Kelompok Jari: From The Hand To The Soul

Percaya nggak sih, kalo kita ini bisa menciptakan sesuatu yang dirasa nggak mungkin?

 

Bicara mengenai ‘percaya pada kekuatan diri’ ini, ternyata di praktekin langsung lho sama Kelompok Jari, salah satu kelompok seni yang mengusung karya handmade. Kebetulan mereka baru saja mengadakan pameran perdananya di Yogyakarta, tepatnya di Ruangdalam Art Space pada bulan Agustus lalu.

 

Pameran tunggal ini kolaborasi dari lima seniman keren seperti, Ivan Bestari (Glass Art-Flaming Glass), Apri Susanto (Ceramic), Derry Pratama (Wall sculpture-Wood cutting), Dedy Sofhianto (Kinetic Art-Wood), serta Ludira Yudha (Sclupture-Iron Ware).

 

Mereka memamerkan karya-karya mereka atas dasar kekuatan percaya bahwa setiap orang dapat melampaui apa yang mereka rasa tidak mungkin. Nah, OU Cool kali ini akan membahas seputar karya yang dipamerkan oleh Kelompok Jari tersebut yang ternyata sangat relate dengan kehidupan kita sehari-hari lho guys! Seperti Gong karya dari Apri Susanto, yang merepresentasi perjalanan waktu panjang. Dia meggambarkan dengan kayu Gong jawa yang terkenal memiliki sejarah waktu tersendiri.

 

 

Kamu juga akan bertemu karya keramik lain yang artsy pula, yaitu memecah kesunyian. Karya ini menggunakan teknik miring yang dikenal lekat dari daerah Bayat, Klaten, Jawa Tengah. Karya ini menggambarkan bentuk semangat warga yang lekat oleh musik dan tetesan keringat yang sudah mengalir di pagi buta.

 

Lalu ada karya dari limbah kaca dari Ivan Bestari yang mengangkat semangat melampaui batas diri. Karena setiap kaca memiliki keterbatasan dan sifat yang berbeda seperti manusia, namun jika ada kemauan dan tekun dalam membuatnya, akan menjadi sesuatu yang luar biasa, melampaui batas diri masing-masing. Karena menurut Ivan, ‘’Semua yang dirasa sulit akan mudah terlewati jika kita terus berusaha dan percaya’’.

 

 

Selain dari karya di atas, kamu juga akan ketemu sama karya dari mas Ludira Yudha, Unknown organic object no 4. Kalo dilihat-lihat nih karya sekilas berbentuk gurita dari teknik iron ware. Terlihat rumit sebenarnya jika dilihat secara detail, namun itulah arti dari pemaknaan karya tersebut. Karya ini menggambarkan keterbatasan kita akan sesuatu hal yang sebenarnya masih dapat digali lebih luas lagi, guys. Sounds familiar kan dengan hal ini? Ya! Karena biasanya, generasi kita ini sering kali merasa cukup dengan satu hal yang sebenernya masih dapat digali lebih dalam lagi.

 

 

Nggak lupa juga nih, ada karya dari mas Dedi Shofianto yang berbentuk burung garuda, lambang negara kita. Dari karya mas Dedi ini menggambarkan semangat dan kekuatan kita dengan menjadi diri sendiri. Sebab, dalam era yang semakin bergerak cepat ini kita dituntut untuk bergerak cepat hingga terkadang lupa menjadi diri sendiri, bukan?

Seperti quotes menarik dari mas Dedi ini,‘’Jadilah dirimu, bagian dari dunia yang terus bergerak dan berputar’’

 

Nah, buat kamu yang lagi atau akan ke Jogja, kamu bisa loh mampir ke Ruangdalam Art Space untuk ketemu langsung sama seniman-senimannya. Fyi nih, pameran ini cuma dibuka sampai tanggal 30 Agustus aja lho!

 

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU Cool

OU Cool

EKSISTENSI TOKO MUSIK ‘KEEP-KEEP’

Toko musik masih menjadi rumah bagi para penikmatnya. Di antara banyaknya platform musik digital yang tumbuh subur sekarang ini, ternyata masih banyak toko musik yang dapat kita jumpai di beberapa kota, seperti ‘’Keep-keep’’ di Bandung dan ‘’Podomoro’’ di Yogyakarta . Toko-toko tersebut tidak banyak berubah, masih sebagai gudang inspirasi bagi para pelanggannya. Tidak lupa juga sebagai ajang temu kangen…
OU Cool

OU COOL: THE MAN BEHIND #MADEWITHSTORIES

Siapa yang tidak tahu Instagram? Platform yang hampir digunakan semua umat ini banyak sekali membawa perubahan. Tidak jarang juga yang akhirnya menemukan ‘’dirinya’’ pada platform tersebut. Sebut saja para influencer juga para pebisnis-pebisnis maya yang sering kita temui.     Bagi kamu yang sering main Instagram, rasanya ada nilai plus tersendiri jika konten yang kita…
OU Cool

OU COOL: CHOO-CHOO, SOBAT BAIK DARI KERETA COMMUTER LINE

Choo-Choo, buku ilustrasi bergambar yang berisi cerita seekor anjing dan rubah ini ikut meramaikan dunia buku ilustrasi Indonesia. Sama seperti Naela Ali, Lala Bohang, dan Marchella FP, kini Citra Marina ikut mendobrak semangat membaca masyarakat Indonesia lewat karya-karya mereka yang serupa tersebut. Choo-Choo, bikinan Citra ini bisa dibilang sebuah refleksi diri seorang Citra selama ia…
OU Cool

SURVIVE GARAGE: NGGAK CUMA ARTSPACE TAPI JUGA ACTSPACE

Survive! Garage adalah sebuah artspace yang nyempil di antara rumah warga. Tempat ini patut buat disinggahi kalo ada waktu luang di Jogja. Rumah dengan mural warna-warni ini seklias nampak seperti rumah biasa. Namun, jika sudah masuk ke dalam artspace tersebut, ruangan-ruangan yang ada di dalamnya tampak seperti studio pribadi, dengan banyak karya terpajang di kanan…