Jangan Ada Creative Block Diantara Kita

Kerja sesuai passion dalam diri alias punya hobi yang menghasilkan. Waaaah, siapa yang menolak? Yap! begitulah Ruth Marbun atau yang bisa di panggil dengan Utay.

Melukis, menggambar sesuai apa yang di dalam pikiran tanpa ada batasan. Semuanya menggalir seirama dengan dengan apa yang ada di pikirannya. Hampir semua yang ada di sekitar kak Utay menjadi inspirasnya dalam berkarya.

”Yang penting jangan sampai terjadi creative block, karena itu yang menghambat kita dalam memulai untuk berkarya”, ujarnya.

Seniman yang menetap di daerah Bintaro ini sedang asik mengerjakan beberapa projectnya bahkan ia juga sedang berfokus untuk menghidupkan kembali usaha merchandaisenya, ”Bollu”.

Perempuan penyuka kota Yogyakarta ini selalu belajar dari setiap trial dan errornya, karena dari situlah ia belajar. Kurang lebih sudah 7 tahun ini ia berkecimpung di dunia seni lukis. Bahkan dirinya tidak mau ketinggalan akan sejarah dan literatur Indonesia, untuk itu ia selalu membaca untuk mengejar rasa penasarannya.

Hmm jadi penasaran kan sama karya – karyanya? Oya, for your information  nih guys, kak Utay ini sudah tak terhitung prestasinya, ia juga sering mengadakan pameran baik kolaborasi ataupun pameran tunggal.

Semakin penasaran kan yaa, yuk check beberapa karya kak Utay di bawah ini :

Psst, bagi kalian yang mau lihat Utay melukis di studionya, bisa kok! Datang aja ke rumahnya. Eits, tapi jangan lupa untuk janjian dulu jauh – jauh hari. Takutnya, nanti si pemilik rumah malah pergi

 

Sebagai penutup, ada tips  nih dari Utay biar kita berani show up dalam berkarya :

‘’Kuantitas diatas kualitas. Jangan harap punya karakter kuat jika jarang melatih diri. Intinya, harus berlaih terus menerus, dan nikmati setiap prosesnya. Jangan takut untuk gagal atau tidak sempurna, karena semua yang bagus bermula dari tidak bisa. Mintalah pendapat orang untuk mendapat respon dan feedback yang berguna bagi kedepannya.’’ Ruth Marbun.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in OU Cool

OU Cool

OU COOL: CREACVITY WITH LENS BY FAISAL Y. DJAJA

Apa yang kamu bayangkan ketika melihat feed Instagram dari @faisaldjaja ini? Simple, klasik, dan sangat VSCO sekali, begitu kurang lebih yang OU COOL rasakan. Sebelum membahas lebih jauh mengenai fotografi ala Faisal kali ini, kamu semua pasti sudah tidak asing bukan dengan VSCO? OU COOL yakin, generasi millenials saat ini pasti sudah diluar kepala mengenai…
OU Cool

EKSISTENSI TOKO MUSIK ‘KEEP-KEEP’

Toko musik masih menjadi rumah bagi para penikmatnya. Di antara banyaknya platform musik digital yang tumbuh subur sekarang ini, ternyata masih banyak toko musik yang dapat kita jumpai di beberapa kota, seperti ‘’Keep-keep’’ di Bandung dan ‘’Podomoro’’ di Yogyakarta . Toko-toko tersebut tidak banyak berubah, masih sebagai gudang inspirasi bagi para pelanggannya. Tidak lupa juga sebagai ajang temu kangen…
OU Cool

OU COOL: THE MAN BEHIND #MADEWITHSTORIES

Siapa yang tidak tahu Instagram? Platform yang hampir digunakan semua umat ini banyak sekali membawa perubahan. Tidak jarang juga yang akhirnya menemukan ‘’dirinya’’ pada platform tersebut. Sebut saja para influencer juga para pebisnis-pebisnis maya yang sering kita temui.     Bagi kamu yang sering main Instagram, rasanya ada nilai plus tersendiri jika konten yang kita…
OU Cool

OU COOL: CHOO-CHOO, SOBAT BAIK DARI KERETA COMMUTER LINE

Choo-Choo, buku ilustrasi bergambar yang berisi cerita seekor anjing dan rubah ini ikut meramaikan dunia buku ilustrasi Indonesia. Sama seperti Naela Ali, Lala Bohang, dan Marchella FP, kini Citra Marina ikut mendobrak semangat membaca masyarakat Indonesia lewat karya-karya mereka yang serupa tersebut. Choo-Choo, bikinan Citra ini bisa dibilang sebuah refleksi diri seorang Citra selama ia…