Mengeksplor Dunia Ekstraterestrial Bareng Dwiky KA

Melihat karya-karya Dwiky, pasti teringat dengan komik-komik Amerika keluaran 60-70an atau bahkan komik-komik klasik lokal karya Hasmi atau R.A Kosasih. Narasi yang diangkat pun genre yang enggak populer-populer amat di Indonesia, fiksi ilmiah.  

 

Dwiky pun dengan bangga mengaku kalau dia emang suka banget sama genre sci-fi, baik itu komik, buku, sampai film.

 

Kenyataan dan Fiksi itu Relatif

“Saya awalnya suka komik, film apapun yg berhubungan dg karya scifi, entah kenapa, yang ditawarkan oleh scifi selalu menarik ceritanya, pandangannya. saya pun merasa semua bisa jadi relatif kalo disini, antara nyata dan fiksi itu posisinya relatif. Dan itu memang yang bener-bener saya rasakan sama persis dengan seisi kehidupan.”

 

Setelah menjelajahi karya2 scfi, dan mengamati dari beberapa literasi dan forum ilmiah, minat Dwiky semakin fokus pada segala hal yang bersifat extraterestrial.

 

Dunia ekstraterestrial menyimpan banyak misteri yang masih harus dikaji, baik dari perkembangan sains, budaya, dan masih banyak misteri lain yang dikuak. Menurut Dwiky, hal-hal ini lah yang harus dieksplorasi, karena sejauh ini, ia menangkap ada benang merah yang terhubung antara spiritual dan sejarah.

 

Nggak Peduli Award

Cowok yang mengidolakan Luigi Serafini, Rick Griffin, dan Salvador Dali ini emang nggak pernah peduli soal award atau pencapaian. “Yang penting, bisa konsisten berkarya seperti ini, terus berpikir sesuatu di luar batas saja, karena menurut saya, karya yang baik adalah karya yang tidak bisa dikategorikan secara khusus. Selain itu juga nggak mengalami pengulangan kesamaan dari karya-karya seniman lain. Biar karya tersebut berjalan secara innocent.”

 

Prinsip ini yang membuat Dwiky diundang untuk memamerkan karyanya di JNM (Jogja National Museum) di acara internasional S.E.T.I (Search for Extra-Terrestrial Intelligence). Dalam kesempatan ini, Dwiky berhasil menunjukkan novel grafis yang berjudul “Getaran”. Diangkat dari novel sci-fi Indonesia pertama karya Djoko Lelono.

 

 

Berkarya bareng NASA

Karya ini yang mendorongnya untuk membuat karya illustrasi untuk menjadi karya simbolis kerja sama antara ISSS (Indonesia Space Science Society) dan NASA serta, Art Science Museum Singapore untuk propel eksibisi “A Human Adventure” yang diadakan di Singapura pada bulan November 2016 yang lalu.

 

Tahun ini, Dwiky pun tengah menyiapkan project terbarunya, bekerja sama dengan seorang seniman, seorang desainer, dan dua band, yang akan menggabungkan music, visual, dan performance, tapi sayangnya, Dwiky masih merahasiakan project ini. Buat kamu yang penasaran dengan project rahasianya, buruan follow akun Instagram Dwiky di @dwikyka ya!

 

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU Cool

OU Cool

Mirfak Prabowo: Rocking Art in Various Mediums

Selain bassist pada band rock Sigmun, Mirfak Prabowo, pria kelahiran Jakarta 6 April 1989 ini dikenal juga sebagai visual artist. Seniman yang satu ini sangat aktif berkarya dalam berbagai medium. Mirfak sempat melakukan pameran lukisan tunggalnya yang bertajuk “SANCTUM” di tahun 2013. Kegemarannya dalam bidang seni ini sudah ia rasakan sejak masih kecil. Kegemarannya dalam menggambar di usia muda membuatnya…
OU Cool

Meet WITCHKANA A.K.A Wickana Laksmi Dewi!

A Girl and Her Wild Mysterious Mind   Wickana adalah seniman visual yang suka membuat gambar surreal dan metaforik. Kegemarannya menggambar sudah melekat pada dirinya sejak ia kecil. Crayon dan buku gambar sudah bagaikan teman akrab baginya. Semua inspirasi menggambarnya bermula dari Anime Jepang dan komik pada tahun 90an.  
OU Cool

Nicholas F. Chandrawienata: Dare To Be A Tattoo Artist? Why Not?

Cerita Nicholas Seputar Dunia Tattoo   Menjadi seorang illustrator mandiri yang penuh dengan inspirasi tidak membuat Nicholas F. Chandrawienata nyaman di situ saja. Coloring book for adult, juga berbagai karya lainnya seperti sampul buku series Harry Potter terus mendorong Nicholas untuk membuat sesuatu yang baru.   Setelah lama berkarya pada kanvas, digital, dan kertas, Nicholas akhirnya menambah medan baru…
OU Cool

You Haven’t Truly Loved The Environment Until You Know Boenkus

Boenkus can wrap your food, fruit and veggies, and it surely will warm up your heart.   Ngaku cinta lingkungan tapi masih sering pakai plastik kiloan atau plastik pembungkus dengan zipper buat bungkus makanan? Mungkin kamu akan langsung excuse dengan bilang “Tapi ini kan cuma plastik kecil…” namun nggak jarang plastik kecil itu hanya terpakai satu kali…