MELIHAT WARNA-WARNI KRITIK KEHIDUPAN ALA UDIEN AEE

Seniman lagi, seniman lagi. Banyak pelaku seni ternyata di negeri ini. Kali ini, OUCOOL berkesempatan untuk menengok ‘’bengkel’’ salah satu seniman asal Jogjakarta, Udin Bahaudin atau sering dikenal dengan Udien AEE. Jika seniman-seniman di sana banyak yang bermukim di bagian selatan kota, justru berbeda dengan seniman satu ini yang bisa di temui di studio pribadinya, yang bernama Melekmerem Studio, daerah Godean yang ada di sisi barat kota Yogyakarta.

 

Buat kalian yang mungkin ingin main ke studio Udien ini, jangan sungkan-sungkan untuk berlama-lama karena studionya sangat nyaman untuk bercerita di sore hari, sembari ditemani gorengan juga teh manis hangat dan kopi hitam.

Selain nyamannya tempat, karya-karya Udien yang dipajang di ruangan tamunya ini juga banyak mencuri perhatian. Lukisan dengan berbagai teknik dapat ditemukan di studio mas Udien ini.

 

Beruntungnya OU Cool dapat melihat artwork yang masih berstatus on progress berukuran 200 x 300 cm untuk keperluan pameran Biennale Jateng #2 di Semarang  waktu itu. Jika dilihat dari setiap karakter yang ada, karya-karya Udien ini penuh dengan cerita. Dari cerita kehidupan pribadi yang nyata tergambar jelas pada karya-karya lamanya, hingga kritik politik yang sedang hangat dibicarakan.

 

Seperti salah satu karya ini yang mengkritik bagaimana kondisi kepemimpinan Negara kita saat ini bukan hanya bagian tertinggi saja yang penting, melainkan pada bagian struktur yang lebih kecil memang seharusnya dapat sejalan untuk saling melengkapi dalam menata Negara bukan hanya berselisih dan memanfaatkan momentum untuk kepentingan kelompoknya. Butuh waktu yang tidak sebentar memang untuk memahami setiap makna yang tersirat dalam karyanya.

 

Dirinya pun bercerita bahwa prosesi berkaryanya memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Sebagai seniman, dirinya pun pernah merasakan bosan pada karyanya. Bahkan, di beberapa kesempatan, ia tidak segan-segan memblok ulang karyanya menjadi polos kembalii jika memang dirasa kurang.

Rencananya pada 17 November 2018 ini Udien akan mengikuti salah satu pameran seni di 163 Art Space yang terletak di daerah Karawaci Tangerang bersama teman – temannya lintas kota yakni Bali, Yogyakarta dan Jakarta. Jika kalian bertemu nanti, jangan sungkan untuk bertanya terkait karya-karyanya mas Udien ini atau juga dapat berkunjung pada laman media sosialnya Facebook (Udien AEE) dan Instagram (@udienaee).

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU Cool

OU Cool

OU COOL: CREACVITY WITH LENS BY FAISAL Y. DJAJA

Apa yang kamu bayangkan ketika melihat feed Instagram dari @faisaldjaja ini? Simple, klasik, dan sangat VSCO sekali, begitu kurang lebih yang OU COOL rasakan. Sebelum membahas lebih jauh mengenai fotografi ala Faisal kali ini, kamu semua pasti sudah tidak asing bukan dengan VSCO? OU COOL yakin, generasi millenials saat ini pasti sudah diluar kepala mengenai…
OU Cool

EKSISTENSI TOKO MUSIK ‘KEEP-KEEP’

Toko musik masih menjadi rumah bagi para penikmatnya. Di antara banyaknya platform musik digital yang tumbuh subur sekarang ini, ternyata masih banyak toko musik yang dapat kita jumpai di beberapa kota, seperti ‘’Keep-keep’’ di Bandung dan ‘’Podomoro’’ di Yogyakarta . Toko-toko tersebut tidak banyak berubah, masih sebagai gudang inspirasi bagi para pelanggannya. Tidak lupa juga sebagai ajang temu kangen…
OU Cool

OU COOL: THE MAN BEHIND #MADEWITHSTORIES

Siapa yang tidak tahu Instagram? Platform yang hampir digunakan semua umat ini banyak sekali membawa perubahan. Tidak jarang juga yang akhirnya menemukan ‘’dirinya’’ pada platform tersebut. Sebut saja para influencer juga para pebisnis-pebisnis maya yang sering kita temui.     Bagi kamu yang sering main Instagram, rasanya ada nilai plus tersendiri jika konten yang kita…
OU Cool

OU COOL: CHOO-CHOO, SOBAT BAIK DARI KERETA COMMUTER LINE

Choo-Choo, buku ilustrasi bergambar yang berisi cerita seekor anjing dan rubah ini ikut meramaikan dunia buku ilustrasi Indonesia. Sama seperti Naela Ali, Lala Bohang, dan Marchella FP, kini Citra Marina ikut mendobrak semangat membaca masyarakat Indonesia lewat karya-karya mereka yang serupa tersebut. Choo-Choo, bikinan Citra ini bisa dibilang sebuah refleksi diri seorang Citra selama ia…