Choo-Choo, Sobat Baik dari Kereta Commuter Line

The Story of Choo-Choo

 

Buku ilustrasi bergambar ini berisi cerita tentang seekor anjing dan rubah. Sama para penerbit buku ilustrasi lainnya, kini Citra Marina ikut mendobrak semangat membaca masyarakat Indonesia lewat karyanya tersebut. Lamanya perjalanan menuju kantor membuat dirinya enggan untuk membuka telepon selulernya saja. Dirinya memutuskan untuk membawa sketchbook kecil, dan menggambar apapun yang sedang ia rasakan saat itu.

 

Tidak disangka, gambarannya tersebut mendapat respon positif dari para netizen di Instagram. Ilustrasinya tersebut banyak menyentil para netizen di sosial media karena sangat relate dengan kehidupan sehari-hari. Meskipun Citra tidak pernah bermaksud menyindir orang lain, namun sebenarnya, ilustrasi Choo-Choo ini adalah refleksi dirinya sendiri.

 

Nama Choo-Choo ini lahir dari celetukan teman-teman Citra yang kerap melihat hastag postingannya di Instagram. Padahal, menurut penjelasan Citra sendiri, karakter Choo-Choo ini awalnya bernama Fog Dox (campuran dari fox dan dog). Melihat respon positif dari para teman-temannnya tersebut, membuka diri Citra untuk menyampaikan sebuah pesan lewat gambar-gambarannya tersebut.

This makes me become more sure that I want to make art in which people can see themselves, instead of myself-Citra.

 

Citra melihat perkembangan konten marketing saat ini. Membandingkan kehidupan dengan apa yang dipunya saat ini menjadi masalah banyak netizen Indoensia. Hal ini membuat Citra semangat untuk menyebarkan pesan-pesan melalui Choo-Choo.

 

Choo Choo adalah ongoing project yang punya misi besar untuk meningkatkan kemauan dan kemampuan kita agar lebih berpikir kritis (think about our feelings, instead of allowing feelings to blind our logic) dan untuk berempati (mau memahami orang lain, tidak hanya mengurusi urusan orang lain).

 

Rencananya, buku ilustrasi Choo-Choo ini akan menjadi sebuah triologi karena Citra saat ini sedang fokus mengerjakan materi buku Choo-Choo ke-2 dan ke-3. Selain mengerjakan Choo-Choo, Citra juga sering mengadakan workshop di Jakarta mengenai materi watercolor yang kerap diikuti oleh para penggiat gambar, juga gouache, yang banyak diikuti oleh para pemula dan ingin belajar menggambar. Wah, salut sama Citra!

 

Bikin buku udah, ngadain workshop juga udah. Keinginan Citra lainnya yaitu untuk membawa Choo-Choo berkolaborasi dengan salah satu brand fashion favoritnya, Uniqlo. Amin, semoga terealisasi yaa!

 

5 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU Cool

OU Cool

When Madness Equals Awesomeness

“Have I gone mad?” “I’m afraid so. You’re entirely bonkers. But I will tell you a secret: All the best people are.”   Quotes yang diambil dari Alice in Wonderland ini cukup tepat untuk dikutip saat membicarakan seniman Indonesia yang satu ini. Hana Alfikih yang dikenal dengan nama Hana Madness ini merupakan seniman yang melawan…
OU Cool

Mirfak Prabowo: Rocking Art in Various Mediums

Selain bassist pada band rock Sigmun, Mirfak Prabowo, pria kelahiran Jakarta 6 April 1989 ini dikenal juga sebagai visual artist. Seniman yang satu ini sangat aktif berkarya dalam berbagai medium. Mirfak sempat melakukan pameran lukisan tunggalnya yang bertajuk “SANCTUM” di tahun 2013. Kegemarannya dalam bidang seni ini sudah ia rasakan sejak masih kecil. Kegemarannya dalam menggambar di usia muda membuatnya…
OU Cool

Meet WITCHKANA A.K.A Wickana Laksmi Dewi!

A Girl and Her Wild Mysterious Mind   Wickana adalah seniman visual yang suka membuat gambar surreal dan metaforik. Kegemarannya menggambar sudah melekat pada dirinya sejak ia kecil. Crayon dan buku gambar sudah bagaikan teman akrab baginya. Semua inspirasi menggambarnya bermula dari Anime Jepang dan komik pada tahun 90an.  
OU Cool

Nicholas F. Chandrawienata: Dare To Be A Tattoo Artist? Why Not?

Cerita Nicholas Seputar Dunia Tattoo   Menjadi seorang illustrator mandiri yang penuh dengan inspirasi tidak membuat Nicholas F. Chandrawienata nyaman di situ saja. Coloring book for adult, juga berbagai karya lainnya seperti sampul buku series Harry Potter terus mendorong Nicholas untuk membuat sesuatu yang baru.   Setelah lama berkarya pada kanvas, digital, dan kertas, Nicholas akhirnya menambah medan baru…