‘’Membatik karya’’ Ala Arwin Hidayat

Membatik karya dengan gambar-gambar seperti monster khas Arwin hidayat emang nggak ada duanya. Nggak heran kalo karya-karya dari Arwin ini sudah jalan-jalan ke banyak negara. Mas Arwin ini nggak hanya berkarya lewat ‘’membatik’’ saja lho! Dia juga menggunakan media lain seperti lukis, etsa, drawing juga drypoint. Semua karya-karyanya selalu ia banggakan seperti anaknya sendiri.

 

 

Hmm, bicara mengenai karya mas Arwin ini, OU Cool mau tanya nih, siapa hayo yang kemarin main ke ArtJog? Buat kalian yang kemarin sempat ke sana, kalian pasti sudah tahu karya mas Arwin ini yang mana bukan? Yap benar, Djenar! Salah satu karya dari mas Arwin yang terinspirasi dari perjalanan hidupya dari kecil hingga sekarang ini dan ia tuangkan dalam kanvas sebagai media ceritanya.

 

 

Selain karya Djenarnya tersebut, mas Arwin juga terkenal dengan karya ‘Gombal’-nya, karya yang benar-benar ia tuangkan dalam kain mori dengan teknik membatik. Sepanjang tahun 2017 lalu, mas Arwin ini bersemangat dalam berkarya dengan media batik, tidak heran jika tahun kemarin ia mengadakan pameran tunggalnya, ‘’Gombal’’. Ia bercerita bahwa tahun 2017 lalu adalah tahun yang sangat produktif dimana ia bisa berkarya setiap hari baik dengan kanvas, batik, juga kertas.

 

 

Mas Arwin juga bercerita bahwa, berkarya dengan banyak media menimbulkan sensasi juga hasil yang berbeda, dan semua itu selalu ia jadikan tantangan baru, serta untuk melatih skillnya sendiri.

 

 

Untuk proses berkarya setiap harinya, seniman kontemporer ini selalu mengikuti mood dan keinginan yang ada sama seperti inspiratornya, Bob sick & Jean Dubuffet. Mereka selalu berkarya dengan cara spontan. Yah… kalo bisa di bilang sih, ibarat musik mereka itu BLUES, omongannya mengalir begitu saja, tapi ada roh dalam karya mereka yang membuatnya tetep kuat.

 

 

For your information nih guys, karya-karya mas Arwin ini akan jalan-jalan lagi ke Australia dan Taiwan tahun ini. Wah! Salut nih sama semangat mas Arwin yang terus berkobar dari tahun ke tahun

 

 

‘’Menjadi seniman itu membutuhkan semangat, tidak hanya bakat saja, karena bakat tanpa semangat nggak bakal jadi apa-apa’- Arwin Hidayat.

 

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU Cool

OU Cool

OU COOL: CREACVITY WITH LENS BY FAISAL Y. DJAJA

Apa yang kamu bayangkan ketika melihat feed Instagram dari @faisaldjaja ini? Simple, klasik, dan sangat VSCO sekali, begitu kurang lebih yang OU COOL rasakan. Sebelum membahas lebih jauh mengenai fotografi ala Faisal kali ini, kamu semua pasti sudah tidak asing bukan dengan VSCO? OU COOL yakin, generasi millenials saat ini pasti sudah diluar kepala mengenai…
OU Cool

EKSISTENSI TOKO MUSIK ‘KEEP-KEEP’

Toko musik masih menjadi rumah bagi para penikmatnya. Di antara banyaknya platform musik digital yang tumbuh subur sekarang ini, ternyata masih banyak toko musik yang dapat kita jumpai di beberapa kota, seperti ‘’Keep-keep’’ di Bandung dan ‘’Podomoro’’ di Yogyakarta . Toko-toko tersebut tidak banyak berubah, masih sebagai gudang inspirasi bagi para pelanggannya. Tidak lupa juga sebagai ajang temu kangen…
OU Cool

OU COOL: THE MAN BEHIND #MADEWITHSTORIES

Siapa yang tidak tahu Instagram? Platform yang hampir digunakan semua umat ini banyak sekali membawa perubahan. Tidak jarang juga yang akhirnya menemukan ‘’dirinya’’ pada platform tersebut. Sebut saja para influencer juga para pebisnis-pebisnis maya yang sering kita temui.     Bagi kamu yang sering main Instagram, rasanya ada nilai plus tersendiri jika konten yang kita…
OU Cool

OU COOL: CHOO-CHOO, SOBAT BAIK DARI KERETA COMMUTER LINE

Choo-Choo, buku ilustrasi bergambar yang berisi cerita seekor anjing dan rubah ini ikut meramaikan dunia buku ilustrasi Indonesia. Sama seperti Naela Ali, Lala Bohang, dan Marchella FP, kini Citra Marina ikut mendobrak semangat membaca masyarakat Indonesia lewat karya-karya mereka yang serupa tersebut. Choo-Choo, bikinan Citra ini bisa dibilang sebuah refleksi diri seorang Citra selama ia…