Mengenal ‘’Anak Seni’’ Dari Kota Hujan

Kalau bisa mengembangkan rumah sendiri? Kenapa tidak? Yap! Pemikiran ini yang tertanam  pada sekumpulan anak pecinta seni di kota Bogor kala itu. Melihat perkembangan sesama penggiat seni di luar kota yang lebih dulu berkembang di banding rumah mereka membuat sekelompok anak muda penggiat seni di kota hujan ini akhirnya membentuk sebuah kelompok yang mereka sebut sebagai GSRB Kolektif (Gerakan Seni Rupa Bogor).

 

Kolektif yang juga mempunyai sebutan nyeleneh Dewan Kesenian Muda Bogor ini lahir dari sebuah event zine di kota Bandung dua tahun lalu. Kolektif ini tumbuh dari rasa penasaran akan siapa sebenarnya pelaku kreatif di tanah kelahiran mereka tersebut. Mereka juga menyadari kurangnya ruang atau wadah untuk berekspresi seni, padahal mempunyai SDM yang cukup memumpuni.

 

 

Kolektif ini terdiri dari sekumpulan mahasiswa yang kuliah di luar kota Bogor, seniman setempat, serta penggiat seni lainnya. Sudah banyak kegiatan yang dilakukan oleh kolektif ini, seperti yang di ceritakan oleh Dana, salah satu anggota kolektif ini.

 

“Hujan Keras, sebuah pameran poster yang merespon band dari kota Bogor. Bekerja sama dengan Festival Taman Kencana dan di akhir tahunnya berkolaborasi dengan Kaboki (Kantin Bioskop Keliling) mengadakan kegiatan yang kami beri nama “boit’n-zôrkh” di The Jungle Fest Bogor” jelas Dana.

 

 

Kemudian disusul dengan kegiatan People Exhibition, sebuah pameran yang di selenggarakan oleh Riski Pasadana dan Dennis Arham di Clalu, sebagai jejak dimana tahun 2017 kolektif seni Bogor ini terus berkarya.

 

 

Di bulan Mei mereka membantu salah satu program Grafis Huru Hara yang bernama ”Soft Launching Harian Cetak” sebuah pameran yang diselenggarakan secara serentak di Jakarta yaitu di Kekini, Space dan Bogor di Kolaborato.

 

Kolektif dengan akun instagram @gsrbkolektif ini semakin berkembang dan terus melakukan kegiatan lainnya. Baru – baru ini mereka baru menyelesaikan pameran Ngariung Dina Huis, sebuah pameran yang diadakan selama 1 bulan, berisikan seniman Bogor yang berada di kota lain untuk berkumpul dan berkarya di rumah. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan  workshop, diskusi, lokakarya, penayangan film, Musik dan lainnya.

 

 

Beberapa waktu lalu, kolektif ini sempat diundang untuk berkumpul dengan koektif lain se-JABODETABEK di Gudang Sarinah. Dalam booth mereka, para pengunjung yang datang diajak untuk berkreasi menorehkan segala imajinasi yang ada di atas jas hujan yang di bagikan.

 

 

Sebagai kolektif yang mempunyai beribu agenda selanjutnya demi meluasnya relasi, membuat kolektif ini mengaku jika mereka masih terkendala oleh dana untuk keberlangsungan kegiatan yang akan dilaksanakannya tersebut. Namun kendala tersebut bukanlah penghalang bagi mereka untuk berhenti berkarya.

 

Namun yang pasti, untuk beberapa waktu kedepan kolektif ini berusaha meriset kembali tentang hal – hal yang berpotensi di Bogor, baik dalam karya proyek, pameran atau kegiatan kerja sama dengan relasi yang lebih luas sehingga kota Bogor nantinya memiliki ekosistem kreatif yang tepat dan ideal.

 

Semoga dengan terbentuknya satu lagi kolektif seni seperti GSRB ini dapat menjadi pemicu bagi daerah-daerah lain yang belum memiliki wadah bagi para peminat seni.

 

 

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU Cool

OU Cool

OU COOL: CREACVITY WITH LENS BY FAISAL Y. DJAJA

Apa yang kamu bayangkan ketika melihat feed Instagram dari @faisaldjaja ini? Simple, klasik, dan sangat VSCO sekali, begitu kurang lebih yang OU COOL rasakan. Sebelum membahas lebih jauh mengenai fotografi ala Faisal kali ini, kamu semua pasti sudah tidak asing bukan dengan VSCO? OU COOL yakin, generasi millenials saat ini pasti sudah diluar kepala mengenai…
OU Cool

EKSISTENSI TOKO MUSIK ‘KEEP-KEEP’

Toko musik masih menjadi rumah bagi para penikmatnya. Di antara banyaknya platform musik digital yang tumbuh subur sekarang ini, ternyata masih banyak toko musik yang dapat kita jumpai di beberapa kota, seperti ‘’Keep-keep’’ di Bandung dan ‘’Podomoro’’ di Yogyakarta . Toko-toko tersebut tidak banyak berubah, masih sebagai gudang inspirasi bagi para pelanggannya. Tidak lupa juga sebagai ajang temu kangen…
OU Cool

OU COOL: THE MAN BEHIND #MADEWITHSTORIES

Siapa yang tidak tahu Instagram? Platform yang hampir digunakan semua umat ini banyak sekali membawa perubahan. Tidak jarang juga yang akhirnya menemukan ‘’dirinya’’ pada platform tersebut. Sebut saja para influencer juga para pebisnis-pebisnis maya yang sering kita temui.     Bagi kamu yang sering main Instagram, rasanya ada nilai plus tersendiri jika konten yang kita…
OU Cool

OU COOL: CHOO-CHOO, SOBAT BAIK DARI KERETA COMMUTER LINE

Choo-Choo, buku ilustrasi bergambar yang berisi cerita seekor anjing dan rubah ini ikut meramaikan dunia buku ilustrasi Indonesia. Sama seperti Naela Ali, Lala Bohang, dan Marchella FP, kini Citra Marina ikut mendobrak semangat membaca masyarakat Indonesia lewat karya-karya mereka yang serupa tersebut. Choo-Choo, bikinan Citra ini bisa dibilang sebuah refleksi diri seorang Citra selama ia…