Karena Eksplorasi adalah Kunci

Resatio Adi Putra emang lebih dikenal sebagai seniman dan desainer grafis. Tapi kalau belakangan ini sempat cek feed Instagramnya,  kayanya ada yang berubah ya. Dari yang tadinya upload karya-karya berupa kolase, sekarang lebih banyak dihiasi dengan fotografi minimalis. Atau jangan-jangan, Resatio sekarang mau shifting ke fotografi?

 

 

Eits tenang aja, ada alasannya kok. Jadi, perubahan signifikan di karya-karya Tio terjadi karena yang bersangkutan sedang menjalani Working Holiday di Australia. Kerjaannya pun agak-agak melenceng dari profesinya di Tanah Air yaitu desainer dan seniman. Di negeri kangguru tersebut, Tio berkerja sebagai Farm Hand di perusahaan buah dan sayuran.

 

Sebagai anak kota besar, awalnya Tio ngerasa jenuh banget di sana karena ia tinggal di kota kecil yang minim hiburan. Jadi, biar enggak bosan, Tio memutuskan untuk mencoba hal-hal yang baru, salah satunya fotografi. Ia mencoba menangkap objek-objek sederhana dengan komposisi yang menarik.

 

Eksplorasi itu Penting

 

Profesi dengan jobdesc yang jauh berbeda di Australia dengan di Bandung, mendorong Resatio untuk bergulat dalam rutinitas yang kontras banget. Akan tetapi, Tio sendiri ngerasa ini saat yang tepat untuk menjajal dan mengeksplor hal-hal baru, salah satunya yang saat ini dapat ia dilakukan ya fotografi.

 

 

Mungkin banyak juga yang menganggap ini sebagai inkonsistensi dalam berkarya. “Kan seniman dan desainer grafis, tapi kok tiba-tiba jadi fotografer?” Cuek aja, justru Tio menolak untuk disebut sebagai seniman, karena hal tersebut malah dapat membatasi dirinya. Mencoba ranah fotografi adalah upaya yang dilakukan Tio agar tidak terjebak di situ-situ saja.

 

 

“Saya Bukan Fotografer”

 

Dalam menjalankan project barunya, menurut Tio karya-karyanya bukan karya fotografi, karena ia memang bukan seorang fotografer. Memang sih pernah ikutan kursus fotografi di Tobucil, Bandung. Tapi dulu banget, itu pun bukan belajar teknis, tapi belajar bercerita lewat foto.

 

Sebenarnya, kalau kamu perhatikan karya Resatio baik itu kolase, desain, atau foto-foto, masih ada benang merahnya.

 

 

Resatio bercerita, waktu tahun 2011 ia sempat bekerja menjadi desainer grafis di Free! Magazine, kerjaannya bikin layout majalah, nah pekerjaannya itu memungkinkan Tio untuk berkolaborasi dengan fotografer dan stylist Free! untuk membuat fashion spread di majalahnya. Hasil foto baju dan model, dibuat menjadi karya kolase, dan akhirnya dicetak di majalah tersebut. Jadi sebenernya nggak jauh-jauh amat.

 

 

 

 

Nah, karya-karya Resatio punya karakter yang tertata komposisinya seperti desain layout, baik itu kolase atau foto-foto yang Resatio ambil.

 

Project foto ini pun akan ia kerjakan selama masa tinggal setahun di Australia, dan mungkin akan dilanjutkan di Bandung atau kota-kota lain yang akan dikunjungi. Support Resatio terus yuk biar project barunya berjalan lancar, dan kali aja bisa dibikin pamerannya!

 

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU Cool

OU Cool

OU COOL: CREACVITY WITH LENS BY FAISAL Y. DJAJA

Apa yang kamu bayangkan ketika melihat feed Instagram dari @faisaldjaja ini? Simple, klasik, dan sangat VSCO sekali, begitu kurang lebih yang OU COOL rasakan. Sebelum membahas lebih jauh mengenai fotografi ala Faisal kali ini, kamu semua pasti sudah tidak asing bukan dengan VSCO? OU COOL yakin, generasi millenials saat ini pasti sudah diluar kepala mengenai…
OU Cool

EKSISTENSI TOKO MUSIK ‘KEEP-KEEP’

Toko musik masih menjadi rumah bagi para penikmatnya. Di antara banyaknya platform musik digital yang tumbuh subur sekarang ini, ternyata masih banyak toko musik yang dapat kita jumpai di beberapa kota, seperti ‘’Keep-keep’’ di Bandung dan ‘’Podomoro’’ di Yogyakarta . Toko-toko tersebut tidak banyak berubah, masih sebagai gudang inspirasi bagi para pelanggannya. Tidak lupa juga sebagai ajang temu kangen…
OU Cool

OU COOL: THE MAN BEHIND #MADEWITHSTORIES

Siapa yang tidak tahu Instagram? Platform yang hampir digunakan semua umat ini banyak sekali membawa perubahan. Tidak jarang juga yang akhirnya menemukan ‘’dirinya’’ pada platform tersebut. Sebut saja para influencer juga para pebisnis-pebisnis maya yang sering kita temui.     Bagi kamu yang sering main Instagram, rasanya ada nilai plus tersendiri jika konten yang kita…
OU Cool

OU COOL: CHOO-CHOO, SOBAT BAIK DARI KERETA COMMUTER LINE

Choo-Choo, buku ilustrasi bergambar yang berisi cerita seekor anjing dan rubah ini ikut meramaikan dunia buku ilustrasi Indonesia. Sama seperti Naela Ali, Lala Bohang, dan Marchella FP, kini Citra Marina ikut mendobrak semangat membaca masyarakat Indonesia lewat karya-karya mereka yang serupa tersebut. Choo-Choo, bikinan Citra ini bisa dibilang sebuah refleksi diri seorang Citra selama ia…