Kehadiran 2 Galeri Indonesia Di Art Basel Hong Kong 2018

Art Basel Hong Kong merupaka pameran seni bergengsi yang ditunggu-tunggu para pecinta seni dan pekerja seni setiap tahunnya. Art Basel Hong Kong berlangsung pada tanggal 27 hingga 31 Maret 2018. Tahun ini Art Basel Hong Kong tidak kalah menarik dengan tahun-tahun sebelumnya, malahan beberapa orang bilang tahun ini kurasi galeri yang terpilih untuk memamerkan karya senimannya lebih menarik dari tahun 2017 lalu. Pemilihan galeri yang bisa masuk Art Basel Hong Kong terkenal sangat ketat dan sulit, buktinya dari 248 galeri dari 32 negara yang berpartisipasi hanya dua galeri asal Indonesia saja yang bisa lolos yaitu Nadi Gallery dan R.O.H Projects.

Ini bukanlah pertama kali Nadi Gallery unjuk gigi di Art Basel Hong Kong. Tahun ini Nadi Gallery (booth 1B35) memamerkan karya-karya dari 6 seniman Indonesia di antaranya Eddie Hara, Agus Suwage, Handiwirman Saputra, Samsul Arifin, Yuli Prayitno, dan M.Irfan.

Ketika memasuki booth Nadi Gallery, kita disambut oleh kompilasi karya-karya Agus Suwage yang berjudul Surga Meleleh dengan gambar-gambar yang cukup explicit.

 

Kemudian jika kita melihat keseblah kiri terdapat lukisan besar karya Handiwirman Saputra dan sebuah sculpture yang berjudul Tuturkarena 3 Dalam 1, dibawah lukisan besar tersebut terdapat karpet lucu karya Eddie Hara yang berjudul Starry Starry Night dan tidak jauh disebelahnya digantung karya embroidery Eddie Hara dengan ilustrasinya yang sangat khas, dan dijual juga scarf yang di design oleh Eddie Hara.

 

Di tembok sisi depan dan samping terdapat karya-karya dari M.Irfan dan Samsul Arifin serta sculpture bangku karya Yuli Prayitno.

 

Beralih ke booth R.O.H Projects (booth 1C28) di wilayah discoveries yang hanya menampilkan karya Faisal Habibi, seniman berasal dari Bandung. Ini adalah presentasi tunggal Faisal Habibi untuk project khusus Art Basel Hong Kong dalam seksi ‘discoveries’, program yang mendukung seniman muda untuk tampil di tingkat Asia dan dunia. Karya Faisal Habibi adalah karya lanjutan dari pamerannya di galeri R.O.H Projects di Jakarta. Seluruh booth diisi dengan sculpture-sculpture menarik dan minimalist, sesuai dengan Aesthetic dari Faisal Habibi.

 

Selain dua galeri asal Indonesia, kita juga dapat menemui karya-karya seni buatan lokal di Art Basel. Seperti karya dari Entang Wiharso dan Indieguerillas yang terdapat di booth galeri Mizuma (Singapura) dan karya Eko Nugroho di booth galeri Arario (Shanghai, Cheonanm, Seoul).

 

It’s nice to see Indonesia represented by these two art galleries in Art Basel HK 2018. Jadi penasaran dengan Art Basel HK tahun depan, galeri Indonesia mana lagi yang akan berpartisipasi dan karya karya seniman siapa saja yang dapat kita antisipasi?

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU Cool

OU Cool

OU COOL: CREACVITY WITH LENS BY FAISAL Y. DJAJA

Apa yang kamu bayangkan ketika melihat feed Instagram dari @faisaldjaja ini? Simple, klasik, dan sangat VSCO sekali, begitu kurang lebih yang OU COOL rasakan. Sebelum membahas lebih jauh mengenai fotografi ala Faisal kali ini, kamu semua pasti sudah tidak asing bukan dengan VSCO? OU COOL yakin, generasi millenials saat ini pasti sudah diluar kepala mengenai…
OU Cool

EKSISTENSI TOKO MUSIK ‘KEEP-KEEP’

Toko musik masih menjadi rumah bagi para penikmatnya. Di antara banyaknya platform musik digital yang tumbuh subur sekarang ini, ternyata masih banyak toko musik yang dapat kita jumpai di beberapa kota, seperti ‘’Keep-keep’’ di Bandung dan ‘’Podomoro’’ di Yogyakarta . Toko-toko tersebut tidak banyak berubah, masih sebagai gudang inspirasi bagi para pelanggannya. Tidak lupa juga sebagai ajang temu kangen…
OU Cool

OU COOL: THE MAN BEHIND #MADEWITHSTORIES

Siapa yang tidak tahu Instagram? Platform yang hampir digunakan semua umat ini banyak sekali membawa perubahan. Tidak jarang juga yang akhirnya menemukan ‘’dirinya’’ pada platform tersebut. Sebut saja para influencer juga para pebisnis-pebisnis maya yang sering kita temui.     Bagi kamu yang sering main Instagram, rasanya ada nilai plus tersendiri jika konten yang kita…
OU Cool

OU COOL: CHOO-CHOO, SOBAT BAIK DARI KERETA COMMUTER LINE

Choo-Choo, buku ilustrasi bergambar yang berisi cerita seekor anjing dan rubah ini ikut meramaikan dunia buku ilustrasi Indonesia. Sama seperti Naela Ali, Lala Bohang, dan Marchella FP, kini Citra Marina ikut mendobrak semangat membaca masyarakat Indonesia lewat karya-karya mereka yang serupa tersebut. Choo-Choo, bikinan Citra ini bisa dibilang sebuah refleksi diri seorang Citra selama ia…