walls (a world wide street art community), Nameless Collective (a collective art community), serta Bang Bang Club (an all-girls graffiti crew) ini sedang berfokus membranding diri serta ingin melanjutkan komiknya yang sedang hiatus. Ia juga akan membuat something new di pertengahan tahun ini.

 

Penasaran? tunggu saja update kegiatan terbaru dari Shane di akun instagram pribadinya @shanetortilla.

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU Cool

OU Cool

Ada Cerita Di Balik Kolase Ika

  Ketika sepuluh jari tangan bermain – main dengan gunting, kumpulan gambar, lem, serta sentuhan seni maka jadilah sebuah kolase. Adalah Ika Vantiani, perempuan dibalik semua karya kolase apiknya yang lahir dari ide – ide dan ceritanya sendiri, lalu ia wujudkan menjadi sebuah susunan gambar yang mempunyai cerita.   Usut punya usut, Ika yang dulunya…
OU Cool

Berkenalan dengan Toko Lempung : Clay Craft Sisters

  “Wah……. kalungnya lucu banget. Uh…….. cocok banget sama baju aku!!!”   “Pot sama kaktusnya gemes banget, Beb, ya ampun…. galau pengen semua.”   “Gimana sih, ini cara buatnya?”   “Eeeh, Beb, lihat antingnya lucu banget yang disana. Aaaaa semuanya lucu. Sebal!”  
OU Cool

Kehadiran 2 Galeri Indonesia Di Art Basel Hong Kong 2018

Art Basel Hong Kong merupaka pameran seni bergengsi yang ditunggu-tunggu para pecinta seni dan pekerja seni setiap tahunnya. Art Basel Hong Kong berlangsung pada tanggal 27 hingga 31 Maret 2018. Tahun ini Art Basel Hong Kong tidak kalah menarik dengan tahun-tahun sebelumnya, malahan beberapa orang bilang tahun ini kurasi galeri yang terpilih untuk memamerkan karya…
OU Cool

Alberto Piliang: Illustrating the weird things in life on his own way

  Terkadang ilustrasi yang terlihat ‘dark’ atau ‘suram’ tidak selalu harus memiliki latar belakang yang sama dengan wujudnya. Seperti karya-karya ilustrasi Alberto Piliang yang memiliki nuansa ‘suram’ dan terlihat misterius tetapi sebenarnya terinspirasi hal-hal random yang menarik perhatian Alberto.