MENEBAR SEMANGAT INDONESIA MUDA LEWAT KARYA ADALAH DOA

Berdoa lewat karya? Emang bisa? Kenapa nggak bisa?

 

Sadar nggak sadar, di era digital yang serba praktis seperti sekarang ini,  semua yang tadinya dirasa nggak bisa jadi bisa. Bener apa bener?


Jaman bergerak dengan cepat. Seolah-olah, nggak terkendalikan. Karena capek, banyak orang yang akhirnya berpikir berkali-kali untuk bisa menggulirkan perubahan. Dimulai dengan mengajak orang untuk jadi lebih baik.

 

Ada kebutuhan untuk jadi pionir, membawa sesuatu yang baru. Kalau nggak gitu, nggak ada yang mulai dan hanya jalan mengikuti arus. Apalagi, sekarang, orang gampang banget tersulut beropini di media sosial. Bahkan, target untuk jadi trending topic, sekarang nggak jarang jadi tujuan utama. Hanya buat dapat perhatian.

 

Nah, baru-baru ini, Ou Magz dapet kesempatan main ke markas Hari Prasetyo dan kawan-kawan. Mereka adalah orang-orang di balik semangat gerakan Karya adalah Doa. Lewat ilustrasi-ilustrasi tokoh presiden kita, Jokowi,  juga open submission yang bisa diikutin siapa aja, Karya adalah Doa jadi salah satu contoh ke banyak orang kalau anak muda juga bisa punya nasionalisme yang tinggi dan bisa menggulirkan sesuatu.

 

Nggak perlu pakai opini yang alot apalagi otot, di gerakan Hari Prasetyo dan kawan-kawan ini, anak muda bisa bersuara bebas dengan kreativitas masing-masing.

 

Wujudnya mudah: Semua dapat bersuara lewat karya, dan karya tersebut secara tidak langsung adalah doa bersama untuk Indonesia yang lebih maju tentunya!

 

Gerakan ini sudah berjalan sejak tahun 2014 dan sudah banyak menggugah semangat anak muda Indonesia. Aktivitas mereka bisa dilihat di akun Instagram juga website resmi dari gerakan ini.

 

Lalu, apa karya yang disetor harus melulu ilustrasi? Tidak dong. Kita bisa ikutan berpartisipasi lewat karya bermedium apapun. Baik lewat video, gambar/ilustrasi, poster, foto, bahkan instalasi pun bisa.

 

Semangat teman-teman gerakan @karyaadalahdoa ini membuktikan bahwa anak muda punya peran penting membuat negeri jadi lebih baik. Jadi gimana? Yuk, submit karya sebagai bentuk doa supaya Indonesia jadi lebih baik di masa depan!

 

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU Cool

OU Cool

Mirfak Prabowo: Rocking Art in Various Mediums

Selain bassist pada band rock Sigmun, Mirfak Prabowo, pria kelahiran Jakarta 6 April 1989 ini dikenal juga sebagai visual artist. Seniman yang satu ini sangat aktif berkarya dalam berbagai medium. Mirfak sempat melakukan pameran lukisan tunggalnya yang bertajuk “SANCTUM” di tahun 2013. Kegemarannya dalam bidang seni ini sudah ia rasakan sejak masih kecil. Kegemarannya dalam menggambar di usia muda membuatnya…
OU Cool

Meet WITCHKANA A.K.A Wickana Laksmi Dewi!

A Girl and Her Wild Mysterious Mind   Wickana adalah seniman visual yang suka membuat gambar surreal dan metaforik. Kegemarannya menggambar sudah melekat pada dirinya sejak ia kecil. Crayon dan buku gambar sudah bagaikan teman akrab baginya. Semua inspirasi menggambarnya bermula dari Anime Jepang dan komik pada tahun 90an.  
OU Cool

Nicholas F. Chandrawienata: Dare To Be A Tattoo Artist? Why Not?

Cerita Nicholas Seputar Dunia Tattoo   Menjadi seorang illustrator mandiri yang penuh dengan inspirasi tidak membuat Nicholas F. Chandrawienata nyaman di situ saja. Coloring book for adult, juga berbagai karya lainnya seperti sampul buku series Harry Potter terus mendorong Nicholas untuk membuat sesuatu yang baru.   Setelah lama berkarya pada kanvas, digital, dan kertas, Nicholas akhirnya menambah medan baru…
OU Cool

You Haven’t Truly Loved The Environment Until You Know Boenkus

Boenkus can wrap your food, fruit and veggies, and it surely will warm up your heart.   Ngaku cinta lingkungan tapi masih sering pakai plastik kiloan atau plastik pembungkus dengan zipper buat bungkus makanan? Mungkin kamu akan langsung excuse dengan bilang “Tapi ini kan cuma plastik kecil…” namun nggak jarang plastik kecil itu hanya terpakai satu kali…