Museum Sonobudoyo: Pameran Temporer “Angkasa Raya, Ruang dan Waktu”

Baru-baru ini wisatawan di Kota Gudeg, Yogyakarta, ramai dimanjakan oleh event-event menarik nan unik. Salah satunya yang ramai dikunjungi ialah Pameran Temporer di Museum Sonobudoyo yang bertajuk “Angkasa Raya, Ruang dan Waktu”. Tak tanggung-tanggung, pameran ini dibuka selama dua bulan penuh dari 10 Desember 2019 sampai 10 Febuari 2020 dan dapat dikunjungi setiap harinya setiap pukul 9 pagi hingga 9 malam. Eitss, buat yang nanya harga tiket masuk, masuk ke pameran ini gratis loh! Cukup dengan menuliskan identitasmu sebelum memasuki pameran, kamu bisa menikmati perjalanan angkasa ruang dan waktu di Museum Sonobudoyo.

 

Pameran temporer yang bertempat di Jalan Pangurakan No. 4, Yogyakarta ini mengambil tema Angkasa Ruang dan Waktu dengan slogan “Membaca Langit Menebak Pertanda”. Seperti tema dan slogan yang telah dipilih, pameran ini kental akan dunia perbintangan. Begitu pengunjung memasuki pameran, pengunjung akan dibawa seolah-olah tengah melakukan perjalanan ruang dan waktu menggunakan kapal layar mengikuti rasi bintang sebagai petunjuk. Isi pameran ini sendiri banyak memamerkan barang-barang antik dan kuno seperti piring, cawan, wayang, patung budha, dan miniatur kapal layar.

 

Yang menjadi objek foto favorit di pameran ini adalah photobooth proyektor yang memprojeksikan rasi-rasi bintang warna-warni nan cantik. Photobooth ini memadukan klasik dan modern menjadi satu melalui kreasi seni yang luar biasa. Buat yang dateng ke pameran ini, jangan sampai nggak berfoto di photobooth ini ya!

 

Pembukaan pameran ini dimeriahkan dengan penampilan tari tradisional. Selain itu, di hari-hari tertentu, museum ini juga mengadakan event khusus seperti seminar pameran, tur kuratorial, diskusi primbon dan pawukon, diskusi komunitas mitos gerhana, serta pembacaan kartu tarot. Jadwal-jadwal event ini di-update rutin melalui akun Instagram resmi Museum Sonobudoyo di @sonobudoyo.

 

Terlebih lagi, tepat di samping gedung Museum Sonobudoyo terdapat bioskop Sonobudoyo yang menyajikan screening film gratis bagi para pengunjung. Ada dua film yang diputar di bioskop tersebut setiap harinya. Yang pertama adalah film dokumenter persembahan Dinas Kebudayaan tentang penarikan tentara Belanda dari Yogyakarta di masa penjajahan. Film ini menggunakan Bahasa Indonesia dalam penayangannya. Sementara yang kedua merupakan film pendek berjudul “Kleang Kabur Kanginan” karya Riyanto Tan Ageraha yang menggunakan Bahasa Jawa kental khas Yogyakarta. Waduh, kalo nggak ngerti Bahasa Jawa gimana nih? Nggak perlu khawatir karena film ini menggunakan subtitle sehingga bisa dinikmati oleh wisatawan secara general. Durasi keduanya hanya sekitar 20 menit saja dan diputar empat kali setiap harinya loh! Sayang sekali jika dilewatkan.

 

 

Pameran temporer ini nggak hanya menyajikan keindahan mata saja, namun juga menyajikan edukasi bagi siapa pun yang mau menyusurinya. Keramahan dari tim penjaga museum pun menjadi sisi menarik tersendiri bagi para wisatawan. Terlebih lagi, lokasinya yang tak jauh dari Malioboro menjadi salah satu aspek penting yang menjadikan pameran museum ini ramai dikunjungi wisatawan. Bahkan, kamu bisa menuju ke museum ini dengan jalan kaki dari Malioboro karena saking dekatnya. Pameran ini sangat cocok masuk ke must-visit list liburan kamu saat di Jogja. Jangan lupa ajak keluarga dan kerabat untuk berburu pengetahuan dan foto-foto epic di sana ya! Tunggu apa lagi? Yuk merapat ke Museum Sonobudoyo!

 

 

 

Ditulis oleh Dara Ginanti.

13 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU Cool

OU Cool

“Spotlight/Dance to Art”: Lydia Janssen’s Book Launch/Exhibition

The COMO Uma Ubud, Bali is pleased to present Lydia Janssen’s book launch/exhibition entitled Spotlight / Dance to Art open to public March 8-10, 2020. This event is a must-attend for all of art enthusiasts!   ‘Dance to Art’ is Lydia Janssen’s first monograph. Published by SKIRA Milan and written by Ian Findlay-Brown, it is a…
OU Cool

Now Airing: “A Step” for Nath’s Next Step

Baru-baru ini, solois indie, Nath, akhirnya mewujudkan cita-cita terpendamnya lewat mini album yang bertajuk “A Step”. Single pertamanya “Tell Me” yang lebih dulu rilis di tahun 2018 sudah didengarkan lebih dari 300.000 kali di Spotify lho. Yuk mengenal lebih jauh sosok Nath dan mini albumnya!
OU Cool

Yuk Ikut Berbagai Acara Menarik di Japan Cultural Weeks 2020!

Kabar gembira untuk kalian pencinta budaya Jepang! Japan Cultural Weeks (JCW) diadakan di Jakarta mulai tanggal 10-29 Februari 2020. Seri pengenalan budaya Jepang ini akan menghadirkan beragam kegiatan seperti pertunjukan musik, lomba pidato Bahasa Jepang, pengenalan Bahasa Jepang, pameran seni rupa, workshop, pemutaran film, demonstrasi, hingga diskusi. Asyiknya lagi, semua acaranya tidak dipungut biaya!  …
OU Cool

Mengenal Lebih Dekat Seniman Muda Mjolneir

Hindia menjadi salah satu band Indonesia yang ketenarannya melesat cepat karena lagunya yang berjudul “Secukupnya” dirasa sangat relateable sama kehidupan anak-anak muda zaman sekarang. Selain lagu itu, masih banyak lagu-lagu lainnya yang dinyanyikan oleh sang vokalis, Baskara Putra. Salah satu lagunya yang juga banyak didengar berjudul “Belum Tidur” yang dinyanyikan bersama Sal Priadi. Seorang seniman…