Malikas: Full of Expression with Patterns

Pattern Menurut Malikas a.k.a Labib A Falahi

 

Ilustrasi yang dominan dengan pattern memiliki arti tersendiri. Menurut Malikas alias Labib A Falahi, setiap pattern punya ciri khasnya masing-masing. Meskipun terkadang terdapat visual yang simple namun bisa saja memiliki arti tersendiri atau sebuah bentuk ekspresi. Pattern yang digunakan pun didapatkannya dari inspirasi yang tak terduga. Bahkan bisa didapatkan dari lingkungan di sekitarnya lho.

Malikas tidak memiliki karakter personal yang sangat dia sukai karena karakter yang sangat disukainya banyak sekali! Inilah yang menjadi inspirasinya dalam membuat ilustrasi. Memang di luar sana karya yang bagus sangat banyak, namun balik lagi tergantung bagaimana cara orang menikmatinya sehingga menjadikan karakter tersebut sebagai favoritnya pribadi.

Malikas di Kustomfest 2018

 

Tahun lalu, Malikas baru saja melakukan kolaborasi dengan Troopers Custom Helmet untuk acara Kustomfest 2018, menurutnya kolaborasi dengan event tersebut merupakan pengalaman yang tidak terlupakan baginya karena merupakan kali pertamanya menggambar di media helm.

Kalau karakter favorit Malikas ada banyak, namun seniman favorit Malikas yang menjadi role model-nya adalah karya Kang Adi Dharma @stereoflow_id. Menurutnya karya Kang Adi memiliki karakter tersendiri di antara seniman grafiti lainnya. Selain sangat unik, kombinasi warna pada karya-karya Kang Adi sangat keren.

I Love All Of My Art

 

Dalam membuat sebuah karya, setiap artis tentu memiliki kesan atau pengalaman unik sendiri dengan karyanya. Karya Malikas yang spontan dan memiliki ciri khas yang konsisten sangat berkesan untuknya. Sejak awal Malikas berkarya, sebenarnya ini dilakukan untuk terapi diri sendiri saja. Berbagai pengalaman, keresahan dan segala macamnya diekspresikan lewat karya. Makanya setiap karyanya terlihat sangat spontan dan kesannya tidak beraturan. Warna dan objek yang dibuatnya juga muncul tergantung kemauan dan spontanitas yang langsung gambar saja, karena karya yang dihasilkan dapat lebih ekspresif.

Terus Berkarya dan Sans Adalah Kunci Utama

 

Ketika tidak ada yang sedang membutuhkan jasanya atau membuat proyek bersamanya, kunci utama ialah terus berkarya dan santai. Namun untuk ke depannya, Malikas sendiri ingin banget bisa membuat kolaborasi lintas karya seni, misalnya tari, musik, video, dan lain-lainnya. Menikmati proses berkarya dulu sambil berjalan ke depan.

 

“Yang jelas pengen nikmatin proses berkaryanya dulu, dan belum tau ke depan bakalan gimana entah itu dilirik sama industri yang lebih buat berkolaborasi. Yang pasti jalan masih panjang dan jauh banget menurutku. Jadi kalemlah.”

Bener banget tuh, guys! Buat kamu yang juga memiliki passion dalam bidang seni, ingat-ingat ya: jalan masih panjang, segala kesempatan masih bisa menghampirimu untuk tetap berkarya dan menjadi artist yang lebih dikenal lagi melalui karya-karya yang tidak biasa.

 

Pasti penasaran kan sama karya seni Malikas lainnya? Atau malah mau ajak Malikas untuk kolaborasi? Cuuusss cek Instagramnya @malikasss_ ya!

Good luck, kak! Ditunggu karya-karya selanjutnya ya!

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU Cool

OU Cool

Museum Sonobudoyo: Pameran Temporer “Angkasa Raya, Ruang dan Waktu”

Baru-baru ini wisatawan di Kota Gudeg, Yogyakarta, ramai dimanjakan oleh event-event menarik nan unik. Salah satunya yang ramai dikunjungi ialah Pameran Temporer di Museum Sonobudoyo yang bertajuk “Angkasa Raya, Ruang dan Waktu”. Tak tanggung-tanggung, pameran ini dibuka selama dua bulan penuh dari 10 Desember 2019 sampai 10 Febuari 2020 dan dapat dikunjungi setiap harinya setiap…
OU Cool

Seek-A-Seek #2: Pameran Desain Grafis di Jakarta

Seek-A-Seek kembali hadir setelah 3 tahun lalu ramai dengan pameran desain grafis serupa.    Seek-A-Seek #2 yang diikuti oleh beragam desainer grafis dari seluruh penjuru Indonesia ini mulai dibuka pada tanggal 29 November 2019 di Dia.Lo.Gue Artspace, Kemang. Pameran ini masih akan berlangsung hingga 31 Januari 2020 mendatang.   Berbeda dengan tahun sebelumnya, pada pameran kali…
OU Cool

Penutupan JFF 2019 di Bandung dan Sinopsis Filmnya

Japanese Film Festival – Indonesia 2019 (JFF) akan segera berlanjut ke Bandung. Acara ini akan menjadi penutupan festival film Jepang yang sudah diadakan di empat kota lainnya. Yang belum sempet nonton di Jakarta, Yogyakarta, Makassar dan Surabaya, jangan sedih! Masih ada kesempatan untuk nonton film-film Jepang (dan film Indonesia) terpilih di CGV Paris Van Java,…
OU Cool

Japanese Film Festival 2019 Berlanjut ke Surabaya

Setelah melanglang ke Jakarta, Yogyakarta, dan Makassar, kini Japanese Film Festival 2019 (JFF) hadir pertama kalinya di Kota Pahlawan, Surabaya. Catat tanggalnya ya: 6-8 Desember 2019 di CGV Marvell City (Jl. Ngagel No.123, Ngagel, Kec. Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur). Kamu bisa nonton 13 film terpilih yang keren-keren lho. Yuk simak jadwalnya di bawah ini!