Octo Cornelius dan Cintanya Terhadap Kayu

Bicara soal kayu, biasanya enggak jauh-jauh dari furniture atau produk rumah tangga pada umumnya. Akan tetapi, Octo Cornelius dapat menyanggah pandangan tersebut. Di tangan Octo, olahan kayu tidak hanya harus berakhir menjadi furnitur, bila dieksplor lebih dalam, woodwork, ternyata lebih dari itu.

 

Sejarah “bermain” dengan medium kayu telah ia jalani sejak kecil. Mulai dari membuat mainan sederhana, hingga kini telah memamerkan beragam instalasi yang terbuat dari kayu.

 

 

Dan hampir semua karyanya dibuat sendiri alias manual work. Bagi Octo, manual work menyimpan keindahannya tersendiri. Mungkin hasilnya tidak sesempurna buatan mesin, tapi karya yang dihasikan biasanya memiliki ceritanya sendiri.

 

Tak ingin kegemarannya ini disimpan sendiri saja, pada tahun 2013 Octo membuat  Woodapple.

 

Berbagai produk yang mungkin awalnya tidak pernah terpikir bisa terbuat dari kayu bisa ditemukan di Woodapple, misanya saja dasi kupu-kupu kayu, atau ikat pinggang kayu.

 

 

Enggak cuma itu, berbagai macam kerajinan kayu lain seperti tutup gelas customizeable, lampu meja, dan keranjang sepeda, juga bisa kamu dapatkan di Woodapple.

 

Enggak heran sih, pria lulusan Institut Seni Indonesia Yogyakarta ini memang cukup terkenal di ranah woodwork, beragam pameran dengan berbagai instalasi yang terbuat dari kayu pernah Octo jajal. Misalnya saja commisioned work yang diadakan di tahun 2015 dan 2013, tepatnya di Theatre Street Cones dan Concourse, Esplanade, Singapura yang bertajuk “Circle of Hope” . Belum lagi pameran-pameran yang telah ia ikuti bersama seniman-seniman lainnya di tanah air.

 

 

Saat ini, Octo tengah mempersiapkan solo project yang dijadwalkan untuk awal tahun 2019. “Melakukan pengembangan ide dan eksplorasi dari pameran tunggal saya sebelumnya di akhir tahun lalu untuk dipresentasikan kembali dengan pengalaman-pengalaman yang baru, serta mempersiapkan desain-desain baru untuk produk Woodapple.” tambahnya.

 

 

Oh ya, melalui Woodapple, Octo juga ingin menularkan kecintaannya pada kayu. Karena, Woodapple berusaha membagikannya melalui beberapa workshop di sekolah atau di komunitas.

 

Tertarik untuk mengeksplorasi medium kayu dari ahlinya? Yuk mampir ke Woodapple Studio di Yogya, atau follow Instagram @woodapple_project ya!

 

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU Cool

OU Cool

OU COOL: CREACVITY WITH LENS BY FAISAL Y. DJAJA

Apa yang kamu bayangkan ketika melihat feed Instagram dari @faisaldjaja ini? Simple, klasik, dan sangat VSCO sekali, begitu kurang lebih yang OU COOL rasakan. Sebelum membahas lebih jauh mengenai fotografi ala Faisal kali ini, kamu semua pasti sudah tidak asing bukan dengan VSCO? OU COOL yakin, generasi millenials saat ini pasti sudah diluar kepala mengenai…
OU Cool

EKSISTENSI TOKO MUSIK ‘KEEP-KEEP’

Toko musik masih menjadi rumah bagi para penikmatnya. Di antara banyaknya platform musik digital yang tumbuh subur sekarang ini, ternyata masih banyak toko musik yang dapat kita jumpai di beberapa kota, seperti ‘’Keep-keep’’ di Bandung dan ‘’Podomoro’’ di Yogyakarta . Toko-toko tersebut tidak banyak berubah, masih sebagai gudang inspirasi bagi para pelanggannya. Tidak lupa juga sebagai ajang temu kangen…
OU Cool

OU COOL: THE MAN BEHIND #MADEWITHSTORIES

Siapa yang tidak tahu Instagram? Platform yang hampir digunakan semua umat ini banyak sekali membawa perubahan. Tidak jarang juga yang akhirnya menemukan ‘’dirinya’’ pada platform tersebut. Sebut saja para influencer juga para pebisnis-pebisnis maya yang sering kita temui.     Bagi kamu yang sering main Instagram, rasanya ada nilai plus tersendiri jika konten yang kita…
OU Cool

OU COOL: CHOO-CHOO, SOBAT BAIK DARI KERETA COMMUTER LINE

Choo-Choo, buku ilustrasi bergambar yang berisi cerita seekor anjing dan rubah ini ikut meramaikan dunia buku ilustrasi Indonesia. Sama seperti Naela Ali, Lala Bohang, dan Marchella FP, kini Citra Marina ikut mendobrak semangat membaca masyarakat Indonesia lewat karya-karya mereka yang serupa tersebut. Choo-Choo, bikinan Citra ini bisa dibilang sebuah refleksi diri seorang Citra selama ia…