Kopi Susu Photo Exhibition: Perpaduan Indonesia dan Belanda

Kopi Susu yang satu ini tidak seperti Kopi Susu pada umumnya. Ini adalah Kopi Susu dengan cita rasa puitis, pribadi dan naratif hasil racikan antara realitas dan fiksi. Kopi Susu luar biasa yang disajikan dalam sebuah perhelatan pagelaran fotografi. 

 

Pagelaran fotografi ini diadakan di Erasmus Huis Dutch Cultural Centre di Jl. H. Rasuna Said Kav S-3, Jakarta Selatan hingga tanggal 24 Agustus 2019 yang lalu. Sebuah apresiasi untuk seniman asal Belanda Rosa Verhoeve atas karya yang diciptakan dalam perjalanannya selama sepuluh tahun. Yuk simak liputan OU Cool ini ya!

Pagelaran fotografi karya seniman Rosa Verhoeve bertajuk Kopi Susu yang diambil dari sebuah istilah Bahasa Indonesia untuk menyebut seseorang berdarah campuran. Yap, Rosa Verhoeve seniman yang terlahir di Amstelveen, Belanda tahun 1959 merupakan lulusan studi seni di Ritveld Academi, Amsterdam dan memiliki darah campuran Belanda-Indonesia dalam dirinya.

 

Orang tuanya sempat menetap di Indonesia yang pada saat itu dikenal sebagai Hindia-Belanda dengan kurun waktu yang terbilang cukup lama. Kemudian di tahun 1957 bermigrasi ke Belanda dengan membawa seluruh kenangan dan segala benda-benda yang syarat akan kebudayaan Hindia-Belanda pada masa itu.

 

 

Kenangan serta benda yang dibawa oleh orang tuanya telah menghiasi seluruh ruangan tempat tinggalnya, menyalurkan sebuah perasaan nostalgia dan kerinduan akan masa ketika ia berada di zaman Hindia-Belanda. Perasaan nostalgia dan kerinduan yang dirasakannya menimbulkan sebuah keanehan dalam dirinya sebab Rosa Verhoeve sama sekali tidak pernah merasakan ataupun mengalami kehidupan zaman Hindia-Belanda tersebut.

 

Keanehan akan apa yang dirasakannya menimbulkan sebuah dorongan untuk mencari tahu asal-usul dan identitas Hindia-Belandanya dengan melakukan sebuah perjalanan selama sepuluh tahun menuju Indonesia. Berbekal cerita keluarga, kenangan dan pandangan serta pengalaman pribadi yang diperoleh melalui perjalanannya.

Rosa Verhoeve juga dikenal sebagai sosok fotografer yang suka mencampur sebuah realitas dan fiksi untuk menghasilkan sebuah karya fotografi bersifat puitis, pribadi dan naratif. Dengan keahliannya tersebut Rosa Verhoeve ingin menghadirkan sebuah dunia yang bersifat imajinatif melalui sebuah foto, di mana sebuah masa lalu tidak akan pernah berubah atau dapat diubah oleh waktu.

 

Rosa Verhoeve ingin menghadirkan sebuah pesan dan sensasi yang mampu membawa seseorang merasa seakan-akan hidup di dalam karya yang diciptakannya atau seperti hidup di dua dunia, dunia masa lampau dan dunia saat ini. Pesan atau konsep tersebut dikemas dengan penggunaan bahasa visual agar dapat tersampaikan secara lebih baik daripada menggunakan bahasa verbal.

Erasmus Huis cukup sering mengadakan berbagai macam exhibition, piano recital, dan berbagai macam event lainnya lho. Kalau kemarin kamu ketinggalan Kopi Susu Photo Exhibition ini, kamu bisa cek Instagram @erasmushuis_jakarta biar nggak ketinggalan info acara-acara lainnya!

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU Cool

OU Cool

JAPANESE FILM FESTIVAL in collaboration with JOGJA-NETPAC ASIAN FILM FESTIVAL

Japanese Film Festival – Indonesia 2019 (JFF) yang di Jakarta memang sudah berakhir. OU seneng banget bisa ikut berpartisipasi sebagai media partner dan hadir saat Opening Ceremony pada 7 November 2019 yang lalu. Jangan sedih, guys! Tepat pada tanggal 19-23 November 2019, JFF akan berlanjut di acara 14th Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF). Sayang banget kalo kamu sampe kelewatan…
OU Cool

Film Tambahan, Guest Star dan Jadwal Lengkap Japanese Film Festival 2019

Pada tanggal 7 November 2019 nanti, Japanese Film Festival – Indonesia (JFF) akan dimulai! Festival film ini akan diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia seperti Jakarta, Yogyakarta, Makassar, Surabaya dan Bandung. Dari 12 film yang OU post sebelumnya di artikel “Japanese Film Festival 2019 Kembali Hadir di Indonesia” ada tambahan 2 film lain lho, yaitu Humba Dreams dan Angel Sign. 
OU Cool

Dendang Arsip Nusantara: Malam Jatuh di Hindia

Beragam cara diperlukan untuk meraih tujuan. Kita pun perlu melewati berbagai halang rintang nan datang silih berganti. Mengukuhkan tekad dan semangat adalah faktor penting dalam menumbuhkan pakem yang tak mudah goyah ketika badai muncul tiba-tiba. Keteguhan prinsip akan tujuan dan impian yang sudah ditetapkan mengalami proses untuk mewujudkannya. Kolaborasi Mas Geri dan Mas Azis dari…
OU Cool

Zara JKT48 sebagai Ambassador Japanese Film Festival 2019!

Kabar gembira! Ambassador Japanese Film Festival (JFF) di Indonesia sudah terungkap!   It’s Zara JKT48, guys!   Adhisty Zara dari grup idola JKT48 yang tengah naik daun sebagai aktris ini terpilih untuk menjadi duta acara JFF. Ayo siap-siap datang ke JFF! Selain bisa nonton film Jepang yang keren-keren, siapa tahu aja kan kamu bisa ketemu sama…